... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Sejumlah BEM Merasa Dicatut Aliansi BEM DKI yang Kritik Anies

Foto: Sejumlah mahasiswa yang mengklaim sebagai Aliansi BEM DKI Jakarta mengkritik kebijakan Anies Baswedan terkait penanganan wabah corona.

KIBLAT.NET, Jakarta – Nama Aliansi BEM DKI Jakarta sempat ramai menjadi perbincangan. Sekumpulan mahasiswa yang mengaku sebagai perwakilan BEM dari beberapa perguruan tinggi di ibu kota tersebut mengkritik kebijakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang menjadikan hotel bintang lima sebagai tempat menginap tenaga medis yang menangani pasien Covid-19.

Namun belakangan diketahui bahwa aliansi tersebut diduga telah mencatut nama sejumlah BEM di Jakarta. Beberapa BEM yang sebelumnya diklaim tergabung dalam aliansi bahkan telah mengklarifikasi bahwa mereka tidak terlibat dalam aliansi tersebut.

Ketua BEM Universitas Binawan, Yazit Albustomi yang namanya ditulis di beberapa media online sebagai Presiden Mahasiswa STIKES Binawan mengaku bahwa pernyataan yang tertera di beberapa media yang mengatasnamakan dirinya bukan merupakan pernyataannya baik secara pribadi maupun kelembagaan.

“Saya merasa diarahkan untuk menyampaikan narasi tertentu namun saya lebih memilih menyampaikan tentang rapid test,” ujar Yazit dalam pernyataan tertulis yang diterima Kiblat.net pada Selasa (07/04/2020).

Di samping itu, Yazit menyampaikan bahwa tidak ada BEM STIKES Binawan di lingkungan Universitas Binawan. Karena sejak 2017 sudah tidak ada BEM STIKES Binawan, yang ada sekarang adalah BEM Universitas Binawan.

Yazit mengakui bahwa kehadirannya dalam konferensi pers bertajuk “Covid-19: Lockdown ‘Solusi atau Politisasi'” pada Sabtu (04/04/2020) merupakan inisiatif pribadi dan tidak mengatasnamakan institusi manapun.

“Saya juga tidak berkoordinasi dengan internal BEM dan Lembaga Kemahasiswaan dan Alumni Almamater saya. Tidak ada undangan secara resmi dalam acara tersebut kepada BEM Universitas Binawan,” ungkapnya.

BACA JUGA  88% Kondisi KUA di Jakarta Sudah Tidak Layak, Ada yang Hampir Roboh

Yazit pun menegaskan bahwa secara kelembagaan BEM Universitas Binawan tidak mempunyai hubungan apapun dengan aliansi BEM DKI Jakarta, apalagi tergabung di dalamnya.

“BEM Universitas Binawan bukan merupakan anggota aliansi tersebut seperti yang disebutkan di artikel media yang tersebar,” pungkasnya.

Klarifikasi serupa juga datang dari BEM Universitas Muhammadiyah Jakarta, dalam surat pernyataan yang diunggah di instagram, mereka secara resmi membantah tergabung dalam Aliansi BEM DKI Jakarta.

“Tidak adanya bentuk komunikasi yang dilakukan oleh Aliansi BEM DKI Jakarta ke internal BEM Universitas Muhammadiyah Jakarta yang masih aktif,” tulis pernyataan tersebut pada Selasa (07/04/2020).

Selain itu, BEM UMJ juga sangat menyayangkan narasi-narasi yang dibangun oleh aliansi tersebut dikarenakan tidak adanya pengkajian sebelumnya.

Begitupun dengan BEM Universitas Esa Unggul yang juga membantah tergabung dalam aliansi yang mengkritik Anies Baswedan tersebut.

“Oknum yang mengaku mewakili BEM Universitas Esa Unggul ialah bukan merupakan bagian dari BEM Universitas Esa Unggul,” tulis BEM Esa Unggul dalam pernyataan yang diunggah di Instagram @bemueu_official pada Senin (06/04/2020).

BEM Universitas Trilogi, menyebut pihak yang mengatasnamakan almamater mereka dalam konferensi pers itu bukan anggota aktif. BEM Trilogi amat menyayangkan pencatutan nama mereka.

“Menyayangkan terkait dengan narasi yang beredar di media karena tidak relevan dan tidak berkoordinasi dengan BEM Trilogi 2020 secara massif terkait mekanisme pengkajian narasi yang telah beredar di media massa,” tulis BEM Trilogi 2020 dalam surat pernyataan yang juga diunggah ke Instagram mereka pada Ahad (05/04/2020).

