... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Kemendikbud Harus Perhatikan Lima Ini Jika Buka Sekolah Pertengahan Juli

Foto: Ilustrasi

KIBLAT.NET, Jakarta – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) angkat suara terkait rencana dibukanya kembali sekolah pada Juli 2020 mendatang, seperti digulirkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan beberapa waktu lalu. KPAI mengingatkan lima hal yag harus diperhatikan jika rencana itu benar-benar dilaksanakan.

Komisioner KPAI Bidang Pendidikan Retno Listyarti mengingatkan supaya pemerintah harus merencanakan dengan matang dan mempersiapkan sebaik mungkin sarana dan pra sarana jika sekolah kembali dibuka pada Juli 2020 mendatang.

Retno mengatakan bahwa pemerintah akan menyiapkan tiga skenario dibukanya kembali sekolah pada Juli 2020, yakni ada pertengahan Juli sekolah di daerah-daerah yang sudah dinyatakan aman dari pandemi Virus Corona (Covid-19). Selanjutnya, triwulan tahun ajaran baru sekitar September 2020 dan hingga satu semester pada Januari 2021.

“Apapun skenario pemerintah yaitu sebagai lembaga Negara yang memiliki kewenangan melakukan pengawasan perlindungan anak dan pemenuhan terhadap hak-hak anak sebagaimana diatur dalam UU Perlindungan anak,” katanya Retno dalam rilis yang diterima Kiblat Ahad (10/05/2020).

Retno mengingatkan pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk melakukan setidaknya lima hal ketika membuka kembali kegiatan di sekolah. Pertama, memastikan sekolah-sekolah tersebut disterilisasi dengan anggaran dari dana BOS yang diterima setiap sekolah dan dibantu APBD melalui Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan setempat.

“Perlu juga ditekankan sterilisasi yang harus dipastikan sesuai protokol kesehatan, Terutama untuk sekolah-sekolah yang digunakan sebagai ruang isolasi ODP (orang dalam pengawasan) Covid 19 saat pandemi berlangsung,” jelas Retno.

BACA JUGA  Akun Facebook Kedubes Perancis Diserbu Warganet Gara-gara Bela Samuel Paty

Kedua, jika kegiatan sekolah akan menggunakan protokol kesehatan di area institusi pendidikan yang sudah ditentukan pemerintah, maka perlu ada data pemetaan. Pemetaan itu ditujukan untuk sekolah-sekolah yang perlu dibuatkan wastafel tambahan agar para siswa dijamin dapat mencuci tangan dengan menggunakan air bersih dan sabun selama berada di sekolah.

“Ini jaminan agar mereka tetap bersih dan sehat. Idealnya, satu kelas memiliki satu wastafel,” katanya.

Retno mengatakan bahwa jika wastafel yang dimiliki sekolah terbatas, maka pihak sekolah dapat menyediakan handsanitizer di setiap kelas yang dapat digunakan oleh para siswa. Adapun untuk pembangunan wastafel, Retno meminta agar pembiayaannya didukung oleh APBD.

“Sedangkan sabun dan handsanitizer bisa menggunakan anggaran yang dikelola sekolah dibantu para orangtua siswa yang mampu secara bergotong royong,” katanya.

Ketiga, lanjut Retno, ketika mewajibkan anak didik, pendidik dan tenaga kependidikan harus menggunakan masker di lingkungan sekolah, maka pemerintah pusat dan daerah juga harus mempertimbangkan memberikan bantuan masker bahan ke setiap siswa dan sekolah.

“Perlu diingat juga bahwa masker bahan hanya bisa digunakan maksimal 4 jam, kalau jam belajar lebih dari 4 jam, maka 1 siswa wajib membawa masker cadangannya,” jelasnya.

Keempat, Retno meminta supaya Kemendikbud melakukan protokol kesehatan tersendiri ketika sekolah akan dibuka kembali. “Misalnya terkait pembatasan jumlah siswa dalam satu ruang kelas, mengingat kita semua wajib menjaga jarak,” kata Retno.

