Syarh Safinatun Najah 03: Rukun-Rukun Wudhu

فصل فروض الوضوء ستة: الأول:النية ، الثاني : غسل الوجه ، الثالث: غسل اليدين مع المرفقين ، الرابع : مسح شيء من الرأس ، الخامس : غسل الرجلين مع الكعبين ، السادس :الترتيب .

Artinya, “Pasal : Rukun wudhu ada 6. Pertama, niat. Kedua, membasuh muka. Ketiga, Membasuh tangan hingga siku. Keempat, Mengusap sebagian kepala. Kelima, mencuci kedua kaki hingga mata kaki. Keenam, berurutan.”

KIBLAT.NET – Syaikh Salim bin Sumair Al-Hadromi menjelaskan rukun-rukun wudhu. Sebelum menjelaskan satu persatu dari rukun wudhu, sebaiknya kita mengenal dulu apa itu wudhu.

Wudhu secara bahasa adalah membasuh bagian tertentu. Berasal dari kata Wadho’ah (الوضاءة)  yang berarti keindahan. Dan biasa keindahan itu akan terlihat setelah dibasuh dan dibersihkan.

Secara istilah wudhu adalah nama untuk kegiatan membasuh bagian-bagian tubuh tertentu dengan niat khusus. Sebagaimana disebutkan oleh syaikh Ahmad Asy-Syathiri di dalam kitab Nailur Roja.

Rukun wudhu ini diambil dari firman Allah SWT :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلَاةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوا بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَيْنِ ۚ

Artinya, “Wahai orang-orang yang beriman, jika kalian berdiri untuk sholat, maka basuhlah wajah kalian dan tangan kalian hingga siku, dan usaplah kepala kalian dan (basuhlah) kaki kalian hingga mata kaki.” (QS Al-Maidah : 6)

Rukun wudhu ada enam:

Pertama: Niat

Niat di dalam hati dan disunahkan untuk dilafazkan. Niat dihadirkan ketika awal membasuh muka. Jika ada bagian muka yang terbasuh sebelum hadirnya niat, maka bagian itu wajib diulangi lagi. Karena keterbasuhannya menjadi tidak sah karena dibasuh sebelum hadirnya niat.

Lafaz niat untuk berwudhu adalah Nawaitul Wudhu (نَوَيْتُ الوُضُوْءَ).

BACA JUGA  Komnas HAM: Penembakan Laskar Bukan Pelanggaran HAM Berat

Kedua: Membasuh Muka

Muka adalah segala sesuatu yang berada antara tempat tumbuhnya rambut hingga dagu dan berada antara dua telinga (kanan dan kiri). Maka setiiap rambut yang tumbuh pada bagian ini, alis mata, kumis, jambang wajib dibasuh hingga sampai ke kulit yang tertupi oleh rambut tersebut karena semuanya meupakan area wajah.

Adapun jenggot, jika jenggotnya tipis, maka jenggot dab kulit yang dibawahnya wajib dibasuh, namun jika jenggotnya tebal (yaitu bila bagian kulit di bawah jenggot tidak erlihat saat berbicara berhadapan) maka wajib membasuh bagian luar saja sedangkan bagian dalamya (termasuk kulit yang tertupi oleh jenggot) tidak wajib dibasuh.

Ketiga: Membasuh kedua tangan hingga siku

Bagian tangan yang wajib dibasuh adalah dari ujung kuku hingga siku. Dan agar terpenuhinya basuhan terhaap siku, maka sebaiknya dilebihkan sedikit guna memastikan terbasuhnya siku.

Bagi orang yang memiliki kelainan seperti sikunya lebih pendek ata lebih panjang dari orang pada biasanya, maka yang wajib dibasuh tetap sampai ke siku, karena yang menjadi batas adalah siku.

Sedangkan bagi mereka yang terputus tangannya, maka ada beberaa kondisi. Jika tangannya terputus dari pergelangan dan masih menyisakan lengan bawah sampai ke siku, maka wajib membasuh bagian tersebut.

Kondisi berikutnya, jika bagian yang terputus adalah bagian atas siku maka disunahkan membasuh bagian lengan atasnya.

Keempat: Mengusap sebagian kepala

Batas minimal yang diusap adalah sehelai rambut, atau jika seseorang  botak maka yang wajib adalah mengusap sebagian tempat tumbuhnya rambut. Jika sseorang memiliki rambut yang panjang yang keluar dari batas kepala, maka tidak boleh baginya mencukupkan diri dengan hanya mengusap bagian rambut yang di luar kepala.

BACA JUGA  Netanyahu Perintahkan Pembangunan Rumah di Tepi Barat Dilanjutkan

Jika seorang membasuh rambut sebagai ganti dari mengusap maka tidaklah mengapa, sebagaimana tidak mengapa pula jika seseorang meneteskan satu tetes air ke kepalanya, maka itu cukup baginya dan telah sah baginya mengusap kepala.

Kelima: Membasuh kedua kaki hingga mata kaki

Sama seperti membasuh tangan, jika mata kaki seseorang beraa tidak pada tempatnya yaitu dengan lebih tinggi atau lebih rendah dari biasanya maka yang menjai acuan adalah mata kakinya. Jika seseorang tidak memiliki mata kaki, maka yang wajib dibasuh hingga tempat di mana mata kaki berada.

Keenam: Berurutan

Yaitu antara satu rukun dengan rukun yang lainnya haruslah dilakukan secara berurutan. Jika seseorang membasuh tangan kemudian membasuh mukanya, maka basuhan tangannya tidak sah karena dibasuh tidak pada urutan yang telah ditentukan.

Atau jika seseorang meminta orang lain untuk membasuh semua anggota wudhunya dalam satu waktu, maka yangdianggap sah hanya basuhan muka, sedangkan basuhan terhadap rukun yang lain dianggap tidak sah. Karenamenyalahi urutan yang telah ditentukan.

Semua rukun di atas hanya wajib dibasuh satu kali. Adapun membasuhnya tiga kalia adalah bagian dari sunah wudhu.

Tambahan: Adapun sunah-sunah wudhu sangat banyak sekali. Di antaranya, mengucap basmalah ketika memulai wudhu, bersiwak, mencuci tangan sebelum memasukkannya ke bejana. Kumur-kumur, memasukkan air ke hidung, mengusap semua kepala, mengusap telinga, membasuh setiap anggota wudhu tiga kali dan lain-lain.

Sumber :

1. Kasyifatus Saja syarh Safinatun Naja karya Imam Nawawi Al-Bantani Al-Jawi

2. Nailur Roja bi syarhi Safinatun Naja karya Sayyid Ahmad bin Umar Asy-Syathiri

Disusun oleh : Miftahul Ihsan

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat