... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Serangan Taliban Terhadap Pasukan Rezim Kabul Tak Surut

Foto: Tentara Afghanistan/ilustrasi

KIBLAT. NET, Helmand — Serangan Taliban terhadap pasukan rezim Kabul tak surut. Baru-baru ini, bom Taliban mengguncang markas militer di provinsi Helmand dan menyebabkan sejumlah tentara tewas.

Seorang pejabat Afghanistan mengatakan bahwa Taliban mengklaim bertanggung jawab pada Senin (04/05/2020) atas serangan bom truk di provinsi Helmand di Afghanistan selatan. Sedikitnya lima anggota pasukan keamanan tewas dalam serangan itu, menurut klaim pemerintah.

Pejabat pemerintah dan Taliban mengatakan bahwa serangan itu terjadi pada Ahad malam lalu di sebuah markas militer. Markas itu menampung sedikitnya 150 anggota tentara dan intelijen ditempatkan.

“Lima anggota pasukan keamanan tewas dan tujuh lainnya luka-luka akibat ledakan bom truk di lingkungan Grishk,” kata Omar Zawak, juru bicara gubernur Provinsi Helmand.

Kementerian Pertahanan sebelumnya mengkonfirmasi ledakan itu, tetapi mengatakan bahwa hanya satu personil militer yang terluka.

Seorang perwira intelijen yang selamat dari serangan mengatakan kepada Reuters bahwa orang-orang bersenjata meledakkan sebuah bom truk di dekat fasilitas yang mencakup Administrasi Keamanan Nasional dan tentara.

Pejabat yang meminta tidak disebutkan namanya karena sensitivitas masalah itu menambahkan bahwa ia telah membantu mengevakuasi sedikitnya 18 mayat dari lokasi ledakan pada Ahad malam.

Taliban mengatakan jumlah korban tewas jauh lebih tinggi.

“Puluhan orang yang tergabung dalam pasukan musuh tewas dan terluka dalam serangan itu,” kata juru bicara gerakan Qari Yusef Ahmadi dalam sebuah pernyataan.

BACA JUGA  Peneliti Sebut Covid-19 Sudah Ada Sebelum Pandemi

Seorang penjaga markas mengatakan kepada Reuters bahwa dia telah menembak pengemudi truk, yang mendekati markas besar.

“Ketika anggota pasukan keamanan lain keluar, tiba-tiba sebuah ledakan besar terjadi dan saya kehilangan kesadaran,” kata penjaga Sher Ali.

Dia menambahkan dia tidak tahu jumlah yang tewas, tetapi setidaknya delapan penjaga bersamanya pada saat ledakan.

Pasukan Afghanistan menderita banyak korban di seluruh negeri selama dua bulan terakhir. Kekerasan itu merupakan ancaman langsung terhadap kesepakatan perdamaian yang rapuh antara Amerika Serikat dan Taliban yang ditandatangani pada Februari, ketika tentara Afghanistan dipaksa untuk memerangi Taliban, yang telah mendapatkan keberanian ketika dukungan AS untuk Kabul jatuh.

Taliban tetap meningkatkan serangan terhadap pasukan pemerintah karena belum ada kesepakatan dengan rezim. Taliban hanya akan menghentikan serangan jika kesepakatan gencatan tercapai.

Sumber: Reuters
Redaktur: Sulhi El Izzi


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

ACT Ajak Publik Peduli Lewat Program Bantuan Kesehatan Hingga Humanity Care Line

Semangat Bersama Bangun Bangsa juga diwujudkan dengan keterlibatan publik untuk mengentaskan problematika multidimensi yang muncul akibat Covid-19

Senin, 04/05/2020 17:34 0

Indonesia

Ketua Muhammadiyah Heran TKA Cina Masih Masuk ke Indonesia

KIBLAT.NET, Jakarta – Ketua PP Muhammadiyah Bidang Ekonomi, Anwar Abbas menegaskan bahwa tugas negara adalah...

Senin, 04/05/2020 12:59 0

Indonesia

Pemerintah Didesak Hentikan Gelombang PHK Buruh

Sedikitnya 3 juta pekerja sektor usaha dirumahkan

Ahad, 03/05/2020 23:17 0

Indonesia

Momen Hardiknas, PKS Beberkan Masalah Pendidikan di Indonesia

Ketua Fraksi PKS DPR Jazuli Juwaini mengucapkan selamat Hari Pendidikan Nasional untuk para pelajar, guru, dan pendidik di seluruh Indonesia

Ahad, 03/05/2020 06:20 0

Manhaj

Dakwah Rahasia dan Generasi Pertama Pengikut Nabi Muhammad

Merupakan sesuatu yang lumrah bila yang pertama dilakukan oleh Rasulullah adalah menawarkan Islam kepada orang-orang yang dekat hubungan dengannya, baik itu anggota keluarga maupun sahabat-sahabat karibnya.

Sabtu, 02/05/2020 06:56 0

Indonesia

HNW Dorong Kemenag Tetap Bantu UKT Mahasiswa di Masa Pandemi

Walaupun pemotongan UKT tidak sampai 10%, tetapi dengan besaran yang berbeda, ataupun relaksasi pembayarannya, tetap akan sangat membantu para mahasiswa, dan hadirkan kondisi kondusif untuk mereka."

Sabtu, 02/05/2020 06:33 0

Indonesia

Mardani: Jokowi Pro Pemodal, Hari Buruh Nasional Jadi Hari Buruk

Kondisi buruh saat ini memperihatinkan karena sudah 2,8 juta buruh terkena PHK akibat Covid-19

Jum'at, 01/05/2020 18:19 0

Indonesia

88 Persen Jemaah Reguler Lunasi Biaya Haji di Tahap Pertama

Dari total kuota haji Indonesia tahun ini berjumlah 221.000, sebanyak 203.320 di antaranya adalah kuota haji reguler

Jum'at, 01/05/2020 17:47 0

Konsultasi

Hukum Sholat Menggunakan Masker di Tengah Pandemi Corona

Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh, kepada redaksi kiblat.net, pasca pandemi corona ada sebagian masjid di zona hijau yang masih menyelenggarakan sholat jamaah dengan protokol yang dianjurkan, seperti menggunakan masker, sosial distancing shaff serta mencuci tangan dan anjuran-anjuran lainnya.

Jum'at, 01/05/2020 06:44 0

Khutbah Jum'at

Khutbah Jumat: Bertahan di Tengah Pandemi Corona dengan Zuhud

Khutbah Jumat. Wabah Corona berdampak kepada sendi-sendi kehidupan manusia, tidak hanya pada masalah kesehatan, Corona juga berdampak pada masalah ekonomi. Di Indonesia ada sekitar 2,8 juta pekerja yang terkena PHK,

Jum'at, 01/05/2020 05:56 0

Close