... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

China Klaim Pelarungan Jenazah ABK WNI Sesuai Standar Kelautan Internasional

Foto: Pelarugan Jenazah ABK WNI oleh Kapal Nelayan China

KIBLAT.NET, Jakarta – Kementerian Luar Negeri RI akan memanggil Duta Besar Republik Rakyat Cina untuk menagih penjelasan terkait kabar perlakuan tidak manusiawi yang diterima Anak Buah Kapal (ABK) WNI di kapal-kapal ikan berbendera Cina.

Sebelumnya, eksploitasi anak buah kapal (ABK) asal Indonesia yang bekerja di Kapal Besar Penangkap Ikan milik Cina menjadi topik pemberitaan media di Korea Selatan.

Media Korea Selatan, TV MBC mendapatkan berita eksklusif saat kapal asal China tersebut berlabuh di Busan, Korea Selatan. Dalam video yang beredar, kapal tersebut membuang jenazah ABK WNI yang meninggal ke laut.

Seorang ABK WNI yang diwawancarai oleh TV MBC membenarkan adanya eksploitasi mirip praktik perbudakan di kapal-kapal ikan tersebut. ABK yang enggan disebutkan namanya itu menuturkan bahwa para ABK bekerja 18 jam sehari.

Dari 30 jam berdiri kerja, diselingi waktu 6 jam atau waktu makan yang dihitung sebagai waktu istirahat.

Kementerian Luar Negeri RI mengatakan, KBRI Beijing telah menyampaikan nota diplomatik untuk meminta klarifikasi mengenai kasus ini. Namun Kementerian Luar Negeri Cina mengatakan bahwa pelarungan (memakamkan jenazah dengan cara dibuang ke laut) telah dilakukan sesuai praktek kelautan internasional.

“Guna meminta penjelasan tambahan mengenai alasan pelarungan jenasah, apakah sudah sesuai dengan Ketentuan ILO (Organisasi Buruh Internasional), dan perlakuan yang diterima ABK WNI lainnya, Kemlu akan memanggil Duta Besar RRT,” ujar Kementerian Luar Negeri RI dalam pernyataan yang dikeluarkan pada Kamis (07/05/2020).

BACA JUGA  Program Kemenag: Revitalisasi KUA dan Tingkatkan Kapasitas Penghulu

Diketahui, kapal ikan berbendera Cina yang beberapa waktu lalu berlabuh di Busan, Korsel adalah kapal Long Xin 605 dan Tian Yu 8. Kedua kapal tersebut membawa 46 awak kapal WNI dan 15 diantaranya berasal dari Kapal Long Xin 629.

Pada Desember 2019 dan Maret 2020, pada kapal Long Xin 629 dan Long Xin 604, terjadi kematian 3 awak kapal WNI saat kapal sedang berlayar di Samudera Pasifik. Kapten kapal beralasan bahwa keputusan melarung jenazah karena kematian disebabkan penyakit menular dan hal ini berdasarkan persetujuan awak kapal lainnya.

KBRI Seoul berkoordinasi dengan otoritas setempat telah memulangkan 11 awak kapal pada 24 April 2020. Sedangkan 14 awak kapal lainnya akan dipulangkan pada 8 Mei 2020 besok.

KBRI Seoul juga tengah mengupayakan pemulangan jenazah awak kapal a.n. E yang meninggal di RS Busan karena pneumonia. 20 awak kapal lainnya diketahui masih melanjutkan bekerja di kapal Long Xin 605 dan Tian Yu 8.

Reporter: Qaid

Editor: Arju


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Info Event

Bersama Solidaritas Muslim, Ringankan Beban Keluarga Siyono

Saat ini Hilmi yang merupakan anak bungsu (alm) Siyono yang beralamatkan di Cawas Klaten dirawat di RS. Soeradji Tirtonegoro Klaten.

Kamis, 07/05/2020 13:11 0

Analisis

Invasi Komunis dalam Situasi Krisis, Pelajaran dari Afghanistan

Pertanyaannya sekarang, mungkinkah hal yang sama terjadi di Indonesia? Secara faktual, meski tak diakui secara resmi, sudah menjadi rahasia umum bahwa kebijakan di negeri ini disetir dari Beijing.

Kamis, 07/05/2020 10:08 0

Asia

Diperbudak di Kapal Cina, 3 ABK Indonesia Mati Kelelahan, Jenazah Dibuang ke Laut

Eksploitasi anak buah kapal (ABK) asal Indonesia yang bekerja di Kapal Besar Penangkap Ikan milik China menjadi topik pemberitaan media di Korea Selatan.

Kamis, 07/05/2020 09:38 0

Amerika

Pentagon: 130 Sipil Tewas Dalam Operasi Militer AS Tahun Lalu

Jumlah sebenarnya jauh lebih besar, menurut pantauan lembaga-lembaga independen.

Kamis, 07/05/2020 09:06 0

Amerika

Presiden AS: Serangan Corona Lebih Buruk dari WTC dan Pearl Harbor

"Seharusnya (virus) dihentikan pada sumber utamanya, tetapi itu tidak terjadi."

Kamis, 07/05/2020 08:28 0

Suriah

Rezim Suriah Sepakati Kontrak Eksplorasi Minyak dengan Iran

Ghanem mengonfirmasi bahwa pemerintahnya mengontrak Iran untuk mengeksplorasi minyak dari "Blok No. 12" di wilayah Albukamal

Kamis, 07/05/2020 08:08 0

Info Event

Di Masa Pandemi Covid-19, Tak Perlu Menunggu Akhir Ramadan untuk Berzakat

Umat islam diminta untuk menunaikan zakat fitrahnya lebih awal, tidak perlu menunggu penghujung Ramadan

Rabu, 06/05/2020 21:11 0

Manhaj

Syubhat dan Syahwat Sebagai Sumber Penyakit Hati

Berbicara tentang penyakit hati, Allah SWT di dalam Al-Quran berulang kali menyebutkan penyakit hati. Secara global ada dua penyakit hati yang disebutkan di dalam Al-Quran, penyakit hati yang disebabkan oleh syubhat (kebodohan) dan penyakit hati yang disebabkan oeh syahwat (hawa nafsu).

Rabu, 06/05/2020 12:46 0

News

Ini yang Lebih Dikhawatirkan Para Ahli Dibanding Corona

KIBLAT.NET, Washington – Krisis yang muncul dari virus corona di seluruh dunia telah meninggalkan dampak negatif yang signifikan di...

Rabu, 06/05/2020 11:43 0

Suriah

Keluarga Idlib: Ramadhan di Antara Reruntuhan Bangunan

KIBLAT.NET, Idlib – Ketika senja menyapa, Tareq Abu Ziad dan keluarganya berbuka puasa Ramadhan di...

Rabu, 06/05/2020 10:11 0

Close
CLOSE
CLOSE