Soal Kematian Qidam, Polisi Dinilai Bikin Gaduh di Tengah Pandemi Corona

KIBLAT.NET, Palu – Misteri kematian pemuda warga Desa Tambarana Kecamatan Poso Pesisir Utara, Qidam Al-Fariski pada Kamis (09/04/2020) malam masih terus berlanjut. Sejumlah pihak masih terus mempertanyakan penyebab kematiannya.

Forum Umat Islam (FUI) Sulawesi Tengah menilai kematian Qidam Al-Fariski tersebut masih sangat mengganjal sebab jasad korban saat dikembalikan kepada keluarga ditemukan bekas sayatan dibagian paha dan betis.

FUI Sulteng, melalui Sekertaris Jenderal Iman Sudirman mengutuk dan menilai tindakan tersebut brutal. Menurutnya, keadilaan untuk Qidam harus ditegakkan.

“Olehnya kami mendukung langkah hukum yang dilakukan oleh Tim Pembela Muslim (TPM),” ungkap Iman saat dihubungi Kiblat.net pada Ahad (12/04/2020).

FUI meminta kepada Polda Sulawesi Tengah untuk menarik pernyataannya terkait keterlibatan Qidam dalam jaringan MIT (Mujahidin Indonesia Timur) serta mengembalikan marwah keluarganya. Permintaan tersebut didasarkan pada keterngan ayah korban yang menyanggah hal tersebut.

Selain itu, FUI meminta kepada pihak yang berwenang agar segera menggelar barang bukti dan riwayat hidup almarhum dengan benar dan adil agar terang duduk perkara kasus yang menimpa Qidam.

FUI pun berencana akan berkirim surat kepada DPRD Sulteng untuk memanggil Kapolda Sulteng, serta meminta Kapolri untuk mencopot Kapolda Sulteng serta Kapolres Poso karena sudah membuat gaduh masyarakat di tengah pandemi corona.

Berdasarkan keterangan keluarga korban yang dikutip oleh beberapa media tentang kronologi kematian Qidam. Dan dari beberapa video yang beredar juga keterangan keluarga korban tentang kondisi jenazah, terdapa luka tembak, luka tusuk benda tajam di leher, serta luka sayatan di sepanjang paha.

“Kami menduga penembakan terhadap korban adalah salah sasaran serta merupakan tindakan yang tidak profesional dan menunjukkan bahwa oknum aparat yang melakukan tindakan tersebut sangat jauh dari profesionalisme dan menjadi kontraproduktif dari proyek deradikalisasi yang selama ini upayakan di Poso,” ungkap Iman.

BACA JUGA  Din Syamsuddin: MUI Perlu Dipimpin Ulama Berintegritas

Senada dengan hal itu, pimpinan Presidium Forum Umat Islam Sulawesi Tengah, Ustadz Hartono M. Yasin menuturkan mewakili ormas Islam yang tergabung dalam FUI Sulteng, tentu tidak seorangpun dari seorang muslim yang dengan suara keimanannya mendiamkan adanya nyawa melayang secara semena-mena.

“FUI akan meminta mengusut secara tuntas apa betul bahwa korban ini sebagaimana dituduhkan oleh pihak kepolisian dan kalau ternyata tidak maka tentu kita berharap bagaimana agar supaya kasus ini tidak lenyap dan tidak didiamkan begitu saja akan tetapi kalau hanya selesai dengan cara-cara bukan dengan jalur hukum yang semestinya,” tuturnya kepada Kiblat.net.

Pimpinan Ponpesma Liwa’ul Haq itu pun menjelaskan dan mengajak seluruh elemen baik dari umat Islam maupun dari pengusung pembela HAM untuk ikut andil dalam pembelaan kasus yang menewaskan pemuda asal Poso Pesisir tersebut.

“Sebenarnya kita harapkan suara-suara pembelaan ini bukan hanya dari umat Islam tapi juga dari mereka yang sering mengusung serta mengatasnamakan sebagai pembela Hak Asasi Manusia harus bersuara,” jelasnya.

“Forum Umat Islam akan mengawal dan memberikan dukungan penuh kepada Tim Pembela Muslim yang juga sudah memiliki beberapa point tuntutan dari TPM sendiri kepada kepolisian untuk segera mengusut tuntas terkait kasus Qidam ini,” lanjut Yasin.

Bahkan Yasin mengungkapkan, jika bukan karena wabah Covid-19, maka Forum Umat Islam Sulawesi Tengah akan turun ke jalan melakukan aksi ke DPRD Provinsi dan Polda Sulteng untuk menyuarakan keadilan untuk Qidam yang beberapa waktu lalu diduga menjadi korban salah tembak oleh pihak kepolisian.

BACA JUGA  Din Syamsuddin Nilai Pemanggilan Anies Oleh Polisi Tak Wajar

Reporter: Salam Abdurrahman
Editor: Rusydan Abdul Hadi

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat