... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Titian

Bagaimana Wahyu Turun Kepada Rasulullah?

Foto: Mushaf Al-Quran

KIBLAT.NET – Setelah turunnya wahyu untuk pertama kali, terjadi masa terputusnya wahyu yang membuat Rasul hanya diam dan termenung sedih. Mengenai hal ini, sebagaimana diriwayatkan oleh Ibnu Sa’ad dari Ibnu Abbas yang intinya menyatakan bahwa masa terputusnya wahyu berlangsung selama beberapa hari. Pendapat inilah yang lebih kuat bahkan setelah melalui penelitian dari segala aspeknya secara terfokus harus menjadi acuan. Adapun riwayat yang berkembang bahwa hal itu berlangsung selama 3 tahun atau 2,5 tahun tidaklah sahih sama sekali, namun di sini bukan pada tempatnya untuk membantah hal itu secara detail.

Sekali lagi, pada masa terputusnya wahyu, Rasulullah hanya diam dalam keadaan termenung sedih. Kegelisahan melingkupi diri beliau. Dalam kitab At-Ta’bir, Imam Al-Bukhari meriwayatkan naskah sebagai berikut:

“Menurut berita yang sampai kepada kami, wahyu berhenti turun hingga membuat Nabi  sedih dan berkali-kali berlari ke gunung dan ingin menjatuhkan diri dari jurang, namun setiap beliau mencapai puncak gunung untuk mencampakkan dirinya, malaikat Jibril menampakkan wujudnya sembari berkata, “Wahai Muhammad, sesungguhnya engkau benar-benar utusan Allah!’ Motivasi ini dapat menenangkan dan memantapkan kembali jiwa beliau. Lalu pulanglah beliau ke rumah, namun ketika wahyu tidak kunjung turun, beliau pun mengulangi tindakan sebagaimana sebelumnya; dan ketika dia mencapai puncak gunung, malaikat Jibril menampakkan wujudnya dan berkata kepadanya seperti sebelumnya.”

Jibril Turun Membawa Wahyu untuk Kedua Kalinya

Ibnu Hajar menuturkan, “Selama wahyu terputus untuk beberapa hari lamanya, beliau ingin ketakutan dan kedukaannya segera sirna dan kembali seperti sebelumnya. Tatkala bayang-bayang kebingungan mulai surut, dan beliau kembali menunggu-nunggu turunnya wahyu, Allah memuliakan beliau dengan wahyu untuk kedua kalinya.”

Imam Al-Bukhari meriwayatkan dari Jabir bin Abdullah  bahwa dia pernah mendengar Rasulullah menuturkan masa turunnya wahyu. Beliau bersabda, “Tatkala aku sedang berjalan, tiba-tiba aku mendengar sebuah suara yang berasal dari langit. Aku mendongakkan pandangan ke arah langit. Ternyata di sana ada malaikat yang mendatangiku di gua Hira’, sedang duduk di sebuah kursi, menggantung di antara langit dan bumi. Aku mendekatinya hingga tiba-tiba aku terjerembab ke atas tanah.

Kemudian aku menemui keluargaku dan kukatakan, ‘Selimutilah aku, selimutilah aku!’” Lalu Allah Ta’ala menurunkan surat Al-Muddatsir ayat 1-5. Setelah turunnya ayat di atas, maka wahyu datang secara berturut-turut.”

Pembagian-Pembagian Wahyu

BACA JUGA  Generasi Pendahulu: Generasi yang Unik

Sebelum memulai pembahasan kehidupan beliau pada masa kerasulan dan kenabian, maka ada baiknya jika kita mengetahui terlebih dahulu pembagian wahyu, yang merupakan sumber risalah dan batasan-batasan dakwah. Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah berkata bahwa tahapan wahyu adalah sebagai berikut:

  1. Mimpi yang hakiki. Ini merupakan permulaan wahyu yang turun kepada Nabi.
  2. Sesuatu yang dibisikkan ke dalam hati beliau, tanpa dilihatnya. Ini seperti yang disabdakan oleh Nabi :

“Ruhul Qudus menghembuskan ke dalam hatiku bahwa setiap jiwa tidak akan mati sebelum disempurnakan rezekinya. Karena itu, bertakwalah kepada Allah, baguskanlah dalam meminta, dan janganlah kalian menganggap lamban datangnya rezeki, sehingga kalian mencarinya dengan cara mendurhakai Allah, karena apa yang ada di sisi Allah Ta’ala tidak akan bisa diperoleh kecuali dengan menaati-Nya.”