BACA JUGA  Nasib Dokter RSUD Muara Teweh: Beli APD Sendiri, Hingga Tak Dapat Insentif Pemerintah

Dia menambahkan, Kemendikbud juga harus mempertimbangkan siswa masuk secara bergantian atau penerapan jam sekolah disesuaikan kondisi. “Atau justru jam belajar yang semula maksimal 8 jam, untuk sementara di perpendek menjadi 4-5 jam saja, secara bertahap nantinya akan dinormalkan setelah kondisinya sudah aman atau zero tambahan kasus,” jelasnya.

Terakhir, lanjutnya KPAI mendorong pemerintah provinsi memastikan bahwa para guru yang tempat tinggalnya berbeda kota/kabupaten atau provinsi seperti di wilayah Jabodetabek, harus difasilitasi pemeriksaan negatif covid 19.

“Karena wilayah tempat tinggalnya dengan wilayah tempatnya mengajar bisa berbeda status zonanya. Tempat mengajarnya sudah zona hijau tapi tempat tinggal si guru masih zona merah,” pungkasnya.

Reporter: Fanny Alif
Redaktur: Imam S.


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Info Event

SYAM ORGANIZER Jabodebeka Salurkan Puluhan Paket SIMBAH Tahap 2

Paket SIMBAH di tahap kedua ini untuk marbot-marbot masjid, guru ngaji, dhuafa dan pedagang keliling

Ahad, 10/05/2020 16:45 0

Malaysia

Malaysia Perpanjang Masa MCO Bersyarat Hingga 9 Juni

Aturan pembatasan untuk mengantisipasi Covid-19 di Malaysia mulai dilonggarkan pada 4 Mei dengan mengubah MCO menjadi "MCO bersyarat"

Ahad, 10/05/2020 15:51 0

Amerika

Amerika Gagalkan Voting Resolusi Gencatan Senjata Global di Dewan Keamanan PBB

Amerika Serikat menggagalkan voting resolusi PBB tentang gencatan senjata global akibat pandemi Covid-19

Ahad, 10/05/2020 13:23 0

Info Event

ACT Ajak Publik Bantu Para Tenaga Pendidik yang Terdampak Pandemi

Wabah Covid-19 secara perekonomian juga berdampak pada para pendidik dengan status honorer

Sabtu, 09/05/2020 22:47 0

Qatar

Utusan Khusus AS Temui Kepala Tim Negosiator Taliban

KIBLAT. NET, Doha — Utusan Khusus Amerika untuk Afghanistan, Zalmay Khalilzad, menemui Kepala Biro Politik...

Sabtu, 09/05/2020 09:21 0

News

WHO: Pasar Hewan Tak Perlu Ditutup Meski Rawan Penularan Virus

Mengurangi risiko penularan penyakit dari hewan ke manusia di pasar-pasar yang sering penuh sesak ini menurutnya dapat diatasi dalam banyak kasus dengan meningkatkan standar kebersihan dan keamanan pangan.

Sabtu, 09/05/2020 08:50 0

Arab Saudi

Puasa Menjadi Tren Kesehatan Muslim yang Dipraktikkan Berabad-abad

Sejumlah penelitian menunjukkan metode itu dapat memiliki efek positif pada tubuh dan otak.

Sabtu, 09/05/2020 08:25 0

Amerika

Empat Rudal Patriot AS yang Ditempatkan di Saudi Ditarik

KIBLAT. NET, Washington — Amerika Serikat dikabarkan menarik empat Rudal Patriotnya yang ditempatkan di Arab...

Sabtu, 09/05/2020 07:52 0

Artikel

Snouck Hurgronje, Kolonialisme dan Umat Islam.

Dalam buku-buku sejarah Snouck Hurgronje ditulis sebagai sosok yang tercela. Ia adalah lambang dari perselingkuhan antara ilmu pengetahuan dan penjajahan.

Jum'at, 08/05/2020 22:37 0

Artikel

Cara Menjawab Pertanyaan Anak Tentang Kapan Pandemi Covid-19 Berakhir

Pandemi Covid-19 yang menyerang hampir seluruh negara di dunia membawa konsekuensi baru. Pola hidup sebagian penduduk dunia berubah, adanya pembatasan aktivitas di luar rumah dari pihak berwenang membuat banyak orang merasa tidak nyaman, tak terkecuali anak-anak.

Jum'at, 08/05/2020 16:38 0

Close