... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Anggaran Rp 405,1 T Saat Wabah Covid-19 Diprioritaskan Untuk Sektor Ekonomi Jadi Tanda Tanya

Foto: Ilustrasi.

KIBLAT.NET, Bandung – Selain menetapkan kondisi Kedaruratan Kesehatan Masyarakat melalui Keppres, pasca merebaknya wabah Covid-19 pemerintah juga mengeluarkan Perppu Nomor 1 Tahun 2020 sekaligus menyiapkan stimulus sebesar Rp405,1 triliun. Alokasi untuk sektor ekonomi nasional yang menyerap persentase terbesar dari anggaran tersebut memunculkan tanda tanya.

Pemerintah menerbitkan Perppu Nomor 1 Tahun 2020 tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan untuk Penanganan Pandemi Covid-19 dan/atau dalam rangka menghadapi ancaman yang membahayakan Perekonomian Nasional dan/atau Stabilitas Sistem Keuangan. Perppu itu juga mengatur adanya stimulus yang nilainya mencapai Rp405,1 Triliun

Dari anggaran sebesar Rp 405,1 trliun itu, Rp 150 triliun dialokasikan untuk pembiayaan program pemulihan ekonomi nasional, Rp 70,1 triliun untuk insetif perpajakan dan stimulus KUR, Rp 110 triliun untuk jaring pengamanan sosial, sementara porsi anggaran kesehatan Rp 75 Triliun atau sekitar 18,5 persen dari total anggaran.

Wakil Ketua Fraksi PKS DPR RI, Netty Prasetiyani mempertanyakan persentase alokasi anggaran tersebut. “Alokasi untuk kesehatan seharusnya mendapat porsi lebih besar, apakah dengan angka 75 triliun ini, pemerintah sudah menghitung dengan benar kebutuhan lapangan?” kata Netty di Bandung, Ahad (05/04/2020) melalui peryataan tertulis.

Netty menyoroti banyaknya rumah sakit dan tenaga kesehatan yang mengeluhkan kurang dan langkanya APD, masker, serta alat dan bahan lainnya. Belum lagi soal minimnya ruang isolasi di rumah sakit dan dukungan moril yang harus diberikan pada para tenaga kesehatan.

BACA JUGA  Global Qurban-ACT Bantu Sesama di Tengah Pandemi Covid-19

Pemerintah, kata Netty, perlu memperhatikan bahwa per 5 April, penduduk yang positif corona ada 2.273 kasus, 164 sembuh, 198 meninggal dunia. Dari jumlah itu, tercatat 19 dokter dan 5 dokter gigi meninggal dunia, belum tenaga kesehatan lainnya. Dan berdasarkan prediksi Badan Intelejen Negara (BIN), jumlah ini akan terus meningkat.

“Mengapa sektor ekonomi yang diprioritaskan, ada apa ini? Saya pikir sekarang fokus dulu pada penanganan krisis di bidang kesehatan. Kita bangun pemulihan ekonomi dengan prinsip gotong royong dan berpihak pada ekonomi kerakyatan setelah badai berlalu,” ujar anggota Komisi IX DPR RI.

Dia itu juga mengingatkan pemerintah agar tetap memerhatikan mekanisme pembahasan realokasi APBN. Meski sudah ada Perppu sebagai dasar pengalokasian anggaran, tetap saja ada kewenangan DPR yang kurang diindahkan pemerintah, seperti pembahasan besaran perubahan APBN, penentuan besaran anggaran, penentuan program dan lain-lain.

“Jangan sampai alasan kedaruratan menghilangkan mekanisme check and balances DPR terhadap kebijakan pemerintah. Ini krusial,” ungkapnya.

Netty menekankan pentingnya pengawasan implementasi program dan anggaran, terlebih saat ada realokasi anggaran negara dengan jumlah fantastis. Dia menegaskan harus ada mekanisme pengawasan ekstra yang terstruktur melibatkan DPR, BPK, KPK, OJK, profesi, dan masyarakat.

