... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Izinkan TKA China Masuk Sultra, Politisi PKS: Pemerintah Tidak Peka dengan Suasana Kebatinan Masyarakat

Foto: Anggota Komisi I DPR RI, Sukamta

KIBLAT.NET, Jakarta – Tenaga kerja asing (TKA) asal China berjumlah 500 orang direncanakan akan datang ke Indonesia untuk bekerja di perusahaan pemurnian nikel PT VDNI (Virtue Dragon Nickel Industry) Morosi, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara. Perusahaan itu diketahui sudah mendapat izin dari pemerintah pusat pada 22 April lalu.

Meskipun sudah mendapat izin dari pemerintah pusat, Gubernur dan DPRD Sulawesi Tenggara tetap menolak kedatangan 500 TKA tersebut. Larangan Menhub untuk siapapun yang pernah transit di China untuk masuk Indonesia menjadi landasan mereka.

Bahkan, ketua DPRD Sultra, Abdurahman Saleh menyatakan akan memimpin sendiri aksi penolakan jika kedatangan mereka tetap dipaksakan.

Hal tersebut pun menarik perhatian anggota Komisi I DPR-RI, Sukamta. Politisi PKS tersebut mendukung sikap Gubernur dan DPRD, ia juga menyebut jika pemerintah pusat seperti tidak peka dengan suasana kebatinan masyarakat saat pandemi Covid-19 ini.

Menurut Sukamta, harusnya yang diprioritaskan adalah kesehatan dan keselamatan rakyat Indonesia. Apalagi rakyat dan Forkopimda sebagai tuan rumah juga tegas menolak.

“Harusnya pemerintah pusat sejalan dengan pemikirannya sendiri. Pemerintah harusnya membatasi pergerakan warga negara asing yang akan masuk ke Indonesia, sebagaimana pemerintah membatasi masyarakatnya sendiri dengan PSBB, termasuk larangan mudik,” kata Sukamta dalam keterangan tertulis pada Kamis (30/04/2020).

Wakil Ketua Fraksi PKS Bidang Polhukam ini menambahkan bahwa terlepas dari para TKA China ini memegang visa kunjungan atau visa kerja, harusnya pemerintah pusat tidak menerima TKA China terlebih dahulu. Terlebih dalam Permenkumham No. 11 tahun 2020 tentang Pelarangan Sementara Orang Asing Memasuki Wilayah Negara Republik Indonesia pasal 3 diatur bahwa pengecualian bagi warga asing pemegang KITAS atau KITAP disyaratkan dalam 14 hari sebelumnya berada di negara yang bebas dari Covid-19.

BACA JUGA  Polri Minta Tambahan Anggaran Rp 19 Triliun

“Menerima masuknya TKA dari negara China yang merupakan negara asal virus, jelas bertentangan dengan aturan tersebut,” ujarnya.

Pemerintah pusat, lanjut Sukamta, harusnya sensitif dengan perasaan dan kondisi masyarakat khususnya yang terdampak pandemi Covid-19 ini. Dimana banyak masyarakat yang kehilangan pekerjaan, kehilangan penghasilan, dan pergerakannya harus dibatasi, tapi pemberian bantuan sosial belum maksimal.

“Dimulai dari pendataan warga yang kacau, hingga tidak meratanya pembagian bantuan sosial, banyak yang tidak mendapatkan bantuan sosial padahal sangat membutuhkan,” ungkapnya.

Isu TKA China sendiri sebelumnya sudah sensitif, terutama soal hubungan perusahaan asing dengan lingkungan dan masyarakat sekitar termasuk soal penyerapan tenaga kerja lokal. Ditambah lagi dengan kondisi akibat pandemi corona.

“Kita tidak ingin eskalasi masalah ini meningkat, karena bisa menimbulkan ketegangan dan gesekan sosial. Kita ingin hindari itu. Karena jika kerusuhan terjadi, maka efek ekonomi bisa lebih parah lagi,” pungkasnya.