  1. Malaikat muncul di hadapan Nabi dalam rupa seorang laki-laki, lalu berbicara dengan beliau hingga bisa menangkap secara langsung apa yang dibicarakannya. Dalam tingkatan ini kadang- kadang para sahabat juga bisa melihatnya.
  2. Wahyu itu datang menyerupai bunyi lonceng. Ini merupakan wahyu yang paling berat dan malaikat tidak terlihat oleh pandangan Nabi, hingga dahi beliau berkerut mengeluarkan keringat sekali pun pada waktu yang sangat dingin, dan hingga hewan tunggangan beliau menderum ke tanah jika beliau sedang menaikinya. Wahyu ini sekali pernah datang tatkala paha beliau berada di atas Zaid bin Tsabit, sehingga Zaid merasa keberatan dan hampir saja dia tidak kuat menyangganya.
  3. Rasulullah bisa melihat malaikat dalam rupa aslinya, lalu menyampaikan wahyu seperti yang dikehendaki Allah Ta’ala kepada beliau. Yang demikian pernah beliau alami dua kali, sebagaimana yang disebutkan Allah Ta’ala dalam surat An-Najm (ayat 13-14, dan surat At-Takwir ayat 22-23).
  4. Wahyu yang disampaikan Allah Ta’ala kepada beliau, yaitu di atas lapisan-lapisan langit pada malam Mi’raj, berisi kewajiban shalat dan lain- lainnya.
  5. Allah Ta’ala berfirman secara langsung dengan Rasulullah tanpa menggunakan perantara, sebagaimana Allah berfirman dengan Musa bin Imran. Wahyu semacam ini secara pasti berlaku bagi Musa berdasarkan nash Al-Qur’an dan menurut penuturan beliau dalam hadits tentang Isra.’
BACA JUGA  Editorial: Normalkah New Normal?

Sebagian pakar sejarah menambahi dengan tingkatan wahyu yang kedelapan, yaitu Allah Ta’ala berfirman secara langsung di hadapan beliau tanpa ada tabir. Ini termasuk masalah yang diperselisihkan di antara ulama salaf dan khalaf.

Begitulah uraian singkatan tentang tahapan-tahapan wahyu, dari yang pertama hingga kedelapan. Namun, yang pasti tingkatan terakhir ini merupakan pendapat yang tidak kuat.

Setelah wahyu kembali turun, maka babak baru pun dimulai dengan tahapan dakwah yang akan dijalani Rasulullah. Bagaimanakah tahapan-tahapan dakwah Rasulullah untuk membumikan Islam di tanah kelahirannya, Makkah?

Redaktur : Dhani El_Ashim

Sumber : Ar-Rahiq Al-Makhtum Bahtsun fis Siratin Nabawiyyati ‘ala Shahibiha Afdhalush Shalati was Sallam, karya Syaikh Shafiyyurrahman Al-Mubarakfury.


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Mau Pindah Ibukota Ada Wabah Corona, Luhut: Kita Belum Mikir

Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan secara terbuka menyatakan kini masalah itu bukan menjadi prioritas pemerintah.

Jum'at, 17/04/2020 07:35 0

Asia

Sempat Dianggap Berhasil Tangani Corona, Hokkaido Kini Hadapi Gelombang Kedua

Sempat terjadi penurunan angka infeksi Corona di kota ini. Namun Hokkaido kembali jadi perhatian karena kewalahan menangani gelombang kedua wabah.

Jum'at, 17/04/2020 07:21 0

Indonesia

Pakar Hukum Minta Kasus Qidam Dibuat Terang Benderang

Pakar Hukum Pidana, Suparji Ahmad menegaskan bahwa kasus yang menimpa Qidam Alfarizki jelas tindak pidana. Sebab, Qidam sudah meninggal setelah mendapat perlakuan sadis dari aparat kepolisian.

Kamis, 16/04/2020 21:56 0

Malaysia

Pekerja Migran Indonesia di Malaysia Terpaksa Makan Tikus, Pemerintah Didesak Beri Bantuan

Aliansi Ormas Indonesia di Malaysia (AOMI) mengungkap kondisi memprihatinkan yang dialami pekerja migran Indonesia (PMI) di Malaysai di tengah pandemi Covid-19

Kamis, 16/04/2020 21:49 0

India

Pasien Muslim dan Hindu Dipisah, RS Sipil Ahmedabad: Pesanan Pemerintah

"Kami telah membuat bangsal terpisah untuk pasien Hindu dan Muslim. Ini adalah keputusan pemerintah "

Kamis, 16/04/2020 19:50 0

Opini

Apa yang Dipikirkan Pembunuh Qidam Alfarizki?

Apakah manusia dengan kondisi kejiwaan yang normal bisa melakukan hal ini? Jelas tidak. Bahkan, orang biasa untuk mengimajinasikan pun tidak akan kuat.

Kamis, 16/04/2020 18:40 0

Artikel

Mengenang Siyono, Membersamai Qidam

Dulu Siyono, kini Qidam.

Kamis, 16/04/2020 13:52 0

Indonesia

Faisal Basri: Omnibus Law “Karpet Merah” Taipan Batu Bara

Pemerintah membuat Rancangan Undang-undang Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja sebagai upaya meningkatkan investasi. Namun, Ekonom Senior Faisal Basri justru berpendapat rancangan beleid itu hanya memberi keuntungan bagi taipan batu bara.

Rabu, 15/04/2020 22:18 0

Indonesia

Resmi, Fraksi PKS Minta Pembahasan Omnibus Law Cipta Kerja Ditunda

Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di DPR-RI secara resmi menyatakan keberatan untuk membahas Omnibus Law Rancangan Undang-undang Cipta Kerja dan meminta penundaan pembahasan hingga Presiden Republik Indonesia secara resmi mengumumkan wabah Covid-19 di Indonesia.

Rabu, 15/04/2020 21:27 0

Video News

Misteri Kematian Qidam Alfariski

Seorang pemuda bernama Qidam AlFariski Mofance (20 tahun), warga Desa Tambarana Kecamatan Poso Pesisir Utara tewas di tangan aparat pada Kamis, (09/04).

Rabu, 15/04/2020 19:02 0

Close