... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

WHO: Pasar Hewan Tak Perlu Ditutup Meski Rawan Penularan Virus

Foto: Pasar Makanan Laut Grosir Wuhan Huanan, di mana sejumlah orang yang terkait dengan pasar jatuh sakit karena virus, duduk ditutup di Wuhan, Cina pada 21 Januari 2020. (Foto: AP / Dake Kang)

KIBLAT.NET, Deenhag – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Jumat (09/05/2020), mengatakan bahwa meskipun pasar di kota Wuhan, Cina yang menjual hewan hidup kemungkinan memainkan peran penting dalam kemunculan virus corona baru, tidak direkomendasikan pasar seperti itu ditutup secara global.

Dalam sebuah jumpa pers, pakar keamanan makanan dan penyakit hewan WHO Peter Ben Embarek mengatakan pasar hewan hidup sangat penting untuk menyediakan makanan dan mata pencaharian bagi jutaan orang di seluruh dunia. Pihak berwenang harus fokus pada peningkatan kualitasnya daripada memberlakukan larangan, meskipun tempat itu kadang-kadang dapat memicu epidemi pada manusia.

“Keamanan pangan di lingkungan ini agak sulit dan oleh karena itu tidak mengherankan bahwa kadang-kadang kita juga memiliki peristiwa ini terjadi di pasar,” kata Ben Embarek.

Mengurangi risiko penularan penyakit dari hewan ke manusia di pasar-pasar yang sering penuh sesak ini menurutnya dapat diatasi dalam banyak kasus dengan meningkatkan standar kebersihan dan keamanan pangan, termasuk memisahkan hewan hidup dari manusia. Dia menambahkan, masih belum jelas apakah pasar di Wuhan terkait dengan beberapa kasus virus corona pertama di Cina adalah sumber sebenarnya dari virus atau hanya memainkan peran dalam menyebarkan penyakit.

Ben Embarek mengatakan penyelidikan sedang dilakukan di Cina untuk menentukan sumber hewan dari mana COVID-19 melompat ke manusia. Studi menemukan spesies lain yang rentan terhadap penyakit, termasuk kucing, harimau, musang, dan anjing. Identifikasi spesies rentan lainnya akan memungkinkan intervensi tertentu dilakukan untuk mencegah wabah di masa depan. “Kami tidak ingin membuat reservoir baru pada hewan yang dapat terus menciptakan infeksi pada manusia,” katanya.

BACA JUGA  Riset: Bayi yang Diberi Susu Botol Telan Jutaan Mikroplastik Setiap Hari

Ben Embarek mengatakan mungkin perlu waktu yang cukup lama untuk mengidentifikasi sumber hewan asli untuk virus corona baru. Dia menjelaskan bahwa penelitian yang luas perlu dilakukan terlebih dahulu, para pejabat kesehatan dengan hati-hati perlu mewawancarai banyak dari mereka yang terinfeksi pada tahap awal wabah, untuk mempersempit apa yang mereka kandung berdasarkan interaksi dengan hewan sebelum mereka jatuh sakit. Para ilmuwan kemudian perlu mengambil sampel dari hewan untuk menemukan kecocokan dekat dengan virus corona yang beredar pada manusia.

Hingga saat ini, Cina belum mengundang WHO atau pakar eksternal lainnya untuk menjadi bagian dari penyelidikan itu. Ben Embarek mengatakan Cina kemungkinan memiliki keahlian yang diperlukan untuk melakukan studi tersebut dan WHO belum mencatat masalah dalam kesediaan Cina untuk berkolaborasi dengan orang lain.

Sumber: Aawsat
Redaktur: Ibas Fuadi


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Artikel

Snouck Hurgronje, Kolonialisme dan Umat Islam.

Dalam buku-buku sejarah Snouck Hurgronje ditulis sebagai sosok yang tercela. Ia adalah lambang dari perselingkuhan antara ilmu pengetahuan dan penjajahan.

Jum'at, 08/05/2020 22:37 0

Indonesia

Anies Baswedan Mengaku Sudah Lacak Kasus Covid-19 Sejak Januari

Pemprov DKI Jakarta mengklaim telah mulai memantau dan melacak kasus-kasus potensial Covid-19 pada bulan Januari, lebih dari sebulan sebelum Pemerintah Pusat "terlambat" melaporkan kasus infeksi pertamanya pada 2 Maret.

Jum'at, 08/05/2020 20:14 0

Indonesia

Rizal Ramli Ingatkan Indonesia dalam Ancaman Krisis Pangan

Krisis pangan akibat pandemi Covid-19 menghantui dunia, tidak terkecuali di Indonesia. Kebijakan social distancing dan pembatasan akses lainnya memicu golongan menengah ke atas melakukan panic buying sementara rantai suplai semakin berkurang.

Jum'at, 08/05/2020 18:47 0

Artikel

Cara Menjawab Pertanyaan Anak Tentang Kapan Pandemi Covid-19 Berakhir

Pandemi Covid-19 yang menyerang hampir seluruh negara di dunia membawa konsekuensi baru. Pola hidup sebagian penduduk dunia berubah, adanya pembatasan aktivitas di luar rumah dari pihak berwenang membuat banyak orang merasa tidak nyaman, tak terkecuali anak-anak.

Jum'at, 08/05/2020 16:38 0

Indonesia

UBN: Donor Darah Saat Ramadhan Bisa Jadi Sedekah Luar Biasa

"Insya Allah ada cara lain yang lebih hebat dari berinfak uang, yaitu donor darah"

Kamis, 07/05/2020 21:22 0

Info Event

Stok PMI Menipis, Satgas Covid-19 AQL Peduli Gelar Aksi Donor Darah

Satgas Covid-19 AQL Peduli menjaga Standar Prosedur Operasional dalam kegiatan donor darah pada situasi pandemi Covid-19

Kamis, 07/05/2020 20:59 0

Indonesia

Soal Suara Dahsyat di Pertengahan Ramadhan, MIUMI Aceh: Khurafat yang Menyesatkan

Akhir-akhir ini beredar pesan berantai di sosial media tentang terjadinya suara dahsyat pada pertengahan bulan Ramadhan yang bertepatan dengan hari Jum'at dan akan terjadi huru-hara pada bulan sesudahnya.

Kamis, 07/05/2020 19:11 0

Indonesia

China Klaim Pelarungan Jenazah ABK WNI Sesuai Standar Kelautan Internasional

Kementerian Luar Negeri RI akan memanggil Duta Besar Republik Rakyat Cina untuk menagih penjelasan terkait kabar perlakuan tidak manusiawi yang diterima Anak Buah Kapal (ABK) WNI di kapal-kapal ikan berbendera Cina.

Kamis, 07/05/2020 13:34 0

Info Event

Bersama Solidaritas Muslim, Ringankan Beban Keluarga Siyono

Saat ini Hilmi yang merupakan anak bungsu (alm) Siyono yang beralamatkan di Cawas Klaten dirawat di RS. Soeradji Tirtonegoro Klaten.

Kamis, 07/05/2020 13:11 0

Analisis

Invasi Komunis dalam Situasi Krisis, Pelajaran dari Afghanistan

Pertanyaannya sekarang, mungkinkah hal yang sama terjadi di Indonesia? Secara faktual, meski tak diakui secara resmi, sudah menjadi rahasia umum bahwa kebijakan di negeri ini disetir dari Beijing.

Kamis, 07/05/2020 10:08 0

Close
CLOSE
CLOSE