... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Khazanah

Mencari Jalan Tengah dari Pro Kontra Malam Nishfu Sya’ban

Foto: Nishfu Sya'ban

KIBLAT.NET – Setiap malam Nisfhu Sya’ban kita selalu disibukkan dengan perdebatan tentang sunnah dan bid’ahnya menghidupkan malam Nisfu Sya’ban dengan qiyamullail berjamaah di masjid. Tak jarang perdebatan itu berujung kepada kerasya hati dan tak menemui titik tengah. Padahal bisa jadi perdebatan itu tidak menemukan titik temu karena perbedaan metodologi madrasah tertentu dalam menyimpulkan hukum.

Satu hal yang bisa menjadi titik tolak adalah sebagian besar ulama mazhab berpendapat bahwa malam Nishfu Sya’ban memiliki keutamaan. Namun mereka berbeda dalam hal cara menghidupkan malam Nishfu Sya’ban.

Ibnu Rajab Al-Hanbaly di dalam Lathaiful Ma’arif cukup apik mengulas perbedaan ini, beliau berkata:

Malam Nishfu Syakban, sebagian Tabiin dari negeri Syam semisal Khalid bin Ma’dan, Makhul, dan Luqman bin ‘Amir mengaggungkannya dan bersungguh-sungguh dalam beribadah pada malam itu. Dari merekalah orang-orang setelahnya mengambil keutamaan serta pentakzimannya. Konon yang sampai kepada mereka adalah sejumlah riwayat israiliyat.

Setelah tersohornya amalan mereka tersebut para ulama pun memperselisihkan hukumnya. Di antara mereka ada yang menerima dari mereka dan semisal para ahli ibadah dari Kota Bashrah. Sementara kebanyakan ulama Hijaz semisal ‘Atha dan Ibnu Abi Mulaikah mengingkarinya. Pengingkaran juga diriwayatkan oleh Abdurrahman bin Zaid bin Aslam dari para fuqaha Madinah. Itu juga merupakan pendapat para pengikut Imam Malik. Mereka semua berpendapat bahwa hal itu adalah bidah.

BACA JUGA  Ledakan Dahsyat Lebanon Berasal dari 2.750 Ton Amonium Nitrat

Ulama negeri Syam juga memperselisihkan tentang sifat menghidupkan malam Nishfu Syakban menjadi dua pendapat:

Pertama: Disunahkan untuk menghidupkannya dengan qiyamullail di mesjid secara berjamaah. Khalid bin Ma’dan, Luqman bin ‘Amir dan selainnya dulu mengenakan pakaian terbaik, memakai wewangian, serta memakai celak, lalu mereka melaksanakan qiyamullail di dalam itu. Ishaq bin Rahawaih menyetujui amalan mereka dan berpendapat bahwa hal itu bukanlah bidah, sebagaimana dikutip darinya oleh Harb al-Kirmaniy dalam al-Masail.

Kedua: Dimakruhkan qiyamullail, tausiah, dan berdoa secara berjamaah di mesjid tapi tidak dimakruhkan apabila seorang melaksanakan salat di malam Nishfu Sya’ban sendirian. Ini adalah pendapat al-Auza’iy imam dan faqih negeri Syam. Inilah pendapat terdekat (kepada kebenaran). Lathaif al-Ma’arif, hl. 327.

Sebelum beliau, Ibnu Taimiyah berpendapat:

Ketika ditanya tentang salat malam Nisfu Sya’ban, beliau menjawab, “Jika seseorang shalat di malam Nisfu Sya’ban sendirian atau bersama jamaah terbatas sebagaimana dulu dilakukan oleh sejumlah ulama Salaf maka itu adalah hal yang baik. Adapun berkumpul di mesjid-mesjid untuk menunaikan salat dengan jumlah rakaat tertentu seperti seratus rakaat membaca Surah al-Ikhlash seribu kali secara terus menerus maka ini adalah bidah. Tidak seorang pun dari para imam menilainya sebagai sunah. Allahu A’lam.” Majmu’ al-Fatawa, jilid 23, hl. 131.

