... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Surat Telegram Kapolri Soal Penginaan Presiden Berpotensi Penyalahgunaan Kekuasaan

Foto: Direktur Amnesty Internasional Indonesia, Usman Hamid

KIBLAT.NET, Jakarta – Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesai Usman Hamid merespon diterbitkannya surat telegram Kapolri tentang pedoman pelaksanaan tugas fungsi reserse kriminal (reskrim) terkait kejahatan yang terjadi di ruang siber dan penegakan hukumnya selama masa pandemik COVID-19. Menurutnya, aturan tersebut membuka penyalahgunaan kekuasaan oleh kepolisian.

“Aturan tersebut membuka ruang penyalahgunaan kekuasaan kepolisian dan penegak hukum untuk bersikap represif. Padahal di tengah kesusahan akibat situasi darurat kesehatan saat ini, warga seharusnya lebih dilindungi. Atas nama penghinaan Presiden dan pejabat negara, telegram itu berpotensi memicu pelanggaran kemerdekaan berpendapat, yang juga dijamin oleh Peraturan Internal Kapolri sebelumnya. Amnesty mendesak pihak berwenang untuk menarik surat telegram tersebut,” kata dalam keterangan pers yang diterima Kiblat.net.

Ia juga menilai bahwa surat telegram itu bertentangan dengan rencana pemerintah untuk membebaskan 30.000 tahanan demi menekan angka penyebaran COVID-19 di penjara. Ini, kata dia, akan memperburuk situasi penjara yang sudah sesak dan tidak higienis, apalagi ketika wabah ini belum berhasil dikendalikan.

“Telegram itu justru akan berpotensi meningkatkan jumlah orang yang masuk penjara atas tuduhan penyebaran berita palsu dan penghinaan terhadap Presiden maupun pejabat negara,” ujarnya.

Menurutnya, dalam masa wabah COVID-19 banyak lapisan masyarakat merasa dirugikan, termasuk oleh kebijakan-kebijakan Pemerintah yang sejak awal mengabaikan dampak negatif penyebaran wabah. Pelaksanaan telegram itu akan membuat banyak orang yang semula berniat memberi pendapat, justru takut bersuara karena ancaman hukuman.
“Tanpa saran dan kritik, Pemerintah akan semakin kesulitan untuk mengetahui apa yang perlu diperbaiki dalam menangani wabah,” ulasnya.

BACA JUGA  Polisi Tangkap Dua Penghina Ahok di Medsos

“Amnesty juga mendesak Pemerintah untuk segera merevisi dan menghapus aturan-aturan yang dapat mengancam kebebasan berekspresi, terutama pasal-pasal karet yang terdapat dalam KUHP maupun UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE),” pungkas Usman.

Sebelumnya, Kepolisian Negara Republik Indonesia telah menerbitkan surat telegram pedoman pelaksanaan tugas terkait kejahatan yang terjadi di ruang siber dan tindak pidana atas penyebaran hoaks terkait informasi perihal COVID-19, penghinaan terhadap presiden dan pejabat negara terkait kebijakan dalam penanganan wabah COVID-19. Serta penipuan penjualan online alat-alat kesehatan yang terkait penanganan COVID-19.

Disebutkan dalam telegram tersebut bahwa pelaksanannya berpedoman pada: Pasal 14 dan 15 UU No.1/1946 tentang Peraturan Hukum Pidana, dengan hukuman penjara maksimal tiga tahun; Pasal 207 KUHP tentang penghinaan terhadap penguasa negara, dengan hukuman penjara maksimal satu tahun enam bulan; Pasal 45A (1) juncto Pasal 28 (1) UU No.11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik terkait penyebaran berita bohong dan menyesatkan, dengan hukuman penjara maksimal enam tahun; dan Pasal 96 UU No.6/2018 tentang Karantina Kesehatan, dengan hukuman penjara maksimal satu tahun.

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: Izhar Zulfikar


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

3 comments on “Surat Telegram Kapolri Soal Penginaan Presiden Berpotensi Penyalahgunaan Kekuasaan”

  1. Budi Santoso

    Pengadilan akherat Insyaallah tidak ada yang bisa berkelit atau bersembunyi dan tidak bisa menyembunyikan kesalahan

  2. Budi Santoso

    Insyaallah kebanyakan para pemimpin kita akan memanfaatkan jabatannya untuk kepentingan dirinya, keluarnya, kelompoknya..