“Kita tidak mau ada penyimpangan dan penyelewengan. Jangan ada celah oknum mengambil kesempatan di tengah kesulitan,” tegasnya.

Reporter: Imam S.


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Asia

Inovatif, Cara Kampus di Tokyo Gelar Acara Wisuda saat Wabah Corona

Sebuah universitas di Jepang mengadakan upacara kelulusan virtual untuk para mahasiswanya dengan cara yang inovatif.

Senin, 06/04/2020 19:56 0

Artikel

Solidaritas Untuk Umat Islam Suriah

Mendengar dan membaca berita mengenai umat muslim Suriah sangat menyedihkan dan memprihatikan kita. Bagaimana tidak, saudara-saudara kita muslim Suriah mengalami penderitaan yang luar biasa. Ratusan ribu umat Islam Suriah dibunuh dan dibantai dengan sadis dan biadab oleh militer rezim Syiah Basyar Assad dan sipil Syiah Suriah yang dibantu oleh rezim Syiah Iran dan komunis Rusia. Umat Islam Suriah kehilangan keluarga, harta, dan rumah, bahkan nyawa mereka. Keluarga mereka dibunuh. Harta mereka dirampas. Rumah dan desa mereka dibakar. Kehormatan muslimah mereka dilecehkan. Muslimah mereka diperkosa sampai mati di depan ayah, suami, dan saudaranya.

Senin, 06/04/2020 14:26 0

Afghanistan

AS Langgar Perjanjian, Taliban Ancam Tingkatkan Pertempuran

pada warga sipil. Sementar itu pemerintah Afghanistan juga menunda pembebasan 5.000 tahanan Taliban yang dijanjikan sesuai kesepakatan.

Senin, 06/04/2020 11:04 0

Opini

Darurat Corona Akankah Menjadi Darurat Negara?

Perppu Nomor 1 Tahun 2020 tidak menentukan parameter waktu keberlakuannya

Senin, 06/04/2020 10:43 0

Turki

Pasien Sembuh 1.000 Lebih, Tren Covid-19 di Turki Menurun di Awal April

Sejauh ini, 1.042 pasien telah pulih dan dipulangkan dari rumah sakit, sementara 1.381 pasien saat ini menerima perawatan intensif.

Senin, 06/04/2020 09:59 0

Artikel

Belanja Bahan Makanan Saat Pandemi Corona, Jangan Lupa Dibersihkan

Pandemi corona membuat orang-orang lebih banyak berdiam di dalam rumah. Sesuai anjuran pemerintah, ahli medis, dan para pemuka agama, tak perlu banyak keluar rumah kecuali untuk hal-hal yang bersifat mendesak seperti mencari perawatan medis dan berbelanja bahan makanan.

Ahad, 05/04/2020 12:30 0

News

Google Bisa Tahu Tingkat Kepatuhan Warga Negara terhadap Aturan Lockdown

KIBLAT.NET, Washington – Google Alphabet Inc telah menerbitkan grafik yang menunjukkan bahwa virus corona telah...

Sabtu, 04/04/2020 10:07 0

Suriah

Turki: Bukan Corona, Masalah Utama Pengungsi Suriah adalah Kebutuhan Pokok

KIBLAT.NET, Idlib – Pandemi virus corona bukan menjadi masalah utama yang dihadapi warga sipil di...

Sabtu, 04/04/2020 08:51 0

Feature

Corona, Antara Uang dan Relasi

Kalau berangkat ke Rumah Sakit rujukan, gak kebayang antriannya, juga resikonya. Antriannya pasti mengular. Resiko jadi ODP atau malah PDP di depan mata. Belum lagi biayanya. Belum lagi stigmanya.

Jum'at, 03/04/2020 21:42 0

Analisis

Darurat Sipil di Tengah Wabah Corona dan Kegagalan Mao Zedong

Mungkin mereka berpikir, mana ada penguasa yang tega mengorbankan rakyatnya demi kekuasaan di zaman modern seperti sekarang?

Jum'at, 03/04/2020 20:37 0

Close