... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Simpati Terus Mengalir, Masyarakat Poso Tandatangani Spanduk ‘Qidam Bukan Teroris’

Foto: Spanduk berukuran 10 meter dibentangkan untuk simbol dukungan terhadap Qidam Alfariski, pemuda Poso yang ditembak mati lalu dituduh teroris.

KIBLAT.NET, Poso – Simpati masyarakat terus berdatangan atas kematian Qidam Alfariski (20 tahun), pemuda warga Desa Tambarana Kecamatan Poso Pesisir Utara yang ditembak mati Polisi pada Jumat, (9/4/2020) lalu.

Masyarakat ikut menandatangani kain putih panjang yang menyatakan dukungan terhadap Qidam bukan teroris seperti yang dituduhkan dan meminta Polda Sulteng mengusut tuntas pelaku penembakan.

Pantauan Kiblat.net di lapangan, simpati tidak hanya datang dari keluarga tetapi hampir semua orang yang lewat turut membubuhkan tanda tangan sebagai bentuk protes atas tindakan sewenang-wenang aparat kepolisian.

“Ini adalah bentuk solidaritas kami,” ungkap seorang warga masyarakat yang enggan disebut namanya kepada Kiblatnet pada Rabu, (15/04).

Pihak keluarga pesimis Almarhum Qidam akan mendapatkan keadilan dari aparat kepolisian, mereka hanya punya keyakinan bahwa keluarga dan penduduk Desa Tambarana lebih mengenal Almarhum dibandingkan polisi.

“Almarhum adalah pemuda biasa yang bergaul tidak hanya kepada teman Muslim tetapi berteman dengan warga Nasrani dan Hindu yang berada di Desa Tambarana,” ungkap keluarga Qidam.

 

Reporter: Ahmad Sutedjo
Editor: Fajar Shadiq


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

News

Evolusi Teknologi di Saat Pandemi

Digitalisasi Semakin Mengemuka di Tengah Pandemi Corona KIBLAT.NET – Jutaan orang di seluruh dunia beradaptasi...

Rabu, 15/04/2020 12:42 0

Suriah

Derita Pengungsi Suriah Meningkat di Saat Pandemi Corona

KIBLAT.NET, Idlib – Ketika dunia disibukkan oleh krisis yang muncul dari virus Covid-19, penderitaan para...

Rabu, 15/04/2020 08:45 0

Afrika

Stroberi di Balik Kekalahan Pasukan Khalifa Haftar

Bermunculan gambar buah stroberi yang diunggah di platform komunikasi Libya. Banyak yang bertanya-tanya tentang hal itu.

Rabu, 15/04/2020 07:59 0

Artikel

Agar “Di Rumah Saja” Bernilai Ibadah

"Di Rumah Saja" belum tentu membosankan, asal diniatkan ibadah.

Rabu, 15/04/2020 06:18 0

Amerika

Argentina Siapkan Ratusan Makam Antisipasi Pandemi Corona

Pemerintah kota di Provinsi Cordoba, Argentina, menggali sekitar 250 makam untuk mengantisipasi lonjakan kematian akibat pandemi virus corona, bahkan saat karantina nasional tampaknya berhasil menekan jumlah kasus baru.

Selasa, 14/04/2020 17:50 0

Asean

Laporan Vietnam Nol Kematian Corona, Apa Sebabnya?

KIBLAT.NET, Ho Chi Minh – Vietnam mendapat sorotan positif dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) atas...

Selasa, 14/04/2020 16:17 0

Tazkiyah

Tiga Keadaan Hati Manusia

Hati adalah raja. Hati berkedudukan seperti penguasa yang mengatur pasukan dengan kewenangan mutlak, mengeluarkan instruksi dan menggunakan dengan sekehendaknya, maka seluruh anggota badan tunduk pada kekuasaannya. Segumpal daging inilah yang menentukan apakah seluruh anggota badan istiqamah atau menyimpang.

Selasa, 14/04/2020 10:04 0

News

Sisi Lain dari Wabah Corona yang Mendunia

Pada masa corona, orang-orang terpaksa tinggal di dalam rumah, sementara hewan berkeliaran di luar.

Selasa, 14/04/2020 09:07 0

Singapura

Singapura Teliti Terapi Plasma untuk Penyembuhan Pasien Corona

Sebelas orang yang telah pulih dari COVID-19 telah direkrut sebagai pendonor darah untukperawatan corona virus. Demikian kata seorang direktur di National Centre for Infectious Diseases (NCID) Singapura.

Selasa, 14/04/2020 08:47 0

Artikel

Krisis (dan) Kepemimpinan dalam Musibah Wabah

Kita bukan hendak menebar rasa cemas atau pesimistis. Tetapi dibutuhkan daya kritis yang tajam agar dapat membaca langkah-langkah selanjutnya. Sayangnya pemikiran seperti ini justru dituding sebagai tindakan tidak optimis.

Selasa, 14/04/2020 07:55 0

Close