... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Politisi Nasdem Sebut Luhut Menteri Palu Gada

Foto: Luhut Binsar Pandjaitan

KIBLAT.NET, Jakarta – Anggota Komisi IV DPR-RI, Fauzi H Amro mengkritisi sikap Luhut Binsar Panjaitan terkait penanganan Corona. Ia menekankan, sesuai isi Keppres Nomor 9 Tahun 2020 Luhut sebenarnya tak dapat panggung di Gugus Covid-19.

Dalam Keppres tersebut, Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan ditetapkan sebagai Ketua Pengarah Gugus Covid-19 didampingi Menko Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) dan Menteri Kesehatan (Menkes) sebagai wakil.

Selain itu, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) ditunjuk sebagai Ketua Pelaksana Gugus Covid-19. Kementerian Luhut hanya disebutkan sebagai anggota tim pelaksana Gugus Covid-19. Luhut bahkan tidak masuk dalam anggota tim pengarah sebagaimana menteri-menteri Jokowi lainnya.

“Tapi begitu Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan berencana menerapkan kebijakan karantina wilayah di Jakarta sebagai upaya membendung laju penyebaran virus corona, Luhut mendadak muncul ke publik sebagai pelaksana Menteri Perhubungan dan memveto menolak rencana kebijakan Anies Baswedan. Saya heran, apa pun inisiatif Anies selalu ditolak Pemerintah Pusat,” ujarnya dalam keterangan pers yang diterima Kiblat.net pada Senin (06/03/2020).

Menurutnya, karantina wilayah terlebih dulu sudah dilakukan Tegal, Tasikmalaya dan lain-lain. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan juga punya inisiatif serupa yaitu melakukan karantina wilayah di Jakarta, tapi sangat disesalkan, Luhut Binjar Panjaitan, sebagai Pelaksana Menteri Perhubungan menolak kebijakan tersebut. Ia menganggap, itu kebijakan terbaik dalam memutus rantai wabah virus corona.

BACA JUGA  New Normal Tanpa Pengendalian Dinilai Berpotensi Timbulkan Bencana Lebih Besar

Kalau kita mencermati dari periode pertama Pemerintahan Jokowi hingga saat ini, kata dia, peran Luhut seperti disampaikan banyak pihak sudah seperti Perdana Menteri. Bahkan ada yang menyebut Luhut, Pak Luhut ini bertindak seperti ‘the real President’.

“Ini membuat sosok Luhut oleh sejumlah pengamat dan ekonomi dianggap berbahaya. Karena peran Luhut kelihatan sangat begitu berkuasa di kabinet Jokowi, mengabaikan begitu banyak suara-suara publik yang mengingatkan perbaikan kebijakan diperiode kedua Jokowi termasuk kebijakan yang cepat dan kongkrit dalam penanganan wabah virus corona,” tuturnya.

Fauzi juga menyebut, Luhut lebih mengutamakan kepentingan investasi dan ekonomi, sementara urusan kemanusian cenderung diabaikan. Ditengah wabah corona, lanjutnya, Luhut masih membolehkan tenaga kerja asing asal China masuk ke Indonesia, padahal wabah corona pertama kali muncul dari negeri tirai bambu itu.

“Inisiatif Karantina Wilayah yang rencana diterapkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan juga berakhir ditangan Luhut, ditolak. Luhut ini sudah seperti Menteri Segala Urusan atau Menteri Palugada, semua diurusnya,” pungkas Politisi Nasdem ini.

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: Izhar Zulfikar


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Asia

Inovatif, Cara Kampus di Tokyo Gelar Acara Wisuda saat Wabah Corona

Sebuah universitas di Jepang mengadakan upacara kelulusan virtual untuk para mahasiswanya dengan cara yang inovatif.

Senin, 06/04/2020 19:56 0

Artikel

Solidaritas Untuk Umat Islam Suriah

Mendengar dan membaca berita mengenai umat muslim Suriah sangat menyedihkan dan memprihatikan kita. Bagaimana tidak, saudara-saudara kita muslim Suriah mengalami penderitaan yang luar biasa. Ratusan ribu umat Islam Suriah dibunuh dan dibantai dengan sadis dan biadab oleh militer rezim Syiah Basyar Assad dan sipil Syiah Suriah yang dibantu oleh rezim Syiah Iran dan komunis Rusia. Umat Islam Suriah kehilangan keluarga, harta, dan rumah, bahkan nyawa mereka. Keluarga mereka dibunuh. Harta mereka dirampas. Rumah dan desa mereka dibakar. Kehormatan muslimah mereka dilecehkan. Muslimah mereka diperkosa sampai mati di depan ayah, suami, dan saudaranya.

Senin, 06/04/2020 14:26 0

Afghanistan

AS Langgar Perjanjian, Taliban Ancam Tingkatkan Pertempuran

pada warga sipil. Sementar itu pemerintah Afghanistan juga menunda pembebasan 5.000 tahanan Taliban yang dijanjikan sesuai kesepakatan.

Senin, 06/04/2020 11:04 0

Opini

Darurat Corona Akankah Menjadi Darurat Negara?

Perppu Nomor 1 Tahun 2020 tidak menentukan parameter waktu keberlakuannya

Senin, 06/04/2020 10:43 0

Turki

Pasien Sembuh 1.000 Lebih, Tren Covid-19 di Turki Menurun di Awal April

Sejauh ini, 1.042 pasien telah pulih dan dipulangkan dari rumah sakit, sementara 1.381 pasien saat ini menerima perawatan intensif.

Senin, 06/04/2020 09:59 0

Artikel

Belanja Bahan Makanan Saat Pandemi Corona, Jangan Lupa Dibersihkan

Pandemi corona membuat orang-orang lebih banyak berdiam di dalam rumah. Sesuai anjuran pemerintah, ahli medis, dan para pemuka agama, tak perlu banyak keluar rumah kecuali untuk hal-hal yang bersifat mendesak seperti mencari perawatan medis dan berbelanja bahan makanan.

Ahad, 05/04/2020 12:30 0

News

Google Bisa Tahu Tingkat Kepatuhan Warga Negara terhadap Aturan Lockdown

KIBLAT.NET, Washington – Google Alphabet Inc telah menerbitkan grafik yang menunjukkan bahwa virus corona telah...

Sabtu, 04/04/2020 10:07 0

Suriah

Turki: Bukan Corona, Masalah Utama Pengungsi Suriah adalah Kebutuhan Pokok

KIBLAT.NET, Idlib – Pandemi virus corona bukan menjadi masalah utama yang dihadapi warga sipil di...

Sabtu, 04/04/2020 08:51 0

Feature

Corona, Antara Uang dan Relasi

Kalau berangkat ke Rumah Sakit rujukan, gak kebayang antriannya, juga resikonya. Antriannya pasti mengular. Resiko jadi ODP atau malah PDP di depan mata. Belum lagi biayanya. Belum lagi stigmanya.

Jum'at, 03/04/2020 21:42 0

Analisis

Darurat Sipil di Tengah Wabah Corona dan Kegagalan Mao Zedong

Mungkin mereka berpikir, mana ada penguasa yang tega mengorbankan rakyatnya demi kekuasaan di zaman modern seperti sekarang?

Jum'at, 03/04/2020 20:37 0

Close