... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

AS Langgar Perjanjian, Taliban Ancam Tingkatkan Pertempuran

Foto: Tim negosiator Taliban. (Foto: AP)

KIBLAT.NET, Kabul – Taliban mengatakan Amerika Serikat telah melanggar perjanjian yang ditujukan untuk membawa perdamaian ke Afghanistan. Pelanggaran termasuk serangan drone pada warga sipil. Sementar itu pemerintah Afghanistan juga menunda pembebasan 5.000 tahanan Taliban yang dijanjikan sesuai kesepakatan.

Taliban mengatakan telah membatasi serangan terhadap pasukan keamanan Afghanistan ke pos-pos pedesaan dan tidak menyerang pasukan internasional atau pasukan Afghanistan di kota-kota atau instalasi militer.

Kelompok itu memperingatkan akan lebih banyak kekerasan jika AS dan pemerintah Afghanistan melanjutkan pelanggaran perjanjian itu.

“Pelanggaran yang berkelanjutan akan menciptakan suasana ketidakpercayaan yang tidak hanya akan merusak perjanjian, tetapi juga memaksa para mujahiddin untuk tanggapan yang sama dan akan meningkat tingkat pertempuran,” kata Taliban.

“Kami secara serius meminta Amerika untuk mematuhi isi perjanjian dan untuk memperingatkan sekutu mereka untuk sepenuhnya mematuhi perjanjian.”

Taliban menyebut pemerintah Afghanistan kerap memainkan argumen untuk menjelaskan penundaan berulang-ulang dalam melepaskan 5.000 tahanan Taliban yang dijanjikan sebagai ganti 1.000 personel pemerintah.

Militer AS di Afghanistan menolak klaim Taliban, dengan mengatakan pihaknya telah menjunjung tinggi persyaratan militer dari perjanjian tersebut.

“USFOR-A sudah jelas – kami akan membela mitra ANDSF (Pasukan Pertahanan dan Keamanan Nasional Afghanistan) kami jika diserang, sesuai dengan  perjanjian,” kata juru bicara Pasukan AS Afghanistan Kolonel Sonny Leggett di  Twitter.

Pada bulan Februari, para pejabat AS dan perwakilan Taliban menandatangani perjanjian setelah berbulan-bulan negosiasi di Qatar yang bertujuan mengakhiri perang terpanjang Amerika Serikat, bertempur di Afghanistan sejak 2001. Kesepakatan itu membuka jalan bagi penarikan pasukan internasional secara bertahap dari Afghanistan.

BACA JUGA  Waktunya Tiba, Taliban-Afghanistan Mulai Berunding di Qatar

Bulan lalu, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengumumkan pemotongan satu miliar dolar bantuan Amerika ke  Afghanistan  setelah ia gagal meyakinkan Presiden Afghanistan Ashraf Ghani dan musuh politiknya, Abdullah Abdullah, untuk mengakhiri perseteruan yang telah membantu membahayakan AS. memimpin upaya perdamaian.

Ghani dan Abdullah sama-sama mengklaim sebagai presiden setelah pemilihan September yang disengketakan yang dinodai oleh tuduhan penipuan.

Komisi Pemilihan Independen negara itu telah menyatakan Ghani sebagai pemenang, tetapi Abdullah dan Komisi Keluhan Pemilu telah mendakwa penyimpangan yang meluas.

Sumber: Al-Jazeera
Redaktur: Ibas Fuadi


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Opini

Darurat Corona Akankah Menjadi Darurat Negara?

Perppu Nomor 1 Tahun 2020 tidak menentukan parameter waktu keberlakuannya

Senin, 06/04/2020 10:43 0

Indonesia

Kemenag Diminta Siapkan Langkah Mitigasi Jika Haji Tahun Ini Ditiadakan

Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi telah menyarankan penundaan segala jenis kontrak terkait pelaksanaan ibadah Haji

Senin, 06/04/2020 09:42 1

Indonesia

PKS: Dr. Ahzami Ulama yang Aktif Dakwah Membimbing Umat

Ketua Fraksi PKS DPR Jazuli Juwaini mengucapkan belasungkawa dan duka cita mendalam atas wafatnya Dr. KH. Ahzami Samiun Jazuli

Ahad, 05/04/2020 15:54 0

Artikel

Belanja Bahan Makanan Saat Pandemi Corona, Jangan Lupa Dibersihkan

Pandemi corona membuat orang-orang lebih banyak berdiam di dalam rumah. Sesuai anjuran pemerintah, ahli medis, dan para pemuka agama, tak perlu banyak keluar rumah kecuali untuk hal-hal yang bersifat mendesak seperti mencari perawatan medis dan berbelanja bahan makanan.

Ahad, 05/04/2020 12:30 0

Indonesia

Ahli Tafsir Dr. Ahzami Samiun Jazuli Wafat

Ulama ahli tafsir sekaligus pengasuh Yayasan Pendidikan Islam Darul Hikmah (YAPIHD) Bekasi Dr. Ahzami Samiun Jazuli wafat

Ahad, 05/04/2020 11:15 0

Indonesia

Dampak Pandemi Corona, Ribuan Satpam Kehilangan Pekerjaan

Dampak ekonomi dari pandemi virus Covid-19 cukup terasa bagi sektor industri di Indonesia. Diberlakukannya sosial distancing dan work from home telah menyebabkan beberapa aktivitas bisnis melamban dan berhenti. Termasuk dunia industri keamanan yang juga mengalami dampaknya.

Ahad, 05/04/2020 10:49 0

Indonesia

Solo KLB Corona, Kuttab Al-Faruq Belajar Daring Via ZOOM

Berorientasi pada menghafal Al-Qur'an dan pendidikan adab, lembaga pendidikan setingkat SD itu memiliki 40 siswa, tersebar dari kelas 1 hingga 5. Untuk mendukung pembelajaran online, aplikasi ZOOM Cloud Meetings digunakan untuk membantu para siswa belajar.

Ahad, 05/04/2020 10:28 0

Indonesia

Pandemi Corona Belum Usai, Komunitas TDA Bali Salurkan Sembako kepada Warga Terdampak

Penyebaran Covid-19 yang cukup cepat, memaksa pemerintah menerapkan darurat corona. Salah satu anjuran pemerintah adalah agar warga menerapkan social distancing. Semua warga diharapkan untuk banyak tinggal di rumah dan mengurangi kerumunan. Langkah ini adalah upaya untuk memutus rantai penyebaran virus yang hingga kini belum ditemukan obatnya.

Ahad, 05/04/2020 10:27 0

Indonesia

Solidaritas Atar Tetangga Diperlukan untuk Hadapi Dampak Wabah Covid-19

Wabah Covid-19 membuat banyak orang ekonominya terpukul

Ahad, 05/04/2020 01:20 0

Indonesia

Begini Pedoman Pengurusan Jenazah Covid-19 Menurut MUI

Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah mengatur tentang pedoman pengurusan jenazah yang sebelumnya terinfeksi virus SARS-CoV-2 atau corona

Sabtu, 04/04/2020 22:33 0

Close