... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

India Manfaatkan Corona untuk Memperketat Kashmir

KIBLAT. NET, Kashmir — Pemerintah India memanfaatkan wabah Covid-19 untuk memperketat tekanan terhadap Muslim Kashmir. Demikian tulis Koran Amerika Washington Post dalam laporannya baru-baru ini seperti dilansir Arabi21.com pada Ahad (03/05/2020).

Surat kabar itu menulis, “di saat virus Corona masih mengeringkan dunia dalam memeranginya dan dengan meningkatnya dampak ekonomi yang parah, India memanfaatkan kondisi itu untuk meningkatkan represi terhadap penduduk Kashmir, yang sudah menderita akibat kebrutalan tentara, setelah penutupan penuh untuk jangka waktu enam bulan tahun lalu. ”

India, lanjut laporan tersebut, berupaya memperketat cengkeramannya terhadap Kashmir dan mengambil keuntungan dari langkah-langkah penanganan wabah untuk mencegah eskalasi perlawanan terhadap pemerintahannya. Pihak berwenang menangkapi warga Kashmir hanya karena keluar rumah untuk membeli makanan dan obat-obatan. Wartawan dikriminalisasi. Para dokter, perawat dan pekerja dipukuli karena dituduh melanggar aturan keluar rumah.

Agustus tahun lalu, pemerintah nasional Perdana Menteri Narendara Modi menghapus status otonomi khusus Kashmir, di mana ia memberikan otonomi yang besar sebagai negara mayoritas Muslim di India.

“Orang-orang Kashmir tidak banyak berubah dalam kehidupan di bawah pembatasan baru, tetapi hari ini mereka menderita dari blokade. Jalan-jalan dan gang-gang ibukota ditutup pagar kawat berduri dan barel minyak diisi dengan batu, pengingat menyakitkan hilangnya kebebasan dan martabat rakyat Kashmir. Angkatan bersenjata tersebar di jalanan dengan mimik wajah curiga, ” tulis Washington Post.

BACA JUGA  Pemuda Muslim India Dipukuli Lantaran Angkut Daging

Koran itu menggambarkan, sepertinya virus Corona seakan benda berwujud dan ada perburuan yang terjadi untuk menangkapnya. Begitu mereka menangkapnya, mereka mungkin akan memindahkannya ke salah satu ruang siksaan, dan membuatnya menghilang di sana, seperti yang terjadi pada banyak penduduk setempat.

India menggunakan respons keras dan brutal di Kashmir. Tahun lalu, setelah pemerintah menanggalkan status otonomi khusus, Kashmir menjadi sasaran penindasan, di mana pihak berwenang memutus telepon dan layanan Internet– yang merupakan penutupan internet terpanjang di era yang disebut dunia demokratis– dan menutup bisnis dan sekolah serta universitas. Warga Kashmir terkurung di rumah mereka, dan pemerintah Hindu sayap kanan mengizinkan warga non Kashmir membeli properti dan tanah di wilayah warga Muslim.

Washington Post mengatakan penduduk asli Kashmir melihat ini sebagai rencana jahat, dalam upaya untuk mencaplok Kashmir ke India. Mereka takut hal itu akan mengubah komposisi demografis dan mengubah Kashmir dari negara-negara mayoritas Muslim menjadi negara beragama Hindu. Sekarang, pandemi telah memperburuk rasa takut, keputusasaan dan penindasan yang dirasakan banyak orang Kashmir.

Pada awal April, tentara India memindahkan artileri ke desa-desa di sepanjang perbatasan dengan Pakistan setelah lima tentara tewas dalam serangan oleh militan Kashmir. Warga desa menyaksikan pemboman mengerikan di perbatasan dengan Pakistan. Tentara Pakistan membalas dan menewaskan delapan orang paling tidak, termasuk anak-anak di kedua sisi perbatasan.

BACA JUGA  Pemuda Muslim India Dipukuli Lantaran Angkut Daging

Koran tersebut menunjukkan, gambar seorang ibu yang menangisi putranya yang tewas terbunuh di pangkuannya memicu badai kesakitan dan kemarahan. Pertumpahan darah hanya memperburuk masalah, terutama setelah India menolak untuk memulai proses negosiasi dengan Pakistan dan rakyat Kashmir untuk menyelesaikan konflik.

