... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

In Depth

Snouck Hurgronje, Kolonialisme dan Umat Islam.

Foto: Snouck Hurgronje

Oleh: Beggy Rizkiansyah, kolumnis Kiblatnet

KIBLAT.NET – Christian Snouck Hurgronje. Namanya bukan saja melegenda dalam penulisan sejarah di Indonesia tetapi juga ia dikenal sebagai orientalis kaliber dunia. Sosoknya memang jenius lagi kontroversial. Dalam buku-buku sejarah Snouck Hurgronje ditulis sebagai sosok yang tercela. Ia adalah lambang dari perselingkuhan antara ilmu pengetahuan dan penjajahan.

Hanya saja di masa kini legenda Hurgronje itu nyaris tak terjangkau. Kita tak lagi tahu bagaimana sepak terjangnya mampu menancapkan kuku-kuku penjajahan yang semakin mencengkeram. Kita hanya tahu sekilas bahwa ia adalah seorang ilmuwan yang bekerja bagi pemerintah colonial demi melanggengkan kolonialisme.

Lebih pelik lagi ketika saat ini ada pihak yang beranggapan bahwa Snouck Hurgronje adalah contoh idealisme seorang ilmuwan yang berkomitmen pada ilmu. Kajiannya terhadap (umat) Islam tak bisa dipandang sebagai satu niat jahat, tetapi pemerintah colonial Belanda-lah yang memanfaatkan kajian tersebut.

Kedua hal tadi, yaitu celaan sekaligus ketidaktahuan kita akan pemikiran Snouck Hurgronje dan pendapat yang menyatakan bahwa Snouck hanyalah ilmuwan tanpa tendensi jahat sebenarnya dua hal yang bertolak belakang tetapi sama-sama saling terkait: Yaitu tidak terkuaknya kajian akan Snouck yang sebenarnya.

Snouck Hurgronje memang sosok yang kontroversial sejak awal. Ia masuk ke Mekkah demi melakukan observasi yang melahirkan disertasinya di Leiden: Perayaan Mekkah (1880). Karya lainnya tentang Mekkah, yaitu Mekka in The Later Part of The 19th Century adalah sebuah karya etnografi yang tajam tentang berbagai tingkah laku yang melebur di Mekkah sebagai melting pot umat Islam. (Fachry Ali : 2020)

Snouck bagaimanapun adalah seorang yang mampu melakukan kajian tentang Islam dari dekat. Di jantung peribadatan umat Islam di Mekkah, Snouck mampu melakukan hal yang orientalis lain sulit melakukannya. Ia mengamati dari dekat. Terlalu dekat bahkan, sebab ia dapat masuk ke Mekkah hanya dengan jalan memeluk agama Islam.

BACA JUGA  Betulkah Vaksin Senjata Barat Habisi Kaum Muslimin?

Di sinilah kemudian ‘kehebatannya’ menjadi persoalan. Snouck masuk Islam demi mendapatkan kajian yang utuh tentang Islam. Snouc Hurgronje masuk ke Mekkah pada 21 Februari 1885. Ia tinggal di tanah suci selama enam bulan. Statusnya sebagai Muslim tentu menjadi kunci ia memperoleh kepercayaan umat Islam di sana termasuk dari kalangan ulama. (P.S.J. von Koningsveld: 1989)

Snouck Hurgronje pura-pura masuk Islam agar Kolonialis Belanda dapat menjajah Hindia Belanda.

Perjalanannya ke Mekkah diinisiasi oleh J. A. Kruyt, Konsul Belanda di Jeddah. Kruyt berulang kali menunjukkan kepentingan politik pos konsuler Belanda di Jedah. Ia pernah mengusulkan agar di tempat itu dilatih agen rahasia setempat selaku Muslim yang dapat bebas masuk ke Mekkah. Namun usul ini ditolak.

Begitu pula usul agar setiap jemaah haji ditemani oleh dua orang kalangan atas Jawa yang setia. Masa itu adalah masa-masa berkobarnya perang Aceh sesudah hampir 10 tahun tak kunjung padam. Akhirnya nama Snouck-lah yang berhasil disetujui. Meski awalnya diragukan oleh Menteri Urusan Jajahan, namun upaya Kruyt akhirnya berhasil. (P.S.J. von Koningsveld: 1989)

Orang-orang di Mekkah sendiri tak sedikipun meragukan keislaman Snouck. Namun dalam suratnya kepada orientalis Ignaz Goldziher yang berasal dari Hongaria, Snouck mengungkapkan muslihatnya:
“…Dan dalam pergaulan dengan banyak orang Mekah kenalan saya, saya berusaha mencari pengajaran. Saya telah menemukan pintu-pintu gerbang Kota Suci itu kepada saya. Tanpa izharul- Islam (berpura-pura Islam) sudah tentu saya tidak berangkat.” (P.S.J. von Koningsveld: 1989)

Sebenarnya kontroversi berkedok masuk Islam ini juga bukan rahasia lagi. Kartini dalam suratnya kepada sahabat penanya, Stellah Zeehandelaar juga menyebutkan hal ini. Mungkin karena Snouck akhirnya keluar dari Mekkah setelah diusir otoritas setempat, yang tampaknya curiga akan keislamannya.

