... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Suara Pembaca

Hukum Sholat Menggunakan Masker di Tengah Pandemi Corona

Foto: Hukum Sholat Menggunakan Masker

Pertanyaan:

Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh, kepada redaksi kiblat.net, pasca pandemi corona ada sebagian masjid di zona hijau yang masih menyelenggarakan sholat jamaah dengan protokol yang dianjurkan, seperti menggunakan masker, sosial distancing shaff serta mencuci tangan dan anjuran-anjuran lainnya. Nah pada kondisi seperti ini bagaimana hukum sholat menggunakan masker (penutup mulut dan hidung) mengingat adanya larangan dari Nabi untuk sholat menggunakan penutup muka?

Jawaban:

Penanya yang dirahmati Allah SWT, memang ada riwayat dari Nabi Muhammad SAW yang melarang seseorang untuk sholat menggunakan penutup muka (اللثام) hadits tersebut berbunyi:

نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عن السدل في الصلاة و أَنْ يُغَطِّيَ الرَّجُلُ فَاهُ

Artinya, “Rasulullah SAW melarang sadl[1] dan menutup mukanya saat sholat.

Pertama, hadits ini oleh sebagian ulama hadits dianggap dhoif, sebagaimana Imam Ahmad ketika mengomentari hadits ini beliau berkata:

حديث أبي هريرة في السَّدل ليس هو صحيح الإسناد

 Artinya, “Hadits riwayat Abu Hurairah tentang larangan sadl di dalam sholat (termasuk menutup muka) bukanlah hadits yang shohih secara sanad (jalur periwayatan).” (Al-Muqorror ala Abwabil Muharror)

Masalah sanad yang ada pada hadits ini disebutkan juga oleh Ibnul Mundzir di dalam Al-Awsath 5/41 dan An-Nawawi di dalam Al-Majmu’ 3/184.

Meskipun demikian para ulama berpendapat bahwa menutup muka (baca;menggunakan masker) saat sholat adalah makruh.  Sebagaimana disebutkan oleh Imam An-Nawawi di dalam Al-Majmu’ Syarh Al-Muhadzdzab:

ويكره أن يصلي الرجل متلثما أي مغطيا فاه بيده أو غيرها ويكره أن يضع يده على فمه في الصلاة إلا إذا تثاءب فإن السنة وضع اليد على فيه

Artinya, “Dimakruhkan seseorang menggunakan litsam (penutup mulut dan hidung) atau menutup mulutnya dengan tangannya atau selainnya sebagaimana dimakruhkan pula baginya meletakkan tangannya di mulut saat sholat kecuali dia menguap karena sunnahnya (ketika menguap) meletakkan tangan pada mulut.” (Al-Majmu 3/184)

BACA JUGA  Bom Diledakkan di Masjid Kabul, Tewaskan Imam Rawatib

Ibnul Mundzir di dalam Al-Awsath setelah meriwayatkan hadits Abu Hurairoh di atas mengatakan bahwa hukum menutup muka saat sholat adalah makruh dan beliau menytakan bahwa ini adalah pendapat para sahabat dan ulama tabi’i seperti, Ibnu Umar, Abu Hurairah, Atho bin ABi Rabah, Said bin Musayab , An-Nakho’i , Salim Bin Abdillah, Asy-Sya’bi, Hammad bin Abi Sulaiman, Malik, Ahmad dan Ishaq bin Rahawaih. (Al-Awasth 3/451)

Sebagian ulama mengatakan bahwa sisi kemakruhannya karena ini adalah adab ketika bermunajat kepada Allah.

Akan tetapi yang perlu menjadi catatan adalah kemakruhan ini berlaku apabila tidak ada hajat untuk menggunakan penutup muka. Jika ada hajat maka kemakruhannya menjadi hilang. Sebagaimana yang disampaikan oleh An-Nawawi di atas, bahwa jika dia perlu menutup mulutnya karena menguap maka hal itu diperbolehkan.

Ibnu Abdir Barr Al-Maliki berkata:

أجمعوا على أن على المرأة أن تكشف وجهها في الصلاة والإحرام، ولأن ستر الوجه يخل بمباشرة المصلي بالجبهة والأنف ويغطي الفم، وقد نهى النبي صلى الله عليه وسلم الرجل عنه، فإن كان لحاجة كحضور أجانب فلا كراهة، *وكذلك الرجل تزول الكراهة في حقه إذا احتاج إلى ذلك*

Artinya, “Para ulama sepakat bahwa wajib bagi perempuan membuka wajahnya di dalam shlat dan ihram, karena menutup wajah membuat orang yang sholat tidak menempelkan kening dan hidung (ke tempat sujud) dan menutup mulut dan Nabi SAW melarang laki-aki untuk melakukan hal tersebut (menutup muka). Namun apabila ada hajat seperti adanya laki-laki yang bukan mahrom, maka tidak makruh. Begitu juga laki-laki, kemakruhan itu hilang jika ada hjat yang menuntut.” (Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyah Al-Kuwaitiyah 41/135)

Syaikh Muhammad bin Sholeh Al-Utsaimin berkata:

BACA JUGA  Imam Masjid yang Tewas di Kabul Pernah Suarakan Diakhirinya Invasi AS

ويستثنى منه ما إذا تثاءب وغطى فمه ليكظم التثاؤب فهذا لا بأس به، أما بدون سبب فإنه يكره، فإن كان حوله رائحة كريهة تؤذيه في الصلاة، واحتاج إلى اللثام فهذا جائز؛ لأنه للحاجة، وكذلك لو كان به زكام، وصار معه حساسية إذا لم يتلثم، فهذه أيضاً حاجة تبيح أن يتلثم.

