... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Pakar Pidana: Surat Telegram Kapolri Soal Pencegahan Corona Harus Direvisi

Foto: Pakar Hukum Pidana, Suparji Ahmad

KIBLAT.NET, Jakarta – Pakar Hukum Pidana Universitas Al-Azhar Indonesia, Suparji Ahmad menegaskan bahwa kurang tepat jika polisi lebih fokus dalam menyikapi penghinaan presiden di tengah pandemi Corona.

“Penggunaan pasal tersebut tentunya dapat mempengaruhi kontribusi pemikiran terhadap kinerja presiden karena kuatir pikiran-pikiran kritis tersebut dikualifisir sebagai penghinaan. Kurang jika Polri lebih fokus soal menangani penghinaan presiden di tengah pandemi,” katanya saat dihubungi Kiblat.net pada Jumat (10/04/2020).

Meski demikian, ia menilai kritik harus tetap dilakukan secara bebas tetapi bertanggung jawan dan beradab. Dan pada sisi lain, pikiran tersebut oleh penyelenggara negara tidak boleh dipersonalisasi tetapi dalam persepektif institusional.

“Yang berarti kritik, saran dan masukan adalah keniscayaan dalam negara hukum yang demokratis,” tuturnya.

Oleh sebab itu, ia menganggap telegram tersebut hendaknya direvisi. Menurutnya, substansi sebaiknya untuk peningkatan peran polri dalam mencegah penyebaran covid 19 diarahkan supaya lebih persuasif, bukan represif.

“Polisi sebagai garda terdepan dalam penegakan hukum pada masa pendemi sekarang ini. Memang tugasnya sangat berat, tetapi tetap harus mengedepankan pada pencerahan dan penyadaran ke masyarakat bukan penindakan. Fokus polri tetap pada upaya pencegahan dengan bersinergi pada institusi lain serta masyarakat,” tuturnya.

Suparji juga menekankan, Polri perlu memetakan atau mengidentifikasi potensi-potensi destruktif karena akibat berkurangnya pendapatan masyarakat, meningkatnya PHK, pembebasan napi. Atau potensi konflik masyarakat karena stigma ODP, PDP atau positif.

BACA JUGA  Masjid di Gaza Hanya Dibuka untuk Shalat Jumat

Semua pihak, kata dia, tindakannya tidak boleh kontraprodutif dan menimbulkan masalah baru. Tetap bersifat advokasi dan solusi.

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: Izhar Zulfikar


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

News

Pandemi Corona Akan Jadi Gangguan Ekonomi Dunia Terbesar Sejak Perang Dunia Kedua

EBRD memperkirakan hal ini akan sangat memengaruhi ekonomi negara-negara berkembang. Selain itu, tidak ada jaminan bahwa kondisi tersebut akan pulih dengan cepat.

Kamis, 09/04/2020 13:45 0

Fikih

Mencari Jalan Tengah dari Pro Kontra Malam Nishfu Sya’ban

Malam Nishfu Sya'ban, sebagian Tabiin dari negeri Syam semisal Khalid bin Ma'dan, Makhul, dan Luqman bin 'Amir mengaggungkannya dan bersungguh-sungguh dalam beribadah pada malam itu.

Kamis, 09/04/2020 11:56 0

Opini

Gara-gara Corona?

Oleh: Yusuf Sholahuddin KIBLAT.NET – Geger, semua jagat medsos dunia maya ataupun dunia nyata digegerkan...

Kamis, 09/04/2020 11:46 0

Yaman

Pandemi Corona, Koalisi Saudi-UEA Umumkan Gencatan Senjata Sepihak di Yaman

Koalisi Saudi-UEA yang memerangi gerilyawan Houthi di Yaman telah mengumumkan gencatan senjata secara sepihak.

Kamis, 09/04/2020 11:36 0

Amerika

Dua Hari Beturut-turut, Corona Tewaskan 2.000 Orang di AS

Adapun jumlah total yang terinfeksi di AS mencapai 429.052 kasus pada Rabu malam, setelah terkonfirmasi dalam 24 jam terakhir tambahan 32.819 infeksi baru.

Kamis, 09/04/2020 11:05 0

Manhaj

Kisah Turunnya Wahyu Pertama Kepada Rasulullah SAW

Rasulullah pulang dengan merekam bacaan tersebut dalam kondisi hati yang bergetar, dan menemui Khadijah binti Khuwailid sembari berucap, “Selimutilah aku, selimutilah aku!” maka beliau diselimuti hingga badan beliau tidak lagi menggigil layaknya terkena demam.

Kamis, 09/04/2020 10:19 0

Amerika

Pandemi Corona Mengancam Mata Pencaharian Jutaan Orang

Menurut perkiraan Organisasi Buruh Internasional PBB, epidemi mengancam 195 juta pekerjaan pada kuartal kedua, karena perusahaan dan pabrik ditutup. Perkiraan ILO didasarkan pada dampak virus, dengan hilangnya 25 juta pekerjaan sepanjang tahun 2020.

Rabu, 08/04/2020 20:10 0

News

WhatsApp Kini Batasi Layanan “Pesan Diteruskan”, Ini Alasannya

Aplikasi WhatsApp pada Selasa (07/04/2020), menekankan pembatasan fitur "pesan diteruskan" bagi penggunanya hanya satu pesan dalam setiap percakapan. Hal ini dilakukan setelah maraknya penyebaran berita medis hoaks terkait virus corona.

Rabu, 08/04/2020 19:55 0

Inggris

Radio BBC Siarkan Shalat Jumat di Tengah Pandemi Corona

Umat Islam di Inggris kini dapat mendengarkan shalat Jumat yang disiarkan di radio BBC untuk pertama kalinya.

Rabu, 08/04/2020 19:46 0

Afrika

AS Klaim Lumpuhkan Salah Satu Pendiri Al-Shabaab Somalia

"Pemimpin Yusuf Jais bertanggung jawab atas pertumpahan darah orang-orang tak bersalah, dan kematiannya akan berkontribusi pada stabilitas Somalia dan negara-negara tetangga," kata jenderal AS, Stephen Townsend, dalam pernyataan itu.

Rabu, 08/04/2020 11:45 0

Close