BACA JUGA  Mahathir Rilis Partai "Pejuang", Ini Visi-Misinya

Tetapi jalan Snouck memang tak akan jauh dari tanah air kita. Ia menjadi sosok yang aktif memprakarsai hubungan dengan pemerintah kolonial. Pada tahun 1887, Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen (Perhimpunan Batavia Bidang Kesenian dan Ilmu Pengetahuan) berusaha mendatangkan Snouck atas dasar penelitian tentang agama Islam dan hasilnya untuk diberikan kepada pemerintah pusat. (E.Gobee & C. Adriaanse: 1990)

Snouck sendiri menyurati Menteri Urusan Jajahan Belanda, pada 2 Juli 1888. Dalam suratnya kepada Menteri tersebut Snouck menulis hal yang cukup menarik:
“Bahaya-bahaya yang diancamkan oleh agama Islam pada setiap negara yang memerintah atas pemeluk-pemeluk agama Islam itu, sudah Yang Mulia ketahui, maka tidak perlu lagi diadakan ikhtisar atas ulasan saya mengenai hal itu yang sudah sejak bertahun-tahun setiap kali diulang-ulang.” (E.Gobee & C. Adriaanse: 1990)

Snouck kemudian melanjutkan dalam surat tersebut betapa kedalaman pengetahuan dirinya akan membantu pemerintah kolonial, namun bagi kita, nampaknya sulit diterima akal sehat, seorang Muslim akan menyebut agamanya sendiri sebagai bahaya yang mengancam. Keberadaan Snouck yang akhirnya bekerja untuk pemerintah kolonial akan menjawab bahwa keislaman Snouck dan kajian-kajiannya atas (umat) Islam adalah persoalan ideologi kolonialisme yang berakar.

Snouck dan Ideologi Kolonialisme

Fachry Ali dalam Hurgronje, Orang Aceh, dan Kesadaran Intelektual-Ideologis sudah menunjukkan aspek ideologis Snouck Hurgronje dalam Mekka in The Later Part of The 19th Century. Fachry Ali menyoroti sebuah pendapat Snouck, yaitu,

“Tradisi nasional lama negara-negara kepulauan terkaburkan kepada kesadaran mereka oleh Islam dan mereka menganggap bahwa kendatipun kebesaran sebelumnya berasal dari rakyat atau India peradaban riil mereka dimulai dengan kepemelukan Islam.” (Fachry Ali: 2020)


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Baca halaman selanjutnya: Snouck Hurgronje tak diragukan...

Halaman Selanjutnya 1 2
Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Anies Baswedan Mengaku Sudah Lacak Kasus Covid-19 Sejak Januari

Pemprov DKI Jakarta mengklaim telah mulai memantau dan melacak kasus-kasus potensial Covid-19 pada bulan Januari, lebih dari sebulan sebelum Pemerintah Pusat "terlambat" melaporkan kasus infeksi pertamanya pada 2 Maret.

Jum'at, 08/05/2020 20:14 0

Indonesia

Rizal Ramli Ingatkan Indonesia dalam Ancaman Krisis Pangan

Krisis pangan akibat pandemi Covid-19 menghantui dunia, tidak terkecuali di Indonesia. Kebijakan social distancing dan pembatasan akses lainnya memicu golongan menengah ke atas melakukan panic buying sementara rantai suplai semakin berkurang.

Jum'at, 08/05/2020 18:47 0

Afrika

PBB Konfirmasi Keberadaan Tentara Bayaran Rusia di Barisan Pasukan Khalifa Haftar

KIBLAT.NET, Tripoli — Para diplomat melaporkan pada Rabu (06/05/2020) bahwa para ahli PBB yang ditugasi...

Jum'at, 08/05/2020 08:23 0

Amerika

Angka Kematian Perhari di AS Akibat Corona Kembali Tembus Dua Ribu Jiwa

KIBLAT. NET,  Washington — Angka kematian di Amerika Serikat akibat pandemi Covid-19 kembali menembus dua...

Jum'at, 08/05/2020 07:27 0

Indonesia

UBN: Donor Darah Saat Ramadhan Bisa Jadi Sedekah Luar Biasa

"Insya Allah ada cara lain yang lebih hebat dari berinfak uang, yaitu donor darah"

Kamis, 07/05/2020 21:22 0

Info Event

Stok PMI Menipis, Satgas Covid-19 AQL Peduli Gelar Aksi Donor Darah

Satgas Covid-19 AQL Peduli menjaga Standar Prosedur Operasional dalam kegiatan donor darah pada situasi pandemi Covid-19

Kamis, 07/05/2020 20:59 0

Indonesia

Soal Suara Dahsyat di Pertengahan Ramadhan, MIUMI Aceh: Khurafat yang Menyesatkan

Akhir-akhir ini beredar pesan berantai di sosial media tentang terjadinya suara dahsyat pada pertengahan bulan Ramadhan yang bertepatan dengan hari Jum'at dan akan terjadi huru-hara pada bulan sesudahnya.

Kamis, 07/05/2020 19:11 0

Indonesia

China Klaim Pelarungan Jenazah ABK WNI Sesuai Standar Kelautan Internasional

Kementerian Luar Negeri RI akan memanggil Duta Besar Republik Rakyat Cina untuk menagih penjelasan terkait kabar perlakuan tidak manusiawi yang diterima Anak Buah Kapal (ABK) WNI di kapal-kapal ikan berbendera Cina.

Kamis, 07/05/2020 13:34 0

Info Event

Bersama Solidaritas Muslim, Ringankan Beban Keluarga Siyono

Saat ini Hilmi yang merupakan anak bungsu (alm) Siyono yang beralamatkan di Cawas Klaten dirawat di RS. Soeradji Tirtonegoro Klaten.

Kamis, 07/05/2020 13:11 0

Analisis

Invasi Komunis dalam Situasi Krisis, Pelajaran dari Afghanistan

Pertanyaannya sekarang, mungkinkah hal yang sama terjadi di Indonesia? Secara faktual, meski tak diakui secara resmi, sudah menjadi rahasia umum bahwa kebijakan di negeri ini disetir dari Beijing.

Kamis, 07/05/2020 10:08 0

Close