... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

In Depth

Jalan yang Lurus: Sebuah Nasehat di Masa Pandemi Corona

Penulis: Multazim Jamil

KIBLAT.NET – Kelompok jihadis global Al Qaeda baru-baru ini merilis pernyataan tentang wabah yang telah menjadi sumber kepanikan seluruh negara di planet bumi. Ya, seperti yang kita ketahui bersama, virus corona telah ditetapkan sebagai pandemic oleh WHO. Data per 8 April 2020, virus ini telah menyebabkan sekitar88.000 orang meregang nyawa di berbagai negara.

Sebagai kelompok jihadis global yang memiliki franchise lokal di banyak negara, tak heran Al Qaeda ikut memberikan pandangannya terkait virus corona ini. Terlebih, momentum pandemi corona ini menjadi pukulan yang sangat hebat bagi musuh Al Qaeda, yaitu Amerika Serikat (AS) dan sekutunya.

Thomas Joscelyn, seorang pengamat terorisme global, pertama kali mengunggah rilis ini dalam akun twitter pribadinya pada tanggal 1 April 2020. Rilis tersebut, yang jika diterjemahkan secara bebas ke Bahasa Indonesia berjudul “Jalan yang Lurus: Sebuah Nasehat di Masa Pandemi Corona”, terdiri dari enam halaman. Berikut poin-poin dari rilis tersebut:

  1. Al-Qaeda beranggapan bahwa pandemi Corona ini telah mengekspos kerapuhan ekonomi global yang didominasi oleh Amerika Serikat.

Menyitir klaim dari Presiden AS, Donald Trump, yang “membual” tentang pertumbuhan ekonomi AS sepanjang masa berada di bawah kepemimpinannya, Al Qaeda menyebut bahwa kini semua indikator kemakmuran ekonomi itu telah dibalik oleh virus corona, bagai “tsunami kuat”, yang telah membuat jutaan orang kehilangan pekerjaan dan meningkatkan ancaman “resesi jangka panjang.”

Kondisi perekonomian AS disebut oleh Al Qaeda sebagaimana orang yang dirawat di ICU dan mengenakan ventilator. Konon, dana yang dibutuhkan AS untuk melakukan recovery di bidang ekonomi, sebesar 6 triliun dolar AS, hamper menyerupai biaya yang dikeluarkan AS untuk melakukan politik intervensionisme sejak 9/11, melalui perang global melawan terorisme, dana bantuan untuk Negara sekutu, dan lain-lain.

  1. Al Qaeda mengajak melakukan refleksi bahwa datangnya wabah corona ke negara muslim merupakan akibat dari dosa-dosa dan ditinggalkannya jalan hidup yang lurus.
BACA JUGA  Ujaran Kebencian Macron Berbalas Seruan Boikot, Relevankah?

Dalam uraiannya, Al Qaeda menyebutkan beberapa “dosa” yang terjadi di dunia muslim, seperti penangkapan ulama di Saudi, penguasa-penguasa lalim di Semenanjung Arab yang gemar menyiksa tahanan dari kalangan ulama dan mujahidin di penjara-penjara, dan juga kesediaan para penguasa muslim untuk membantu “Pasukan Salib” membunuh orang-orang mukmin, menghancurkan rumah-rumah mereka, dan mengusir mereka dari tanah airnya.

Al Qaeda menambahkan dengan seruan bagi umat Islam untuk membebaskan para ulama dan mujahidin yang menjadi tawanan, serta mengingatkan umat Islam bahwa saat ini Masjidil Aqsha masih dalam kondisi terjajah.

  1. Al Qaeda menegaskan bahwa pandemi virus corona ini adalah bukti kuasa Allah dan momentum yang tepat untuk bertaubat dan memohon ampun kepada Allah.

