... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

PKS Tolak Pembahasan RUU Omnibus Law Cipta Kerja, Ini Alasannya

Foto: Almuzzammil Yusuf, Anggota DPR RI dari Fraksi PKS

KIBLAT.NET, Jakarta – Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) menolak pembahasan RUU Omnibus Law di Badan Legislatif saat situasi dan kondisi Indonesia saat ini sedang menghadapi persoalan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) yang sangat serius.

“Dari hari kehari keadaan ini semakin memburuk, jumlah kasus Covid-19 semakin meningkat bahkan sampai dengan sore kemarin jumlah kasus tersebut hampir mencapai angka 5000 kasus dengan jumlah kematian yang lebih tinggi dari yang sembuh,” kata Ketua Poksi Badan Legislasi DPR RI Fraksi PKS, Al Muzammil Yusuf di Jakarta, Selasa (14/04/2020).

Ketua DPP PKS ini menjelaskan bahwa wabah Covid-19 telah berdampak kepada seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali. Covid 19 juga mengakibatkan jatuhnya pertumbuhan ekonomi dan anjloknya nilai rupiah.

“Wabah ini akan menjadi lebih buruk jika pemerintah dan DPR kurang memberi perhatian” imbuh Al Muzammil Yusuf.

Menurut Al Muzzammil, penolakan FPKS dalam pembahasan Rancangan Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja karena ada tiga catatan penting.

Pertama, adanya Keputusan Presiden Nomor 11 Tahun 2020 yang menetapkan Negara Indonesia dalam status Kedaruratan Kesehatan Masyarakat dan melalui Keputusan Presiden Nomor 12 Tahun 2020 yang menetapkan Wabah COVID-19 sebagai Bencana Nasional. Hal itu menunjukkan bahwa Presiden RI menganggap kondisi yang dihadapi oleh Bangsa Indonesia saat ini sangat berat.

“Penyebaran COVID-19 yang telah berdampak luas diseluruh dunia dan haruslah benar-benar ditanggulangi secara baik dan efektif. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menyatakan bahwa pandemi ini dari waktu kewaktu terus menimbulkan korban jiwa dan kerugian materil yang sangat besar,” ujarnya.

BACA JUGA  Polri Minta Tambahan Anggaran Rp 19 Triliun

Kedua, RUU Omnibus Law Cipta Kerja ini menimbulkan kontroversi besar. Hal ini antara lain karena rancangan undang-undang ini dinilai tidak berpihak kepada kalangan buruh. Selain masalah dalam perspektif konstitusional.

“Idealnya produk undang-undang yang berspektrum sangat luas dibahas melibatkan seluas-luasnya masukan publik maupun pakar, dalam situasi yang nyaman tidak dalam situasi kekhawatiran wabah” imbuh Al Muzammil Yusuf.

“Ketiga, dengan keluarnya Perppu UU No mor 1 Tahun 2020 tentang Kebijakan Keuangan dalam Penanggulangan Wabah COVID-19, menunjukkan bahwa bahwa bagi Presiden kegentingan bangsa ini adalah masalah covid. Maka RUU Omnibus Law Cipta Kerja harusnya tidak menjadi prioritas oleh Pemerintah untuk dibahas, kecuali jika keadaan telah membaik,” terang Al Muzammil.

Fraksi PKS DPR RI menyatakan keberatan untuk membahas RUU Omnibus Law Cipta Kerja. Mereka meminta penundaan pembahasan RUU tersebut, hingga Presiden RI secara resmi mengumumkan berakhirnya Wabah Covid-19 di Indonesia.

Reporter: Imam S.


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

One comment on “PKS Tolak Pembahasan RUU Omnibus Law Cipta Kerja, Ini Alasannya”

  1. Edisarwo

    Mantap,harusnya keputusan PKS diikuti partai yg lain

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Suriah

Derita Pengungsi Suriah Meningkat di Saat Pandemi Corona

KIBLAT.NET, Idlib – Ketika dunia disibukkan oleh krisis yang muncul dari virus Covid-19, penderitaan para...

Rabu, 15/04/2020 08:45 0

Afrika

Stroberi di Balik Kekalahan Pasukan Khalifa Haftar

Bermunculan gambar buah stroberi yang diunggah di platform komunikasi Libya. Banyak yang bertanya-tanya tentang hal itu.

Rabu, 15/04/2020 07:59 0

Artikel

Agar “Di Rumah Saja” Bernilai Ibadah

"Di Rumah Saja" belum tentu membosankan, asal diniatkan ibadah.

Rabu, 15/04/2020 06:18 0

Amerika

Argentina Siapkan Ratusan Makam Antisipasi Pandemi Corona

Pemerintah kota di Provinsi Cordoba, Argentina, menggali sekitar 250 makam untuk mengantisipasi lonjakan kematian akibat pandemi virus corona, bahkan saat karantina nasional tampaknya berhasil menekan jumlah kasus baru.

Selasa, 14/04/2020 17:50 0

Asean

Laporan Vietnam Nol Kematian Corona, Apa Sebabnya?

KIBLAT.NET, Ho Chi Minh – Vietnam mendapat sorotan positif dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) atas...

Selasa, 14/04/2020 16:17 0

Tazkiyah

Tiga Keadaan Hati Manusia

Hati adalah raja. Hati berkedudukan seperti penguasa yang mengatur pasukan dengan kewenangan mutlak, mengeluarkan instruksi dan menggunakan dengan sekehendaknya, maka seluruh anggota badan tunduk pada kekuasaannya. Segumpal daging inilah yang menentukan apakah seluruh anggota badan istiqamah atau menyimpang.

Selasa, 14/04/2020 10:04 0

News

Sisi Lain dari Wabah Corona yang Mendunia

Pada masa corona, orang-orang terpaksa tinggal di dalam rumah, sementara hewan berkeliaran di luar.

Selasa, 14/04/2020 09:07 0

Singapura

Singapura Teliti Terapi Plasma untuk Penyembuhan Pasien Corona

Sebelas orang yang telah pulih dari COVID-19 telah direkrut sebagai pendonor darah untukperawatan corona virus. Demikian kata seorang direktur di National Centre for Infectious Diseases (NCID) Singapura.

Selasa, 14/04/2020 08:47 0

Artikel

Krisis (dan) Kepemimpinan dalam Musibah Wabah

Kita bukan hendak menebar rasa cemas atau pesimistis. Tetapi dibutuhkan daya kritis yang tajam agar dapat membaca langkah-langkah selanjutnya. Sayangnya pemikiran seperti ini justru dituding sebagai tindakan tidak optimis.

Selasa, 14/04/2020 07:55 0

Info Event

Ayo Ringankan Beban Saudara Kita dengan SEMBADA

Sembada merupakan program sosial Majelis Dakwah Islam Indonesia (MADINA) dengan membagikan kebutuhan pokok (sembako)

Senin, 13/04/2020 18:38 0

Close