... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Dewan Pers Tolak Pembahasan RUU KUHP dan Cipta Kerja

Foto: Dewan Pers

KIBLAT.NET, Jakarta – Dewan Pers menolak pembahasan RUU Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan RUU Cipta Kerja di tengah pandemi Covid-19. Kedua RUU itu dinilai akan mengancam kemerdekaan pers.

Di tengah pandemi Covid-19 yang juga melanda Indonesia, Komisi III DPR RI dan Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan untuk melanjutkan pembahasan Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RUU KUHP) dalam rapat kerja Rabu (04/04/2020). Tidak hanya itu, pemerintah juga telah mengirimkan draft Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja ke DPR RI.

Dewan Pers menyatakan sikap atas pembahasan dua RUU sarat kontroversi tersebut. “Menolak pembahasan RUU KUHP terkait dengan pasal-pasal yang dapat mempengaruhi kemerdekaan pers,” kata Ketua Dewan Pers Mohamad Nuh dalam pernyataan tertulis di Jakarta, Kamis (16/04/2020).

Pasal-pasal dalam draft RUU KUHP 15 September 2019 yang dinilai mengancam kemerdekaan pers antara lain Pasal 217-220 tentang Tindak Pidana Terhadap Martabat Presiden dan Wakil Presiden, Pasal 240 dan 241 terkait penghinaan terhadap Pemerintah, Pasal 262 dan 263 tentang penyiaran berita bohong, Pasal 281 tentang gangguan dan penyesatan proses peradilan.

Selain itu, Pasal 304-306 tentang tindak pidana terhadap agama, Pasal 353-354 tentang Penghinaan terhadap Kekuasaan Umum dan Lembaga Negara, Pasal 440 tentang pencemaran nama baik, dan Pasal 446 tentang pencemaran terhadap orang mati, serta pasal-pasal lainnya.

BACA JUGA  Muhammadiyah: Polisi yang Pukul Relawan Harus Ditindak Tegas

“Menolak pembahasan RUU Cipta Kerja khususnya adanya upaya perubahan terhadap Pasal 11 dan Pasal 18 UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers,” lanjut Mohammad Nuh.

Dewan Pers juga mendesak DPR dan Pemerintah untuk menunda pembahasan berbagai rancangan perundangan, termasuk RUU KUHP dan RUU Cipta Kerja tersebut, sampai dengan kondisi yang lebih kondusif. Sehingga pelaksanaan proses legislasi dapat berjalan secara layak, memadai dan memperoleh legitimasi, saran, dan masukan yang baik dari masyarakat sipil maupun komunitas pers secara maksimal.

Reporter: Imam S.


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Manhaj

Tadabur Al-Quran: Stimulus untuk Menyelami Kedalaman Makna Al-Quran

Ibnu Masud berkata, “Sesiapa yang menginginkan ilmu, hendaklah ia mengkaji-mendalami-menadabburi Al-Qur'an, karena di dalamnya terdapat ilmu orang terdahulu dan ilmu orang terkemudian.”

Ahad, 19/04/2020 06:59 0

Info Event

Hujan dan Malam Tak Halangi Tukang Ojol Cari Nafkah di Tengah Pandemi Covid-19

KIBLAT.NET PEDULI UMAT menyalurkan bantuan kepada orang-orang yang terpaksa keluar rumah saat wabah Covid-19 untuk mencari nafkah

Sabtu, 18/04/2020 19:13 0

News

Muslim Dituding Biang Corona, Cendekiawan Ini Seru Pengusiran Hindu India

KIBLAT.NET, Riyadh – Umat ​​Hindu militan yang menyebarkan kebencian dan melakukan kejahatan terhadap Muslim harus...

Sabtu, 18/04/2020 14:00 0

Mesir

Cerita Lansia Mesir Pulih dari Corona: Jangan Putus Harapan!

Para dokter tak yakin dirinya bertahan mengingat kondisinya yang memburuk.

Sabtu, 18/04/2020 13:14 0

Arab Saudi

Arab Saudi dan Rusia Sepakat Kurangi Produksi Minyak hingga Juni

Kantor Berita Saudi menyatakan bahwa mereka melakukan kesepakatan bersama dengan negara-negara penghasil minyak lainnya.

Sabtu, 18/04/2020 12:15 0

News

Cegah Penyebaran Corona, Komunitas Jurnalis Ini Bagikan 1.000 Masker dan Hand Sanitizer

Ishaq mengaku prihatin dengan para pekerja lepas yang tidak bisa melindungi diri dengan masker dan hand sanitizer di tengah pandemi.

Jum'at, 17/04/2020 22:23 0

Palestina

Hindari Corona, Tarawih di Masjid Al Aqsha Ditiadakan

Lingkungan Masjid Al Aqsha di Baitul Maqdis tidak akan dibuka untuk pelaksanaan ibadah shalat tarawih pada bulan Ramadhan yang dimulai pekan keempat April, demi mencegah penularan virus corona lebih lanjut, demikian disampaikan dewan ulama masjid pada Kamis (16/04/2020).

Jum'at, 17/04/2020 21:04 0

Suara Pembaca

Kartu Pra Kerja untuk Artis, Etis?

Imbas corona, kurang lebih 1,65 juta pekerja terkena PHK. Untuk memberi amunisi keberlangsungan ekonomi, pemerintah meluncurkan program Kartu Pra Kerja untuk pekerja yang terdampak PHK. Bukan hanya pekerja formal ataupun informal, pekerja seni juga ternyata bisa mengakses Kartu Pra Kerja. Hal ini disampaikan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama Kusubandio. Ia mengatakan para pelaku seni juga termasuk pekerja yang terdampak pageblug sehingga memiliki hak yang sama mendapat Kartu Pra Kerja.

Jum'at, 17/04/2020 19:08 0

Manhaj

Bagaimana Wahyu Turun Kepada Rasulullah?

Ketika wahyu pertama turun Malaikat Jibril mendatangi Nabi Muhammad dan mendekap beliau sembari memerintahkan beliau untuk membaca. Hal tersebut adalah salah satu cara turunnya wahyu kepada Rasulullah. Bagaimana Wahyu turun kepada Rasulullah?

Jum'at, 17/04/2020 10:14 0

Asia

Sempat Dianggap Berhasil Tangani Corona, Hokkaido Kini Hadapi Gelombang Kedua

Sempat terjadi penurunan angka infeksi Corona di kota ini. Namun Hokkaido kembali jadi perhatian karena kewalahan menangani gelombang kedua wabah.

Jum'at, 17/04/2020 07:21 0

Close
CLOSE
CLOSE