Pada akhirnya setiap pendapat di atas memiliki ulama sandaran yang jelas kapasitas keilmuan dan kapabel di bidangnya. Sebagaimana masalah khilafiyah lainnya ada baiknya kita melapangkan dada dalam menerima pendapat pihak lain. Wallahu a’lamu bissowab

Penulis: Alee Masaid
Editor: Arju


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Opini

Gara-gara Corona?

Oleh: Yusuf Sholahuddin KIBLAT.NET – Geger, semua jagat medsos dunia maya ataupun dunia nyata digegerkan...

Kamis, 09/04/2020 11:46 0

Yaman

Pandemi Corona, Koalisi Saudi-UEA Umumkan Gencatan Senjata Sepihak di Yaman

Koalisi Saudi-UEA yang memerangi gerilyawan Houthi di Yaman telah mengumumkan gencatan senjata secara sepihak.

Kamis, 09/04/2020 11:36 0

Amerika

Dua Hari Beturut-turut, Corona Tewaskan 2.000 Orang di AS

Adapun jumlah total yang terinfeksi di AS mencapai 429.052 kasus pada Rabu malam, setelah terkonfirmasi dalam 24 jam terakhir tambahan 32.819 infeksi baru.

Kamis, 09/04/2020 11:05 0

Manhaj

Kisah Turunnya Wahyu Pertama Kepada Rasulullah SAW

Rasulullah pulang dengan merekam bacaan tersebut dalam kondisi hati yang bergetar, dan menemui Khadijah binti Khuwailid sembari berucap, “Selimutilah aku, selimutilah aku!” maka beliau diselimuti hingga badan beliau tidak lagi menggigil layaknya terkena demam.

Kamis, 09/04/2020 10:19 0

Indonesia

MUI: Penolakan Jenazah Korban Covid-19 Tak Beralasan Secara Agama dan Medis

MUI menilai terjadi salah paham di masyarakat terkait adanya penolakan jenazah korban Covid-19

Kamis, 09/04/2020 08:35 0

Indonesia

Sebagai Daerah Penopang, Kabupaten Bekasi Juga Ajukan PSBB

Pemerintah Kabupaten Bekasi secara resmi telah mengajukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ke Pemerintah Pusat melalui Gubernur Jawa Barat.

Kamis, 09/04/2020 07:58 0

Indonesia

Anies Berlakukan PSBB Mulai Jumat Dini Hari, Berikut Garis Besarnya

Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan mengatakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) akan diberlakukan mulai Jumat (10/04/2020) dini hari.

Kamis, 09/04/2020 07:00 0

Amerika

Pandemi Corona Mengancam Mata Pencaharian Jutaan Orang

Menurut perkiraan Organisasi Buruh Internasional PBB, epidemi mengancam 195 juta pekerjaan pada kuartal kedua, karena perusahaan dan pabrik ditutup. Perkiraan ILO didasarkan pada dampak virus, dengan hilangnya 25 juta pekerjaan sepanjang tahun 2020.

Rabu, 08/04/2020 20:10 0

News

WhatsApp Kini Batasi Layanan “Pesan Diteruskan”, Ini Alasannya

Aplikasi WhatsApp pada Selasa (07/04/2020), menekankan pembatasan fitur "pesan diteruskan" bagi penggunanya hanya satu pesan dalam setiap percakapan. Hal ini dilakukan setelah maraknya penyebaran berita medis hoaks terkait virus corona.

Rabu, 08/04/2020 19:55 0

Inggris

Radio BBC Siarkan Shalat Jumat di Tengah Pandemi Corona

Umat Islam di Inggris kini dapat mendengarkan shalat Jumat yang disiarkan di radio BBC untuk pertama kalinya.

Rabu, 08/04/2020 19:46 0

Close