Utusan Khusus AS Temui Kepala Tim Negosiator Taliban

KIBLAT. NET, Doha — Utusan Khusus Amerika untuk Afghanistan, Zalmay Khalilzad, menemui Kepala Biro Politik Imarah Islam Afghanistan (Taliban) di Doha, ibukota Qatar. Pertemuan ini membicarakan perjalanan implementasi perjanjian yang disepakati oleh kedua pihak.

Seperti dilansir Al Jazeera pada Jumat (08/05/2020), Khalilzad mengatakan bahwa ia melakukan pertemuan panjang dengan kepala tim negosiator Taliban, Abdul Ghani Baradar, dan anggotanya pada Rabu malam lalu. Pertemuan ini dalam upaya membuat kemajuan untuk mengurangi kekerasan, gencatan senjata, dan memastikan cara terbaik untuk menangani wabah virus Corona.

Dia menambahkan bahwa pertemuan itu membahas percepatan pembebasan tahanan dari kedua belah pihak, dan mengamankan pembebasan warga negara Amerika Mark Freaks yang ditahan di Afghanistan.

Utusan AS juga mengatakan bahwa pertemuan itu menyentuh dukungan regional dan internasional untuk proses perdamaian di Afghanistan, dan transisi ke negosiasi Afghanistan-Afghanistan sesegera mungkin. Khalilzad menambahkan bahwa ia akan bertemu dengan Baradar dan timnya lagi setelah kunjungannya ke India dan Pakistan.

Tur Khalilzad –yang meliputi Doha, Islamabad, dan New Delhi– dilakukan setelah serangan yang sering dilakukan oleh Taliban yang mengakibatkan pembunuhan dan melukai puluhan pasukan Afghanistan. Selain itu, negosiasi antara Taliban dan Kabul belum kunjung terealisasi, meskipun kedua belah pihak telah melanjutkan pertukaran tahanan selama berpekan-pekan.

Serangan Terbaru

Dalam serangan terbaru, seorang kepala polisi, asistennya dan petugas lainnya tewas pada Kamis malam oleh bom pinggir jalan di provinsi Khost (Afghanistan tenggara).

Dalam sebuah tweet di Twitter, juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid mengaku bertanggung jawab atas bom tersebut, dan gerakan itu sebelumnya menolak permintaan pemerintah Afghanistan untuk gencatan senjata.

BACA JUGA  Pertama Kalinya, Mesir dan UEA Ijinkan Penerbangan dari Qatar

Washington mengutuk serangan itu melalui kedutaan besarnya di Kabul. Sebelumnya, AS telah berulang kali menyeru pengurangan kekerasan di Afghanistan untuk memungkinkan implementasi perjanjian Doha.

Di sisi lain, koresponden Al-Jazeera di Afghanistan mengutip sebuah sumber pemerintah yang mengatakan bahwa Taliban membebaskan 17 tahanan dari pasukan Afghanistan di provinsi Herat, sebelah barat negara itu.

Dengan ini, Taliban telah membebaskan beberapa kloter tawanan yang berjumlah 130 tahanan lebih, sementara pemerintah telah membebaskan lebih dari 500 anggota Taliban.

Pembebasan terbaru datang dalam implementasi perjanjian perdamaian yang ditandatangani pada 29 Februari di Doha, antara Amerika Serikat dan Taliban.

Perjanjian itu membuka jalan — sesuai dengan jadwal– untuk penarikan pasukan AS dari Afghanistan secara bertahap dengan imbalan jaminan dari gerakan tersebut, dan menetapkan bahwa Kabul membebaskan lima ribu tahanan Taliban yang dimilikinya, dan bahwa gerakan itu sebagai imbalan membebaskan 1.500 pasukan Afghanistan yang telah ditahan.

Sumber: Al Jazeera
Resaktur: Sulhi El Izzi

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat