... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Taliban Tolak Permintaan Gencatan Senjata Rezim Kabul

Foto: Pejuang Taliban.

KIBLAT. NET, Kabul — Imarah Islam Afghanistan (Taliban) menolak permintaan rezim Kabul untuk diterapkan gencatan senjata selama Ramadhan. Permintaan itu dianggap tidak masuk akal dan menghambat proses perdamaian Afghanistan.

“Taliban telah menyetujui, melalui kesepakatan dengan Amerika Serikat, tentang mekanisme kerja komprehensif untuk mencapai solusi permanen untuk krisis ini, dan mekanisme itu juga sudah menjadi pegangan Dewan Keamanan,” kata Suhail Shaheen, juru bicara kantor politik Taliban, dalam sebuah tweet di Twitter seperti dilansir dari Al Araby Al Jadid pada Jumat (24/04/2020).

Dengan mengimplementasikan perjanjian itu, imbuh Shaheen, diharapkan kita akan mencapai rekonsiliasi dan gencatan senjata. Akan tetapi yang terjadi, karena wabah Corona, sejumlah besar tahanan berada dalam bahaya. Kondisi ini menghambat pelaksanaan perjanjian antara Taliban dan Amerika dan menghalangi proses perdamaian secara umum.

“Dalam hal ini permintaan gencatan senjata tidak masuk akal,” tambahnyal.

Sebelumnya, juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid menuduh Amerika Serikat gagal dalam membuat kesepakatan dengan Taliban. Kesepakatan menetapkan pembebasan 5 ribu tahanan anggota Taliban, tetapi itu tidak terlaksana.

Mujahid mencatat bahwa tidak ada poin dalam kesepakatan yang sudah ditandatangani Taliban dan Washington yang mengkonfirmasi gencatan senjata dan penghentian operasi bersenjata melawan pasukan Afghanistan. Gencatan senjata adalah sesuatu yang dapat dibahas dalam dialog Afghanistan-Afghanistan.

Perlu dicatat, Presiden Afghanistan Ashraf Ghani dan penasihat keamanan nasionalnya, Hamdullah Moheb, dalam pernyataan mereka pada kesempatan bulan Ramadhan meminta gencatan senjata kepada Taliban selama bulan suci.

BACA JUGA  Taliban Bantah Afghanistan Jadi Tempat Sembunyi Pemimpin Al-Qaidah

Dalam sebuah pernyataan, Moheb mengatakan bahwa pemerintah Afghanistan meminta Taliban untuk gencatan senjata selama bulan Ramadhan agar rakyat dapat melakukan tugas-tugas keagamaan dalam suasana jaminan, yang merupakan kesempatan yang baik untuk mengumumkan ini. Ia menekankan bahwa angkatan bersenjata Afghanistan akan membalas setiap operasi bersenjata.

Pada saat yang sama, pemerintah Afghanistan hari ini mengumumkan bahwa mereka membebaskan 55 anggota Taliban dari perbagai penjara di seluruh provinsi.

Dalam sebuah tweet di Twitter, juru bicara Kantor Penasihat Keamanan Nasional Javed Faisal mengatakan bahwa langkah itu datang untuk bergerak menuju rekonsiliasi dan memerangi pandemi Corona.

Selasa lalu, pemerintah membebaskan 71 tahanan Taliban dari berbagai penjara di negara itu.

Pemerintah sebelumnya telah membebaskan 360 anggota Taliban sebagai imbalan atas pembebasan 60 tahanan tentara pemerintah. Pertukaran tahanan itu kesempatan untuk bergerak maju menuju dialog antara kedua pihak, yang pada gilirannya akan mengarah pada solusi jangka panjang untuk krisis negara tersebut.

Sumber: Al Araby Al Jadid
Redaktur: Sulhi El Izzi


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Polemik Mudik vs Pulkam Jangan Sampai Buat Lengah Awasi Dana Covid-19

"Jangan sampai (seperti) kejadian 1998, membuat negara hingga hari ini harus menanggung beban hutang 600T"

Jum'at, 24/04/2020 15:51 0

Foto

Begini Suasana Tarawih Pertama di Masjidil Haram

Tarawih malam pertama itu diimami oleh Syaikh Su'ud Asy-Syuraim. Beliapun meneteskan air mata di rekaat pertama.

Jum'at, 24/04/2020 15:13 0

Artikel

Marhaban Ramadhan, Tamu Agung dengan Segala Kemuliaannya

Begitu banyak sifat mulia pada Bulan Ramadhan, bulan mubarok, bulan Al-Quran dan sekian sifat mulia lainnya. Selayaknya tamu yang agung sudah pastinya orang-orang beriman memuliakannya.

Jum'at, 24/04/2020 13:38 0

Khutbah Jum'at

Khutbah Jumat: Ibadah Ramadhan Tetap Prima, Meski Corona Melanda

Khutbah Jumat: Ibadah Ramadhan Tetap Prima, Meski Corona Melanda

Jum'at, 24/04/2020 08:58 1

Indonesia

PKS: Ramadhan Di Tengah Pandemi Momentum Solidaritas Nasional

Ketua Fraksi PKS DPR RI, Jazuli Juwaini, mengucapkan selamat memasuki Ramadhan kepada umat muslim di seluruh Indonesia dan menyampaikan pesan solidaritas nasional

Kamis, 23/04/2020 17:49 0

Indonesia

PSBB Dibarengi Penutupan Akses Bentuk Karantina Wilayah Setengah Hati

Pengamat Hukum dari Universitas Al-Azhar, Supari Ahmad menilai bahwa penutupan akses keluar-masuk Jabodetabek kurang jelas.

Kamis, 23/04/2020 17:40 0

Manhaj

Racun Hati dan Penawarnya

Hati mati adalah hati yang tidak menerima dan tidak patuh kebenaran. Sedangkan hati sakit adalah hati yang apabila penyakitnya lebih dominan, maka keadaaanya hampir sama dengan hati yang mati dan keras. Tetapi bila kesehatannya lebih dominan, maka keadaanya hampir sama dengan hati yang sehat.

Kamis, 23/04/2020 16:07 0

Indonesia

Kyai Cholil Nafis: Puasa Saat Pandemi Covid-19 Tidak Bisa Diganti Fidyah

Satgas Covid-19 MUI Pusat, Kyai Cholil Nafis menyatakan bahwa MUI belum pernah menerima pertanyaan atau permintaan fatwa secara resmi dari pihak manapun untuk menetapkan hukum fidyah menggantikan kewajiban puasa Ramadhan karena mewabahnya Pandemi Covid-19.

Kamis, 23/04/2020 10:22 0

Indonesia

Jusuf Kalla: Tidak Ada Gunanya Mudik Sekarang

Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI), Jusuf Kalla menyampaikan bahwa mudik bukan menjadi hal penting sekarang ini.

Kamis, 23/04/2020 09:48 0

Indonesia

Pengamat: Meski Mundur dari Stafsus, Belva Tetap Untung

Pengamat Politik Ujang Komarudin menilai bahwa Belva Devara memang sudah pantas mundur dari stafsus Presiden Jokowi. Meski mundur, ia menilai Belva tetap untung besar.

Rabu, 22/04/2020 18:30 0

Close