Al Qaeda menyebutkan bahwa ampunan Allah hanya akan datang dengan taubat nasuha, dan mengajak umat Islam untuk berdoa dengan doa Nabi Yunus saat berada di dalam perut ikan paus: La ilaha illa anta, subhanaka inni kuntu minadh dhalimin.

  1. Al Qaeda mengingatkan para ahli ilmu dan pendakwah untuk semakin giat mendakwahkan aqidah yang lurus, menyerukan jihad fi sabilillah, dan menyerukan perlawanan terhadap penjajah.
  2. Dalam kondisi krisis ini, Al Qaeda menyerukan kepada muslim yang kaya untuk menyantuni mereka yang miskin, anak yatim, janda, keluarga tawanan, dan juga memberikan kontribusi hartanya untuk perjuangan mujahidin.
  3. Al Qaeda mengajak para mujahidin untuk melakukan taubat dengan sebenar-benarnya, menjadikan “bencana” ini sebagai sarana untuk semakin merapatkan barisan, melindungi pihak yang lemah, melawan kedhaliman dalam berbagai bentuknya, memberikan hak bagi mereka yang patut menerimanya, bertawakal kepada Allah, menghindari segala bentuk dosa, dan mendoakan para pemimpin mujahidin agar selalu berada di jalan yang lurus.
  4. Al Qaeda juga menjelaskan bahwa Islam adalah agama yang menjunjung tinggi kebersihan, dan menekankan pencegahan dari berbagai macam penyakit.
BACA JUGA  Olahraga: Sunnah yang Terlupakan

Sebagai buktinya, Al Qaeda menyebut adanya kewajiban “bersuci” bagi tiap individu. Bahkan dalam kitab hokum fikih, para ulama fikih menempatkan pembahasan tentang “bersuci” pada bab pertama.

Al Qaeda juga menyebut tentang hadits dari Nabi Muhammad tentang larangan arus keluar-masuk daerah yang sedang terkena wabah.

  1. Menyerukan kepada masyarakat Barat untuk memeluk Islam

Al Qaeda mengajak masyarakat Barat merenungi bahwa pandemi virus corona ini adalah kuasa dan kehendak dari ilahi semata. Mereka menyebut pemerintahan dan militer Barat bahkan tak mampu berbuat apapun untuk membendung laju makhluk sangat kecil bernama virus tersebut. Tatanan ekonomi Barat yang mengandalkan perbankan riba pun turut dibuat tak berdaya.

Konsep hidup yang materialistik, yang diadopsi oleh peradaban Barat, disebut babak belur oleh Al Qaeda, akibat pandemi virus corona ini.

Oleh karena itu, dalam rilisnya, Al Qaeda menyerukan kepada masyarakat Barat untuk berfikir bahwa pandemic virus corona ini adalah “peringatan dari Tuhan” agar mereka mau mempertimbangkan untuk kembali kepada jalan Tuhan, dan memeluk Islam.

Hal ini tersirat dari kalimat yang digunakan oleh Al Qaeda, “Kami ingin kalian tahu bahwa kami ingin menjadikan kalian sebagai tetangga di Surga, yang membentang sangat luas, lebih luas dari bumi dan langit… Itulah keinginan kami yang mendalam, sehingga dengan semangat itu, kami ingin mengenalkan Islam kepada kalian, mengajak kalian ke dalam kedamaian, dan dengan jalan itulah, satu-satunya jalan untuk selamat di dunia dan akhirat.”

Pada akhirnya, Al Qaeda menyerukan kepada masyarakat Barat untuk memanfaatkan momentum swa-karantina ini untuk mempelajari Islam dari sumber-sumber yang otentik, menemukan perbedaan Islam dengan agama dan ajaran lain.

Nampaknya kemampuan bernarasi dengan memanfaatkan isu-isu global, yang dimiliki oleh Al Qaeda tampaknya masih sama kuatnya seperti sebelum-sebelumnya, meskipun saat ini kepemimpinan senior mereka tengah terhimpit dan tidak diketahui jelas nasibnya.