BACA JUGA  PTUN Jabar Terima Gugatan Pengacara Habib Bahar

Sebelumnya, Aliansi BEM DKI Jakarta diketahui menggelar konferensi pers bertajuk “Covid-19: Lockdown ‘Solusi atau Politisasi'” pada Sabtu (04/04/2020). Mereka memandang penggunaan hotel Grand Cempaka milik Pemprov DKI untuk tim medis dan relawan merupakan tindakan yang berlebihan. Selain itu, mereka juga mengkritisi soal permintaan karantina wilayah atau lockdown lokal yang diajukan Anies kepada pusat. Mereka menilai permintaan tersebut merupakan langkah terburu-buru dan tidak mempertimbangkan dampak ikutannya.

Reporter: Azzam Diponegoro
Editor: Rusydan Abdul Hadi

 

 

 

 


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Suriah

Tekan Penyebaran Covid-19, Turki Kurangi Aktivitas Pasukan di Suriah

KIBLAT.NET, Ankara – Sebagai bagian dari langkah-langkah untuk menghentikan penyebaran virus corona (COVID-19), Kementerian Pertahanan...

Selasa, 07/04/2020 12:11 0

Mesir

Wabah Corona, Advokat Mesir Tuntut China Rp164 Ribu Triliun

Pada hari Ahad, Mesir telah mendaftarkan 1.173 kasus virus corona dengan 78 kematian.

Selasa, 07/04/2020 11:13 0

Asia

Inovatif, Cara Kampus di Tokyo Gelar Acara Wisuda saat Wabah Corona

Sebuah universitas di Jepang mengadakan upacara kelulusan virtual untuk para mahasiswanya dengan cara yang inovatif.

Senin, 06/04/2020 19:56 0

Artikel

Solidaritas Untuk Umat Islam Suriah

Mendengar dan membaca berita mengenai umat muslim Suriah sangat menyedihkan dan memprihatikan kita. Bagaimana tidak, saudara-saudara kita muslim Suriah mengalami penderitaan yang luar biasa. Ratusan ribu umat Islam Suriah dibunuh dan dibantai dengan sadis dan biadab oleh militer rezim Syiah Basyar Assad dan sipil Syiah Suriah yang dibantu oleh rezim Syiah Iran dan komunis Rusia. Umat Islam Suriah kehilangan keluarga, harta, dan rumah, bahkan nyawa mereka. Keluarga mereka dibunuh. Harta mereka dirampas. Rumah dan desa mereka dibakar. Kehormatan muslimah mereka dilecehkan. Muslimah mereka diperkosa sampai mati di depan ayah, suami, dan saudaranya.

Senin, 06/04/2020 14:26 0

Afghanistan

AS Langgar Perjanjian, Taliban Ancam Tingkatkan Pertempuran

pada warga sipil. Sementar itu pemerintah Afghanistan juga menunda pembebasan 5.000 tahanan Taliban yang dijanjikan sesuai kesepakatan.

Senin, 06/04/2020 11:04 0

Opini

Darurat Corona Akankah Menjadi Darurat Negara?

Perppu Nomor 1 Tahun 2020 tidak menentukan parameter waktu keberlakuannya

Senin, 06/04/2020 10:43 0

Turki

Pasien Sembuh 1.000 Lebih, Tren Covid-19 di Turki Menurun di Awal April

Sejauh ini, 1.042 pasien telah pulih dan dipulangkan dari rumah sakit, sementara 1.381 pasien saat ini menerima perawatan intensif.

Senin, 06/04/2020 09:59 0

Artikel

Belanja Bahan Makanan Saat Pandemi Corona, Jangan Lupa Dibersihkan

Pandemi corona membuat orang-orang lebih banyak berdiam di dalam rumah. Sesuai anjuran pemerintah, ahli medis, dan para pemuka agama, tak perlu banyak keluar rumah kecuali untuk hal-hal yang bersifat mendesak seperti mencari perawatan medis dan berbelanja bahan makanan.

Ahad, 05/04/2020 12:30 0

News

Google Bisa Tahu Tingkat Kepatuhan Warga Negara terhadap Aturan Lockdown

KIBLAT.NET, Washington – Google Alphabet Inc telah menerbitkan grafik yang menunjukkan bahwa virus corona telah...

Sabtu, 04/04/2020 10:07 0

Suriah

Turki: Bukan Corona, Masalah Utama Pengungsi Suriah adalah Kebutuhan Pokok

KIBLAT.NET, Idlib – Pandemi virus corona bukan menjadi masalah utama yang dihadapi warga sipil di...

Sabtu, 04/04/2020 08:51 0

Close