Reporter: Azzam Diponegoro
Editor: Rusydan Abdul Hadi


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Suriah

HRW: Rezim Assad Cegah Bantuan Masuk untuk Penanganan Corona

KIBLAT.NET, Damaskus – Rezim Bashar Assad menghalangi pengiriman persediaan medis dan personel yang diperlukan untuk...

Kamis, 30/04/2020 16:19 0

Amerika

Dua Pria AS Masuk Rumah Sakit Usai Tenggak Pemutih untuk Cegah Corona

Surat kabar lokal Amerika Atalanta melaporkan bahwa seorang pria dirawat di rumah sakit pada hari Sabtu setelah makan 16 ons pemutih.

Kamis, 30/04/2020 16:03 0

Suriah

AS Bentuk Unit Khusus Pasukan Penjaga Minyak di Suriah Timur

KIBLAT. NET, Hasakah — Amerika Serikat memulai proyek pembentukan unit militer khusus, yang unsur-unsurnya dari...

Kamis, 30/04/2020 08:11 0

Yaman

Ramadhan di Yaman Berjalan Normal di Tengah Pandemi

KIBLAT.NET, Sanaa – Di seluruh dunia, umat Muslim tahun ini tidak dapat merayakan bulan suci...

Rabu, 29/04/2020 18:02 0

Arab Saudi

Syaikh Sudais: Yakinlah, Kita Akan Kembali Beribadah di Tanah Suci!

Kepala urusan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, Syaikh Abdurrahman as-Sudais, meyakinkan umat Islam bahwa mereka akan bisa beribadah kembali di Tanah Suci.

Rabu, 29/04/2020 12:57 2

Suara Pembaca

Standar Cinta dan Benci Seorang Muslim

Perasaan cinta dan benci adalah sebuah fitrah yang ada pada diri setiap manusia. Kedua perasaan ini tergolong pada naluri baqa, yaitu naluri mempertahankan diri yang akan muncul dalam keadaan tertentu atau ada sesuatu yang memancingnya.

Rabu, 29/04/2020 10:08 0

Turki

Turki Kirim Bantuan Alat Medis ke AS

KiAnadoluKIBLAT. NET, Ankara — Pesawat militer Turki sarat perlengkapan medis dan Alat Pelindung Diri (APD)...

Rabu, 29/04/2020 08:11 0

Rohah

Sang Penggerak Itu Bernama Hati

Sesungguhnya di dalam tubuh kita ada segumpal daging, yang bilamana daging itu baik maka baiklah seluruh badan kita. Eksistensi hati dalam tubuh kita bagaikan seorang panglima yang mempunyai kewenangan mutlak dalam mengatur seluruh pasukannya. Dialah awal mula kelahiran sebuah tekad dan niat yang akan menjadi pedoman bagi anggota badan yang lain dalam bekerja. Instruksi hati lah yang akan mengarahkan anggota badan yang lain untuk berbuat dan bertindak, entah ke arah yang baik ataupun arah yang buruk, kepada cahaya kebenaran ataupun gulita kebathilan, kepada indahnya kebaikan ataupun tipu daya keburukan.

Rabu, 29/04/2020 06:26 0

Artikel

Meraih Keutamaan Ramadhan

Ramadhan merupakan suatu momen super khusus disediakan Allah Swt kepada kaum muslimin. Dikatakan demikian karena bulan Ramadhan memiliki banyak keutamaan yang tidak dimiliki bulan lainnya. Allah Swt menyediakan berbagai keutamaan ini kepada orang-orang yang memperbanyak ibadah di bulan Ramadhan. Inilah rahmat dan nikmat Allah Swt yang diberikan kepada hamba-hamba-Nya yang memanfaatkan moment ini dengan memperbanyak ibadah. Maka bersyukurlah kepada Allah dengan dipertemukan dengan bulan Ramadhan ini.

Rabu, 29/04/2020 05:31 0

Malaysia

Team Ustadz Adi Hidayat Bantu WNI di Malaysia Terdampak Corona Rp 100 Juta

Bantuan dari Team Ustadz Adi Hidayat itu disalurkan melalui Pengurus Muslim-KL dan Ormas-ormas Indonesia di Malaysia

Selasa, 28/04/2020 20:05 0

Close