 


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Tiga Tahun Berlalu, Amnesty International Desak Dalang Penyerangan Novel Baswedan Diusut

“Sejak penyerangan tiga tahun lalu, upaya mengungkap pelaku berjalan sangat lambat"

Ahad, 12/04/2020 15:41 0

Indonesia

TPM Sulteng Minta Kapolda Jujur Soal Kematian Qidam di Poso Pesisir

Koordinator TPM Sulteng, Harun Nyak Itam Abu, meminta agar Kapolda Sulteng menurunkan tim investigasi gabungan guna menyelidiki peristiwa tersebut.

Ahad, 12/04/2020 11:30 0

Indonesia

Qidam Al-Fariski Disayat, Ditusuk, Ditembak Mati Lalu Difitnah Teroris

Tak hanya duka mendalam, keluarga korban Qidam Al-Fariski juga kecewa dengan stigma dan tudingan aparat kepolisian.

Ahad, 12/04/2020 11:10 1

Indonesia

Disangka Teroris, Qidam Al-Fariski Tewas Didor Aparat di Belakang Polsek Poso Pesisir Utara

Qidam kemudian kabur dari rumah dengan membawa ransel lewat belakang Polsek Pesisir Utara di Desa Membuke, Kecamatan Poso Pesisir Utara. 

Ahad, 12/04/2020 10:52 21

Siyasah

Fase Terakhir Master Plan 2020: Kemenangan Taliban dalam Naungan Corona

Lalu, jika kemenangan di Afghanistan telah hampir dicapai. Setelah Kabul dikuasai, sisa 25 persen wilayah direbut dan negeri kembali ke pangkuan gerakan Islam, apa yang akan dilakukan Taliban dan Al-Qaidah?

Ahad, 12/04/2020 10:06 0

Suara Pembaca

Agar Lapas Tak Over Crowding

Aji mumpung virus corona, bebaskan napi koruptor. Per Sabtu (04/04/2020), Kemenkumham telah mengeluarkan dan membebaskan 30.432 narapidana dan anak melalui program asimilasi dan integrasi berkenaan dengan virus corona. Dasar hukum yang digunakan Permenkumham 10/2020 dan Kepmenkumham Nomor M.HH-19.PK.01.04.04 Tahun 2020. Keuntungan pembebasan napi selain untuk menekan penyebaran Covid-19 lantaran rutan dan lapas yang over crowding, negara ingin menghemat anggaran sebanyak Rp 260 miliar dari pembebasan 30 ribu lebih narapidana dan napi anak.

Ahad, 12/04/2020 07:14 0

Eropa

WHO Peringatkan Bahaya Pencabutan Dini Pembatasan Covid-19

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Jumat (12/04/2020) memperingatkan negara negara agar lebih hati-hati ketika ingin mencabut pembatasan, yang diberlakukan untuk menekan penyebaran virus corona baru.

Ahad, 12/04/2020 06:35 0

Opini

Menyingkap Tabir Perppu ‘Sapu Jagat’ di Balik Pandemi Corona

Dapat dikatakan Perppu tersebut telah ‘mendompleng’ pandemi COVID-19.

Sabtu, 11/04/2020 22:07 0

Indonesia

Harga Minyak Dunia Anjlok, Pemerintah Diminta Turunkan Harga BBM

"Pemerintah jangan mau ambil untung saja dalam penyediaan BBM bagi rakyat. Ketika harga minyak dunia naik, harga BBM ikut naik"

Sabtu, 11/04/2020 21:45 0

Indonesia

Menyusul Jakarta, Menteri Kesehatan Setuju PSBB Diterapkan di Wilayah Bodebek

Gubernur Jawa Barat telah mengajukan permohonan penetapan PSBB di Kabupaten Bogor, Kota Bogor, Kota Depok, Kabupaten Bekasi dan Kota Bekasi

Sabtu, 11/04/2020 21:26 0

Close