  3. Budi Santoso

    Penyalahgunaan wewenang oleh para pejabat sudah menjadi keniscayaan

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Afrika

AS Klaim Lumpuhkan Salah Satu Pendiri Al-Shabaab Somalia

"Pemimpin Yusuf Jais bertanggung jawab atas pertumpahan darah orang-orang tak bersalah, dan kematiannya akan berkontribusi pada stabilitas Somalia dan negara-negara tetangga," kata jenderal AS, Stephen Townsend, dalam pernyataan itu.

Rabu, 08/04/2020 11:45 0

Afghanistan

Tangguhkan Negosiasi, Taliban Tarik Timnya dari Kabul

Pengumuman ini dikeluarkan beberapa jam setelah gerakan tersebut menangguhkan pembicaraan tentang pertukaran tahanan dengan pemerintah Afghanistan.

Rabu, 08/04/2020 08:35 0

Palestina

Penyebaran Corona Tak Hentikan Israel Tangkapi Warga Palestina

"Kekhawatiran akan nasib para tahanan Palestina di penjara-penjara Israel diperburuk dengan penyebaran virus Covid-19," kata pernyataan yang dikeluarkan oleh lembaga-lembaga HAM Palestina.

Rabu, 08/04/2020 07:45 0

Arab Saudi

Ulama Saudi: Corona Ini Ujian, Tingkatkan Keimanan dan Ikhtiar

KIBLAT.NET, Riyadh – Haiah Kibaril Ulama Saudi memberikan sejumalah maklumat dalam menghadapi wabah corona atau...

Selasa, 07/04/2020 21:37 0

Suriah

Tekan Penyebaran Covid-19, Turki Kurangi Aktivitas Pasukan di Suriah

KIBLAT.NET, Ankara – Sebagai bagian dari langkah-langkah untuk menghentikan penyebaran virus corona (COVID-19), Kementerian Pertahanan...

Selasa, 07/04/2020 12:11 0

Mesir

Wabah Corona, Advokat Mesir Tuntut China Rp164 Ribu Triliun

Pada hari Ahad, Mesir telah mendaftarkan 1.173 kasus virus corona dengan 78 kematian.

Selasa, 07/04/2020 11:13 0

Asia

Inovatif, Cara Kampus di Tokyo Gelar Acara Wisuda saat Wabah Corona

Sebuah universitas di Jepang mengadakan upacara kelulusan virtual untuk para mahasiswanya dengan cara yang inovatif.

Senin, 06/04/2020 19:56 0

Artikel

Solidaritas Untuk Umat Islam Suriah

Mendengar dan membaca berita mengenai umat muslim Suriah sangat menyedihkan dan memprihatikan kita. Bagaimana tidak, saudara-saudara kita muslim Suriah mengalami penderitaan yang luar biasa. Ratusan ribu umat Islam Suriah dibunuh dan dibantai dengan sadis dan biadab oleh militer rezim Syiah Basyar Assad dan sipil Syiah Suriah yang dibantu oleh rezim Syiah Iran dan komunis Rusia. Umat Islam Suriah kehilangan keluarga, harta, dan rumah, bahkan nyawa mereka. Keluarga mereka dibunuh. Harta mereka dirampas. Rumah dan desa mereka dibakar. Kehormatan muslimah mereka dilecehkan. Muslimah mereka diperkosa sampai mati di depan ayah, suami, dan saudaranya.

Senin, 06/04/2020 14:26 0

Afghanistan

AS Langgar Perjanjian, Taliban Ancam Tingkatkan Pertempuran

pada warga sipil. Sementar itu pemerintah Afghanistan juga menunda pembebasan 5.000 tahanan Taliban yang dijanjikan sesuai kesepakatan.

Senin, 06/04/2020 11:04 0

Opini

Darurat Corona Akankah Menjadi Darurat Negara?

Perppu Nomor 1 Tahun 2020 tidak menentukan parameter waktu keberlakuannya

Senin, 06/04/2020 10:43 0

Close