... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

TPM Sulteng Minta Kapolda Jujur Soal Kematian Qidam di Poso Pesisir

Foto: Jenazah Qidam

KIBLAT.NET, Palu – Tim Pembela Muslim (TPM) Sulteng meminta  Kapolda Sulteng segera menurunkan tim investigasi untuk menyelidiki peristiwa penembakan Qidam Alfariski Mosance , warga Poso Pesisir Utara Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah.

Koordinator TPM Sulteng, Harun Nyak Itam Abu, meminta agar Kapolda Sulteng menurunkan tim investigasi gabungan guna menyelidiki peristiwa tersebut.

“Sebab pada tubuh korban ada dugaan penganiayaan (ditusuk, disangkur dan sebagainya). Apakah terhadap setiap orang diduga sebagai pelaku kejahatan harus mendapatkan perlakuan keji?”  kata Harun Nyak Itam Abu, Sabtu (11/4/2020) seperti dilansir dari Kabarselebes.

Dalam pernyataan sikapnya Harun Nyak Itam Abu, mengutuk keras perbuatan oknum-oknum polisi menembak mati warga masyarakat tak berdosa tersebut.

Selain itu dia, mendesak Komnas HAM Perwakilan Sulawesi Tengah untuk  menurunkan tim investigasi guna menentukan apakah perbuatan penembakan dan penganiayaan terhadap warga tak berdosa merupakan kebijakan institusi atau perbuatan personal dan apakah perbuatan tersebut dapat dikategorikan sebagai dugaan pelanggaran HAM.

Ia juga mendesak Kapolda Sulteng menyampaikan keterangan resmi jujur dan transparan, jika sekiranya perbuatan oknum-oknum polisi menembak mati warga masyarakat adalah akibat rasa takut berlebihan, sehingga terhadap warga masyarakat tak berdosa harus mendapatkan perlakuan tidak manusiawi.

Selanjutnya dia, mengajak semua elemen masyarakat peduli terhadap penegakan hukum dan hak asasi manusia untuk mengawasi dan mengawal jalannya proses pencarian keadilan dari keluarga korban penembakan hingga semuanya terang benderang dan memastikan pelakunya diseret ke pengadilan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

BACA JUGA  Satu Tahun Jokowi-Ma'ruf, Setiap Warga Punya Beban Utang Rp20,5 Juta

Mendesak DPRD Sulteng untuk dengar pendapat (hearing) dengan Kapolda  terkait dengan peristiwa penembakan tersebut.

Meminta Kapolri untuk mencopot Kapolda Sulteng dan Kapolres Poso apabila ditemukan indikasi dugaan delic by omission dalam pengusutan terhadap oknum-oknum polisi pelaku penembakan dan dugaan penganiayaan.

 

Reporter: Bunyanun Marsus
Sumber: Kabarselebes


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Siyasah

Fase Terakhir Master Plan 2020: Kemenangan Taliban dalam Naungan Corona

Lalu, jika kemenangan di Afghanistan telah hampir dicapai. Setelah Kabul dikuasai, sisa 25 persen wilayah direbut dan negeri kembali ke pangkuan gerakan Islam, apa yang akan dilakukan Taliban dan Al-Qaidah?

Ahad, 12/04/2020 10:06 0

Suara Pembaca

Agar Lapas Tak Over Crowding

Aji mumpung virus corona, bebaskan napi koruptor. Per Sabtu (04/04/2020), Kemenkumham telah mengeluarkan dan membebaskan 30.432 narapidana dan anak melalui program asimilasi dan integrasi berkenaan dengan virus corona. Dasar hukum yang digunakan Permenkumham 10/2020 dan Kepmenkumham Nomor M.HH-19.PK.01.04.04 Tahun 2020. Keuntungan pembebasan napi selain untuk menekan penyebaran Covid-19 lantaran rutan dan lapas yang over crowding, negara ingin menghemat anggaran sebanyak Rp 260 miliar dari pembebasan 30 ribu lebih narapidana dan napi anak.

Ahad, 12/04/2020 07:14 0

Eropa

WHO Peringatkan Bahaya Pencabutan Dini Pembatasan Covid-19

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Jumat (12/04/2020) memperingatkan negara negara agar lebih hati-hati ketika ingin mencabut pembatasan, yang diberlakukan untuk menekan penyebaran virus corona baru.

Ahad, 12/04/2020 06:35 0

Opini

Menyingkap Tabir Perppu ‘Sapu Jagat’ di Balik Pandemi Corona

Dapat dikatakan Perppu tersebut telah ‘mendompleng’ pandemi COVID-19.

Sabtu, 11/04/2020 22:07 0

Artikel

Pandemi Corona: Menengok Cara Kelompok Jihadis Memenangkan Hati dan Pikiran

Dalam konteks negara-bangsa, negara adalah institusi yang paling bertanggung jawab terhadap ketersediaan layanan publik bagi rakyatnya, seperti sistem pelayanan kesehatan, pendidikan, bahan makanan, transportasi, dan lain-lain.

Sabtu, 11/04/2020 09:26 0

Turki

Terbukti Sembuhkan Pasien Corona, Turki Kembangkan Terapi Plasma

KIBLAT.NET, Istanbul – Plasma atau sel darah yang diambil dari orang yang sembuh dari virus...

Sabtu, 11/04/2020 08:01 0

Yaman

Yaman Laporkan Kasus Pertama Positif Covid-19

Pemerintah Yaman pada Jumat (10/04/2020) melaporkan kasus pertama positif Covid-19 setelah pengumuman gencatan senjata sepihak oleh koalisi Saudi-UEA pada Kamis (09/04/2020).

Sabtu, 11/04/2020 07:37 0

News

Alasan Keamanan, Google Larang Penggunaan ZOOM di Laptop Karyawan

"Google masih akan mengizinkan penggunaan Zoom melalui aplikasi dan browser seluler," tambahnya.

Sabtu, 11/04/2020 06:14 0

Amerika

AS Ancam Tarik Pasukan dari Arab Saudi Jika Krisis Minyak Tidak Diselesaikan

Di Twitter, Senator Kevin Cramer mengatakan: "Mereka berpura-pura menjadi sekutu, tetapi mereka menggunakan COVID-19 untuk membuat America bangkrut." Dia menyerukan AS untuk menarik pasukan dari Kerajaan jika tidak berhenti mengobarkan perang terhadap energi Amerika.

Sabtu, 11/04/2020 05:28 0

News

Pandemi Corona Akan Jadi Gangguan Ekonomi Dunia Terbesar Sejak Perang Dunia Kedua

EBRD memperkirakan hal ini akan sangat memengaruhi ekonomi negara-negara berkembang. Selain itu, tidak ada jaminan bahwa kondisi tersebut akan pulih dengan cepat.

Kamis, 09/04/2020 13:45 0

Close