... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Khazanah

Khutbah Jumat: Bertahan di Tengah Pandemi Corona dengan Zuhud

Foto: Khutbah Jumat

Khutbah Pertama

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَتُوْبُ إِلَيْهِ، وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ،

وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

صَلَاةً وَسَلَامًا عَلَى حَبِيبِنَا المُصْطَفَى –صلى الله عليه وسلم- وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُم بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّين

أُوصِيْكُمْ وَإٍيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ ,وَقَدْ قَال الله تَعَالى:

يَاأَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

وقال رسول الله:

إِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ، وَأَحْسَنَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ، وَشَرُّ الْأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلُّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلُّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ، وَكُلُّ ضَلَالَةٍ فِي النَّارِ

أَمَّا بَعْدُ

Jamaah Jumat Rahimakumullah

Wabah Corona berdampak kepada sendi-sendi kehidupan manusia, tidak hanya pada masalah kesehatan, Corona juga berdampak pada masalah ekonomi. Di Indonesia ada sekitar 2,8 juta pekerja yang terkena PHK, para pedagang harian, para pelaku bisnis dan hampir semua usaha terdampak oleh wabah Corona.

Banyak yang panik hingga stress, banyak yang kaget kemapanan hidupnya terganggu, banyak terpaksa melakukan tindakan kriminal dan lain sebagainya.

Sempitnya ekonomi di satu sisi memang musibah, aka tetapi itu akan menjadi puncak musibah jika hidup kita berorientasi kepada dunia. Hal yang berbeda ketika orientasi hidup kita adalah akhirat. Karena masalah ekonomi hanyalah musibah yang menimpa dunia kta, sedangkan kita masih punya akhirat sebagai tempat kembali. Mari kita simak kisah berikut ini.

Suatu kali, Anas bin Malik mendatangi Nabi Muhamad SAW. Ia mendapati beliau SAW sedang berbaring di atas alas tipis di atas tanah padang pasir yang panas membara. Di bawah kepala beliau SAW terdapat bantal kecil dari kulit binatang ternak yang diisi serabut kurma kering. Selembar kain tipis menjadi alas untuk tubuh beliau di atas kasur. Tidak mengherankan jika di leher dan di sebagian tubuh beliau terdapat bekas-bekas tindihan serabut, batu kerikil dan pasir.

Sesaat kemudian, masuklah Umar bin Khatthab menemui Nabi SAW dan mendapati beliau masih dalam kondisi berbaring di atas kasur tipis yang langsung menghampar di tanah. Pemandangan seperti itu langsung membuat Umar tidak bisa menahan tangis sedihnya.  Nabi SAW kemudian bertanya, “Apa yang membuat engkau menangis wahai Umar?”

Umar bin Khattab menjawab, “Demi Allah, bagaimana diriku tidak menangis wahai Rasulullah, sementara aku mengetahui bahwa engkau adalah manusia yang lebih mulia di sisi Allah dari pada Kisra Persia dan Kaisar Romawi. Mereka berdua hidup dengan segala kenikmatannya di dunia ini. Sementara engkau – wahai Rosululloh- berada di tempat ini seperti yang aku lihat?!”

Sejurus kemudian, Nabi SAW bersabda, “Tidakkah engkau rela wahai Umar, jika bagi mereka dunia ini dan bagi kita akhirat? Umar menjawab: “Tentu saja aku rela wahai Rasulullah.”

Jamaah Jumat Rahimakumullah

Dalam kesempatan dan kondisi yang tepat, Rasulullah SAW mengajarkan kepada Umar bin Khattab dan seluruh umatnya tentang kemuliaan hidup. Kemuliaan hidup yang didasarkan atas taqwa dan cinta kepada Allah ta’ala. Sebuah nasehat yang mengajarkan kepada umat ini tentang bagaimana seorang hamba memandang dunia dan akhirat. Karena kemulian seorang hamba terletak saat dirinya mendahulukan akhirat dari pada dunianya. Begitu pula dengan kehinaan seorang hamba terjadi tatkala dirinya menjadi budak dunia serta lalai akhiratnya. Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam menekankan poin penting dalam masalah hidup di dunia ini yaitu bersikap zuhud.

BACA JUGA  Khutbah Jumat: Sebab-sebab Kemuliaan Awal Dzulhijjah

Inilah tarbiyah Rasulullah SAW kepada para sahabatnya. Sehingga kita dapati bahwa para Sahabat Rasulullah SAW adalah orang-orang yang bertahan di dalam Islam dalam setiap krisis. Kita bisa saksikan ketika Rasululla SAW dan para sahabatnya diembargo oleh orang-orang Quraisy selama 2 tahun, mereka survive tanpa ada satupun di antara mereka yang murtad dan kembali ke pangkuan kesyirikan karena kemiskinan.

Bahkan mereka menjadi orang-orang yang dengan mudah dan gampang mengeluarkan hartanya di jalan Allah, seperti Utsman, Abdurrahman bin Auf, Umar bin Khotob dan Abu Bakar Ash-Shiddiq yang menginfakkan harta-harta mereka di kala kondisi paceklik melanda. Sedangkan mereka yang tidak memiliki kelebihan uang untuk diinfakkan justru merasa sedih karena kehilangan kesempatan beramal sholeh.

Jamaah Jumat Rahimakumullah

Seorang zahid memandang dunia sebagai suatu hal yang kecil semata. Baginya dunia adalah sarana untuk menuju akhirat. Maka, ketika dia dihadapkan suatu hal yang bertujuan akhirat dengan mengorbankan dunia, dia tidak akan berpikir dua kali untuk itu. Justru hal itu ia lakukan dengan sepenuh hati untuk mendapatkan keutamaan di akhirat.

Banyak para ulama menulis pembahasan khusus tentang zuhud dalam karya-karya mereka. Pembahasan ini terpisah dari kajian-kajian akhlak lainnya. Misalnya Abdullah bin Mubarak menulis kitab Az-Zuhdu wa Ar-Raqaiq. Al-Mu’affiy Al-Mushuliy menulis kitab Az-Zuhdu. Demikian juga para imam lainnya seperti Imam Waki’, Asad bin Musa, Ahmad bin Hambal, Hanad As-Sirri, Abu Dawud, Abu Hatim dan Imam Ibnu Abi Dunya. Ini membuktikan bahwa sikap zuhud adalah sikap yang mulia dan dari sini lahir jiwa-jiwa patriot yang rela berkorban demi keridhaan-Nya.

Jamaah Jumat Rahimakumullah

Imam Ahmad pernah ditanya tentang bagaimana zuhudnya orang yang memiliki harta, beliaupun menjawab: “Jika dirinya tidak terlalu bergembira dengan tambahnya harta dan tidak terlalu bersedih ketika berkurang”. Dalam kesempatan lain beliau menjelaskan zuhud dengan pendeknya angan-angan. Karena pendeknya angan membuat jiwa ingin sekali bertemu Allah dan tidak ingin tinggal lama di dunia. Sementara panjang angan membuat jiwa cinta dunia dan tidak ingin bertemu dengan Allah ta’ala.

Sejenak mari kita berhenti, merenungkan kembali angan-angan kita, apakah selama ini kita terlalu panjang angan-angan duniawinya sehingga ketika kondisi krisis melanda kita merasa terpuruk sekali, dan diperpara tanpa adanya pegangan akhirat, membuat diri kita semakin kelimpungan.

Sejenak kita merenung, apakah selama ini kita terlalu sibuk menyiapkan bekal duniawi, memperbagus rumah, menaikkan level hidup, mempergagah tunggangan, namun kita lupa untuk memperbagus amalan kita.

Oleh karena itu, mari kita putar haluan, kita jadikan akhirat sebagai prioritas dan dunia sebagai saran untuk mempersipakan sebaik-baik bekal di akhirat.

BACA JUGA  Shalat Jum'at Pertama di Hagia Sophia, Bendera Hamas Tampak Berkibar

Salah satu tips orang-orang zuhud dahulu tetap bertahan meski dengan sedikitnya rizki adalah keyakinan mereka bahwa selama mereka hidup maka Allah SWT senantiasa menjamin rizki mereka. Allah menjamin rizki setiap manusia dengan caranya, dengan kadar yang telah ditentukannya dan terkadang tidak sesuai dengan keinginan duniawi kita.

Jamaah Jumat Rahimakumullah

Selain mampu meyakinkan diri bahwa semua perkara dunia adalah fana dan hina serta berpaling darinya, untuk mencapai derajat zuhud ada syarat-syarat yang harus kita penuhi.

Abu Zakariya Yahya bin Muadz Ar-Razi, salah satu ulama ahlu sunnah wal jamaah yang hidup pada abad ke-3 H menyebutkan ada tiga syarat zuhud. Tokoh yang disebut sebagai seorang juru nasihat oleh Imam Adz-Dzahabi ini mengatakan, “Seseorang tidak akan mencapai hakikat zuhud sampai dalam dirinya terdapat tiga hal:

  1. Beramal tanpa terikat tujuan duniawi
  2. Berucap tanpa berharap apapun (selain pahala dari Allah)
  3. Mencari kemuliaan (Untuk akhirat), bukan untuk jabatan dunia.

Jamaah Jumat Rahimakumullah

Hasan Al-Basri menambahkan syarat zuhud, hendaklah kita percaya dan yakin sepenuhnya kepada balasan Allah. Sehingga tidak pernah terbetik dalam hati untuk berharap kepada selain Allah.