“Langkah-langkah represif India tidak lain adalah memicu kelompok-kelompok besar yang sengsara yang menimbulkan perlawanan terhadap India. Sekitar 2.500 orang telah ditangkap, 1.000 kendaraan telah ditahan dan puluhan toko telah ditutup karena perintah pemerintah yang represif, “kata laporan surat kabar itu.

Sumber: Arabi21.com
Redaktur: Sulhi El Izzi


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Pemerintah Didesak Hentikan Gelombang PHK Buruh

Sedikitnya 3 juta pekerja sektor usaha dirumahkan

Ahad, 03/05/2020 23:17 0

Indonesia

Momen Hardiknas, PKS Beberkan Masalah Pendidikan di Indonesia

Ketua Fraksi PKS DPR Jazuli Juwaini mengucapkan selamat Hari Pendidikan Nasional untuk para pelajar, guru, dan pendidik di seluruh Indonesia

Ahad, 03/05/2020 06:20 0

Manhaj

Dakwah Rahasia dan Generasi Pertama Pengikut Nabi Muhammad

Merupakan sesuatu yang lumrah bila yang pertama dilakukan oleh Rasulullah adalah menawarkan Islam kepada orang-orang yang dekat hubungan dengannya, baik itu anggota keluarga maupun sahabat-sahabat karibnya.

Sabtu, 02/05/2020 06:56 0

Indonesia

HNW Dorong Kemenag Tetap Bantu UKT Mahasiswa di Masa Pandemi

Walaupun pemotongan UKT tidak sampai 10%, tetapi dengan besaran yang berbeda, ataupun relaksasi pembayarannya, tetap akan sangat membantu para mahasiswa, dan hadirkan kondisi kondusif untuk mereka."

Sabtu, 02/05/2020 06:33 0

Indonesia

Mardani: Jokowi Pro Pemodal, Hari Buruh Nasional Jadi Hari Buruk

Kondisi buruh saat ini memperihatinkan karena sudah 2,8 juta buruh terkena PHK akibat Covid-19

Jum'at, 01/05/2020 18:19 0

Indonesia

88 Persen Jemaah Reguler Lunasi Biaya Haji di Tahap Pertama

Dari total kuota haji Indonesia tahun ini berjumlah 221.000, sebanyak 203.320 di antaranya adalah kuota haji reguler

Jum'at, 01/05/2020 17:47 0

Konsultasi

Hukum Sholat Menggunakan Masker di Tengah Pandemi Corona

Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh, kepada redaksi kiblat.net, pasca pandemi corona ada sebagian masjid di zona hijau yang masih menyelenggarakan sholat jamaah dengan protokol yang dianjurkan, seperti menggunakan masker, sosial distancing shaff serta mencuci tangan dan anjuran-anjuran lainnya.

Jum'at, 01/05/2020 06:44 0

Khutbah Jum'at

Khutbah Jumat: Bertahan di Tengah Pandemi Corona dengan Zuhud

Khutbah Jumat. Wabah Corona berdampak kepada sendi-sendi kehidupan manusia, tidak hanya pada masalah kesehatan, Corona juga berdampak pada masalah ekonomi. Di Indonesia ada sekitar 2,8 juta pekerja yang terkena PHK,

Jum'at, 01/05/2020 05:56 0

Indonesia

Perkara Dugaan Penistaan Agama oleh Sukmawati Dihentikan, Polisi Sebut Bukan Tindak Pidana

Sukmawati diduga menistakan agama karena membandingkan Nabi Muhammad dengan bapaknya

Jum'at, 01/05/2020 05:43 0

Indonesia

Izinkan TKA China Masuk Sultra, Politisi PKS: Pemerintah Tidak Peka dengan Suasana Kebatinan Masyarakat

Tenaga kerja asing (TKA) asal China berjumlah 500 orang direncanakan akan datang ke Indonesia untuk bekerja di perusahaan pemurnian nikel PT VDNI (Virtue Dragon Nickel Industry) Morosi, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara. Perusahaan itu diketahui sudah mendapat izin dari pemerintah pusat pada 22 April lalu.

Kamis, 30/04/2020 19:27 0

Close