... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Jakarta Masih Jadi Ibu Kota Hingga 2039, HNW Minta Jokowi Tarik RUU IKN

Foto: Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nur Wahid

KIBLAT.NET – Jakarta – Presiden Joko Widodo meneken Perpres yang menegaskan status Jakarta sebagai ibukota negara hingga 2039. Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid meminta Presiden konsisten dengan keputusan tersebut dengan menarik Omnibus Law RUU Ibukota Negara (RUU IKN).

Presiden Joko Widodo pada 13 April 2020 telah menandatangani Perpres yang didalamnya ada ketentuan bahwa Jakarta sebagai Pusat Pemerintahan Nasional (status untuk ibu kota negara). Ketentuan itu tercantum dalam Peraturan Presiden Nomor 60 Tahun 2020 tentang Tata Ruang Jabodetabek Puncak-Cianjur untuk waktu pelaksanaan tahun 2020 – tahun 2039. Aturan itu telah diundangkan pada 16 April 2020.

“Langkah Presiden Jokowi yang dalam Perpresnya menyebutkan bahwa Jakarta masih menjadi Pusat Pemerintahan Nasional yang tak lain adalah status untuk ibu kota negara yakni sampai pada tahun 2039, perlu diapresiasi dan didukung agar dilaksanakan dengan konsisten, dan supaya tak ada pihak ‘Istana’ yang membelokkan ke arah pemaknaan lainnya,” ujar Hidayat Nur Wahid melalui keterangan pers, Senin (11/05/2020).

HNW, sapaan Hidayat, menjelaskan, dalam Perpres yang ditandatangani Presiden Jokowi itu ada beberapa ketentuan yang secara eksplisit menyebutkan bahwa Jakarta sebagai pusat pemerintahan nasional. Yakni Pasal 9 huruf a yang mengatur tentang “Strategi mengembangkan DKI Jakarta sebagai pusat pemerintahan nasional” dan Pasal 21 ayat (2) huruf a yang mengatur tentang “Jakarta sebagai pusat kegiatan di Kawasan Perkotaan Inti yang meliputi sebagai “pusat pemerintahan dan kawasan diplomatik.”

BACA JUGA  Polisi "Salah Tembak" 3 Warga Sipil, DPRD Akan Gelar RDP dengan Kapolda Sulteng

“Bila kita merujuk ke Kamus Besar Bahasa Indonesia, ibu kota itu berarti kota tempat kedudukan pusat pemerintahan suatu negara,” ujarnya.

Menurutnya, hal tersebut sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-perundangan yang ada, yaitu UU No 10 Tahun 1964 tentang Jakarta Raya tetap sebagai Ibukota Negara Indonesia, juga sesuai dengan ketentuan dalam UU No 29/2007 tentang Jakarta sebagai Ibukota NKRI.

Oleh karena itu, HNW menuturkan bahwa sebagai konsistensi pelaksanakan Perpres yang beliau tandatangani sendiri, Presiden Jokowi dengan mencabut Omnibus Law RUU Ibukota Negara (RUU IKN) yang ingin memindahkan Ibukota Indonesia dari Jakarta ke Penajam Paser Kalimantan Timur (Kaltim). Yang sebelumnya sudah diajukan oleh Pemerintah ke DPR.

“Dengan adanya Perpres terakhir itu, Hendaknya RUU IKN yang sebelumnya disampaikan oleh Pemerintah ke DPR, wajarnya ditarik oleh Presiden Jokowi, sebagai bukti keseriusan dan konsistensi dengan peraturan presiden yang baru ditanda tangani sendiri oleh Presiden belakangan,” ujarnya.

Selain itu, HNW juga sampaikan agar dengan adanya Perpres terbaru termasuk soal posisi Jakarta itu, harusnya Presiden Jokowi juga memberi penegasan kepada para menteri di bawahnya. Hal ini perlu agar tidak terjadi lagi sebagian Menteri yang ngotot ingin lanjutkan proyek pemindahan Ibukota Negara ke Kaltim, dan silang argumen antara para pembantu presiden terkait pemindahan ibukota yang dipertontonkan selama ini.

“Bahwa sesuai dengan Perpres terbaru yang didalamnya ada pengaturan bahwa Jakarta sebagau Pusat Pemerintahan Nasional dan sebagai Ibukota Indonesia sampai Tahun 2039, harusnya polemik seputar rencana proyek pemindahan ibukota baru sebaiknya segera diakhiri, dan energi bangsa dialihkan ke persoalan yang lebih urgent, seperti untuk mengatasi pandemi Covid-19,” tuturnya.

BACA JUGA  Hidayat Nur Wahid Kritik Pengangkatan Eks Kontributor Playboy Jadi Dirut TVRI

Reporter: Taufiq Ishaq
Redaktur: Imam S.


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Info Event

Humanity Care Line ACT Rekrut Korban PHK Dampak Covid-19

Humanity Care Line (HCL) yang diluncurkan oleh Aksi Cepat Tanggap (ACT) merupakan salah satu solusi dari kebutuhan masyarakat yang terdampak Covid-19

Senin, 11/05/2020 21:45 0

News

Kejahatan Dunia Maya Meningkat Selama Pandemi Corona

Target pertama dari peretasan yang memanfaatkan pandemi Corona adalah Jepang.

Senin, 11/05/2020 08:31 0

Info Event

SYAM ORGANIZER Jabodebeka Salurkan Puluhan Paket SIMBAH Tahap 2

Paket SIMBAH di tahap kedua ini untuk marbot-marbot masjid, guru ngaji, dhuafa dan pedagang keliling

Ahad, 10/05/2020 16:45 0

Malaysia

Malaysia Perpanjang Masa MCO Bersyarat Hingga 9 Juni

Aturan pembatasan untuk mengantisipasi Covid-19 di Malaysia mulai dilonggarkan pada 4 Mei dengan mengubah MCO menjadi "MCO bersyarat"

Ahad, 10/05/2020 15:51 0

Amerika

Amerika Gagalkan Voting Resolusi Gencatan Senjata Global di Dewan Keamanan PBB

Amerika Serikat menggagalkan voting resolusi PBB tentang gencatan senjata global akibat pandemi Covid-19

Ahad, 10/05/2020 13:23 0

Info Event

ACT Ajak Publik Bantu Para Tenaga Pendidik yang Terdampak Pandemi

Wabah Covid-19 secara perekonomian juga berdampak pada para pendidik dengan status honorer

Sabtu, 09/05/2020 22:47 0

Qatar

Utusan Khusus AS Temui Kepala Tim Negosiator Taliban

KIBLAT. NET, Doha — Utusan Khusus Amerika untuk Afghanistan, Zalmay Khalilzad, menemui Kepala Biro Politik...

Sabtu, 09/05/2020 09:21 0

News

WHO: Pasar Hewan Tak Perlu Ditutup Meski Rawan Penularan Virus

Mengurangi risiko penularan penyakit dari hewan ke manusia di pasar-pasar yang sering penuh sesak ini menurutnya dapat diatasi dalam banyak kasus dengan meningkatkan standar kebersihan dan keamanan pangan.

Sabtu, 09/05/2020 08:50 0

Arab Saudi

Puasa Menjadi Tren Kesehatan Muslim yang Dipraktikkan Berabad-abad

Sejumlah penelitian menunjukkan metode itu dapat memiliki efek positif pada tubuh dan otak.

Sabtu, 09/05/2020 08:25 0

Close