Maka dapat dipastikan bahwa ketika seseorang sudah mencapai derajat zuhud ia tidak lagi mengharap apapun dari manusia, harapannya hanya ia gantungkan pada Dzat yang Maha Kuasa, Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Sebagaimana kehidupan para nabi dalam berdakwah. Ketika mereka diberi iming-iming harta duniawi agar meninggalkan dakwahnya, jawaban mereka sama, yaitu:

إِنَّمَا نُطْعِمُكُمْ لِوَجْهِ اللَّهِ لا نُرِيدُ مِنْكُمْ جَزَاءً وَلا شُكُورًا

“Sesungguhnya Kami memberi makanan kepadamu hanyalah untuk mengharapkan keridaan Allah, kami tidak menghendaki balasan dari kamu dan tidak pula (ucapan) terima kasih.” (Al-Insan: 9)

Jamaah Jumat Rahimakumullah

Demikianlah khutbah yang dapat kami sampaikan semoga bermanfaat.

 وَالْعَصْرِ ﴿١﴾ إِنَّ الإِنسَانَ لَفِي خُسْرٍ ﴿2﴾ إِلاَّ الَّذِينَ ءَامَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْر

Khutbah Kedua

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ عَظِيْمِ الإِحْسَانِ وَاسِعِ الفَضْلِ وَالْجُوْدِ وَالْاِمْتِنَانِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ؛ صَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.

صَلَاةً وَسَلَامًا عَلَى حَبِيبِنَا المُصْطَفَى –صلى الله عليه وسلم- وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُم بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّين

أُوصِيْكُمْ وَإٍيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ ,وَقَدْ قَال الله تَعَالى

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ، وَتَابِعْ بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمْ بِالْخَيْرَاتِ

رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً ۚ إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ

رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

اللَّهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالفَحْشَاءَ وَالشَّدَائِدَ وَالفِتَنَ وَالمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ بُلْدَانِ يَارَبَّ العَالَمِيْنَ

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ الأُمِّيِّ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّم

 


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Perkara Dugaan Penistaan Agama oleh Sukmawati Dihentikan, Polisi Sebut Bukan Tindak Pidana

Sukmawati diduga menistakan agama karena membandingkan Nabi Muhammad dengan bapaknya

Jum'at, 01/05/2020 05:43 0

Indonesia

Izinkan TKA China Masuk Sultra, Politisi PKS: Pemerintah Tidak Peka dengan Suasana Kebatinan Masyarakat

Tenaga kerja asing (TKA) asal China berjumlah 500 orang direncanakan akan datang ke Indonesia untuk bekerja di perusahaan pemurnian nikel PT VDNI (Virtue Dragon Nickel Industry) Morosi, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara. Perusahaan itu diketahui sudah mendapat izin dari pemerintah pusat pada 22 April lalu.

Kamis, 30/04/2020 19:27 0

Indonesia

IPW: Bagi Sembako di Jalanan, Jokowi Langgar Ucapan Sendiri

Polri seharusnya menegur Presiden Joko Widodo

Kamis, 30/04/2020 16:42 0

Suriah

HRW: Rezim Assad Cegah Bantuan Masuk untuk Penanganan Corona

KIBLAT.NET, Damaskus – Rezim Bashar Assad menghalangi pengiriman persediaan medis dan personel yang diperlukan untuk...

Kamis, 30/04/2020 16:19 0

Amerika

Dua Pria AS Masuk Rumah Sakit Usai Tenggak Pemutih untuk Cegah Corona

Surat kabar lokal Amerika Atalanta melaporkan bahwa seorang pria dirawat di rumah sakit pada hari Sabtu setelah makan 16 ons pemutih.

Kamis, 30/04/2020 16:03 0

Suriah

AS Bentuk Unit Khusus Pasukan Penjaga Minyak di Suriah Timur

KIBLAT. NET, Hasakah — Amerika Serikat memulai proyek pembentukan unit militer khusus, yang unsur-unsurnya dari...

Kamis, 30/04/2020 08:11 0

Yaman

Ramadhan di Yaman Berjalan Normal di Tengah Pandemi

KIBLAT.NET, Sanaa – Di seluruh dunia, umat Muslim tahun ini tidak dapat merayakan bulan suci...

Rabu, 29/04/2020 18:02 0

Indonesia

Kampus Muhammadiyah-Aisyiyah Gelontorkan Puluhan Miliar untuk Ringankan Biaya Kuliah

Total stimulus penanggulangan Covid-19 senilai Rp 78.690.771.596

Rabu, 29/04/2020 16:18 0

Indonesia

Soal Rencana Kedatangan TKA Cina, IPW: Rakyat Sultra Perlu Mencontoh Cara Polisi Halau Pemudik

"Di satu sisi bangsanya sendiri dilarang mudik, di sisi lain 500 TKA Cina sudah diizinkan akan masuk"

Rabu, 29/04/2020 15:27 0

Arab Saudi

Syaikh Sudais: Yakinlah, Kita Akan Kembali Beribadah di Tanah Suci!

Kepala urusan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, Syaikh Abdurrahman as-Sudais, meyakinkan umat Islam bahwa mereka akan bisa beribadah kembali di Tanah Suci.

Rabu, 29/04/2020 12:57 2

Close