... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Arab Saudi dan Rusia Sepakat Kurangi Produksi Minyak hingga Juni

Foto: Fasilitas tambang minyak di Basra, Iraq. (AFP)

KIBLAT.NET, Riyadh – Menteri Energi Saudi, Pangeran Abdulaziz bin Salman berbicara dengan Menteri Energi Rusia Alexander Novak mengenai kondisi pasar minyak.

Kantor Berita Saudi menyatakan bahwa mereka melakukan kesepakatan bersama dengan negara-negara penghasil minyak lainnya.

“Kami mengonfirmasi bahwa kedua negara berkomitmen kuat untuk menerapkan pengurangan target yang disepakati selama dua tahun ke depan, dan akan terus memantau kondisi pasar minyak dengan cermat,” demikian dinyakatan bersama.

Mereka sepenuhnya siap untuk mengambil tindakan tambahan apa pun dalam kemitraan dengan OPEC + dan produsen minyak lain.

OPEC + telah berhasil mencapai kesepakatan bersejarah untuk mengurangi harga minyak, karena OPEC + mengatur proses mendukung stabilitas pasar minyak hingga April 2022.

Arab Saudi dan Rusia telah menyatakan keyakinannya bahwa mitra OPEC + dan produsen lain akan mempertahankan komitmen mereka untuk mencapai tujuan yang diinginkan.

Pada hari Ahad, kelompok OPEC + mencapai kesepakatan untuk mengurangi produksi minyak sebesar 9,7 juta barel per hari, yang dimulai awal Mei.

Keputusan ini berasal dari “OPEC +” dengan tujuan mendukung harga minyak, yang mengalami penurunan tajam karena peningkatan pasokan, di samping penurunan permintaan minyak sehubungan dengan wabah virus corona, dan akan terus mengurangi produksi hingga Juni mendatang.

Sumber: Al-Arabiya
Redaktur: Ibas Fuadi


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Kasus Kematian Corona Indonesia Terbanyak di Asia Tenggara

Jumlah kasus positif virus corona per 17 April 2020 sebesar 5.923 kasus menjadi catatan baru bagi Indonesia. Kini Indonesia menggeser Filipina sebagai negara dengan jumlah kasus corona terbanyak di Asia Tenggara.

Jum'at, 17/04/2020 22:12 0

Indonesia

Soal Omnibus Law, KSPI Apresiasi Sikap PKS

Sikap Fraksi PKS pun mendapat apresiasi dari Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI).

Jum'at, 17/04/2020 19:55 0

Suara Pembaca

Kartu Pra Kerja untuk Artis, Etis?

Imbas corona, kurang lebih 1,65 juta pekerja terkena PHK. Untuk memberi amunisi keberlangsungan ekonomi, pemerintah meluncurkan program Kartu Pra Kerja untuk pekerja yang terdampak PHK. Bukan hanya pekerja formal ataupun informal, pekerja seni juga ternyata bisa mengakses Kartu Pra Kerja. Hal ini disampaikan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama Kusubandio. Ia mengatakan para pelaku seni juga termasuk pekerja yang terdampak pageblug sehingga memiliki hak yang sama mendapat Kartu Pra Kerja.

Jum'at, 17/04/2020 19:08 0

Indonesia

Begini Nasib Dana Pelunasan Jemaah Jika Haji 2020 Ditiadakan

Jemaah yang telah melakukan pelunasan bisa menarik kembali setoran lunasnya

Jum'at, 17/04/2020 12:55 0

Manhaj

Bagaimana Wahyu Turun Kepada Rasulullah?

Ketika wahyu pertama turun Malaikat Jibril mendatangi Nabi Muhammad dan mendekap beliau sembari memerintahkan beliau untuk membaca. Hal tersebut adalah salah satu cara turunnya wahyu kepada Rasulullah. Bagaimana Wahyu turun kepada Rasulullah?

Jum'at, 17/04/2020 10:14 0

Indonesia

Mau Pindah Ibukota Ada Wabah Corona, Luhut: Kita Belum Mikir

Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan secara terbuka menyatakan kini masalah itu bukan menjadi prioritas pemerintah.

Jum'at, 17/04/2020 07:35 0

Indonesia

Pakar Hukum Minta Kasus Qidam Dibuat Terang Benderang

Pakar Hukum Pidana, Suparji Ahmad menegaskan bahwa kasus yang menimpa Qidam Alfarizki jelas tindak pidana. Sebab, Qidam sudah meninggal setelah mendapat perlakuan sadis dari aparat kepolisian.

Kamis, 16/04/2020 21:56 0

Opini

Apa yang Dipikirkan Pembunuh Qidam Alfarizki?

Apakah manusia dengan kondisi kejiwaan yang normal bisa melakukan hal ini? Jelas tidak. Bahkan, orang biasa untuk mengimajinasikan pun tidak akan kuat.

Kamis, 16/04/2020 18:40 0

Artikel

Mengenang Siyono, Membersamai Qidam

Dulu Siyono, kini Qidam.

Kamis, 16/04/2020 13:52 0

Indonesia

Faisal Basri: Omnibus Law “Karpet Merah” Taipan Batu Bara

Pemerintah membuat Rancangan Undang-undang Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja sebagai upaya meningkatkan investasi. Namun, Ekonom Senior Faisal Basri justru berpendapat rancangan beleid itu hanya memberi keuntungan bagi taipan batu bara.

Rabu, 15/04/2020 22:18 0

Close