Artinya, “Dan dikecualikan jika seseorang menguap dan dia menutup mulutnya untuk menahannya, maka ini tidak mengapa adapun jika dilakuakan (menutup wajah dilakukan) tanpa sebab maka hukumnya makruh. Jika di sekitarnya ada bau yang mengganggu dholat dan dia membutuhkan penutup muka maka diperbolehkan. Karena ada ada hajat untuk itu. Begitu juga jika dia pilek dan sensitif jika tidak menutup muka, ini juga hajat yang membolehkan seseorang menutup muka dalam sholat.” (Asy-Syarhul Mumti’ 2/193)

Kebolehan menggunakan penutup muka saat sholat ketika ada hajat untuk itu juga difatwakan oleh syaikh Sholih Al-Munajjid , Syaikh Sa’ad Al-Khotslan dan yang lainnya.

Kesimpulan

Hukum asal menggunakan penutup muka (masker) saat sholat adalah makruh. Namun kemakruhan tersebut bisa hilang jika ada kondisi yang menghajatkan untuk menggunakan masker seperti menguap atau adanya bau yang mengganggu.

Virus Corona seperti yang sudah kita ketahui telah berdampak kepada kehidupan kita hari ini. Bahkan sampai menggugurkan hal-hal yang wajib menurut para ulama seperti sholat Jumat dan sholat Jamaah.

Atas dasar itu virus Corona lebih kuat dari sekedar menguap dan bau yang tidak sedap dalam mengugurkan kemakruhan sholat menggunakan penutup muka. Wallahu a’lamu bissowab

Sumber: Alqayim.org

Dijawab oleh Miftahul Ihsan

 

[1] Adapun tentang Sadl ada beberapa pendapat ulama dalam mengartikannya, ada yang mengartikannya dengan menjulurkan pakaian ke tanah saat sholat ada junga yang memaknainya dengan menggulung pakaian saat sholat.


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Khutbah Jum'at

Khutbah Jumat: Bertahan di Tengah Pandemi Corona dengan Zuhud

Khutbah Jumat. Wabah Corona berdampak kepada sendi-sendi kehidupan manusia, tidak hanya pada masalah kesehatan, Corona juga berdampak pada masalah ekonomi. Di Indonesia ada sekitar 2,8 juta pekerja yang terkena PHK,

Jum'at, 01/05/2020 05:56 0

Indonesia

Perkara Dugaan Penistaan Agama oleh Sukmawati Dihentikan, Polisi Sebut Bukan Tindak Pidana

Sukmawati diduga menistakan agama karena membandingkan Nabi Muhammad dengan bapaknya

Jum'at, 01/05/2020 05:43 0

Indonesia

Izinkan TKA China Masuk Sultra, Politisi PKS: Pemerintah Tidak Peka dengan Suasana Kebatinan Masyarakat

Tenaga kerja asing (TKA) asal China berjumlah 500 orang direncanakan akan datang ke Indonesia untuk bekerja di perusahaan pemurnian nikel PT VDNI (Virtue Dragon Nickel Industry) Morosi, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara. Perusahaan itu diketahui sudah mendapat izin dari pemerintah pusat pada 22 April lalu.

Kamis, 30/04/2020 19:27 0

Indonesia

IPW: Bagi Sembako di Jalanan, Jokowi Langgar Ucapan Sendiri

Polri seharusnya menegur Presiden Joko Widodo

Kamis, 30/04/2020 16:42 0

Suriah

HRW: Rezim Assad Cegah Bantuan Masuk untuk Penanganan Corona

KIBLAT.NET, Damaskus – Rezim Bashar Assad menghalangi pengiriman persediaan medis dan personel yang diperlukan untuk...

Kamis, 30/04/2020 16:19 0

Amerika

Dua Pria AS Masuk Rumah Sakit Usai Tenggak Pemutih untuk Cegah Corona

Surat kabar lokal Amerika Atalanta melaporkan bahwa seorang pria dirawat di rumah sakit pada hari Sabtu setelah makan 16 ons pemutih.

Kamis, 30/04/2020 16:03 0

Suriah

AS Bentuk Unit Khusus Pasukan Penjaga Minyak di Suriah Timur

KIBLAT. NET, Hasakah — Amerika Serikat memulai proyek pembentukan unit militer khusus, yang unsur-unsurnya dari...

Kamis, 30/04/2020 08:11 0

Yaman

Ramadhan di Yaman Berjalan Normal di Tengah Pandemi

KIBLAT.NET, Sanaa – Di seluruh dunia, umat Muslim tahun ini tidak dapat merayakan bulan suci...

Rabu, 29/04/2020 18:02 0

Indonesia

Kampus Muhammadiyah-Aisyiyah Gelontorkan Puluhan Miliar untuk Ringankan Biaya Kuliah

Total stimulus penanggulangan Covid-19 senilai Rp 78.690.771.596

Rabu, 29/04/2020 16:18 0

Indonesia

Soal Rencana Kedatangan TKA Cina, IPW: Rakyat Sultra Perlu Mencontoh Cara Polisi Halau Pemudik

"Di satu sisi bangsanya sendiri dilarang mudik, di sisi lain 500 TKA Cina sudah diizinkan akan masuk"

Rabu, 29/04/2020 15:27 0

Close