... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Solidaritas Atar Tetangga Diperlukan untuk Hadapi Dampak Wabah Covid-19

Foto: Ilustrasi

KIBLAT.NET, Jakarta – Akibat merebaknya wabah Covid-19 banyak orang yang terpukul secara ekonomi. Karenannya tuntunan dan ajaran Islam untuk peduli kepada orang lain, termasuk solidaritas terhadap tetangga, sangat relevan dengan situasi saat ini.

Hal itu diungkapkan Ketua Bidang Ekonomi, Kewirausahaan, dan UMKM Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Anwar Abbas. Dia menjelaskan dalam Islam seorang muslim dituntut untuk mencintai saudaranya sebagaimana dia mencintai dirinya sendiri. Artinya seorang muslim harus punya kepedulian kepada orang lain dan tidak boleh hanya sibuk dengan dirinya sendiri saja.

Orang lain yang dimaksud dalam skala mikro, selain keluarga kita, adalah tetangga kita. “Yaitu orang yang secara fisik tinggalnya dekat dengan kita, sehingga karena begitu pentingnya kita harus memperhatikan tetangga tersebut,” kata Anwar dalam pernyataan tertulisnya, Sabtu (05/04/2020).

“Nabi pernah berkata, barangsiapa yang menyatakan dirinya beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah dia memuliakan tetangganya. Ini artinya kita harus memperhatikan lingkungan dari tempat tinggal kita,” imbuhnya.

Jika tetangga mengalami kesulitan dan kesusahan, kata Anwar, kita tidak boleh berdiam diri tapi harus turun untuk membantu. Karena, mengabaikan mereka berarti telah mengabaikan ketentuan yang telah ditetapkan dan diajarkan oleh agama.

“Ketentuan dan tuntunan dari ajaran agama Islam tersebut tentu jelas sangat terasa relevan bila dikaitkan dengan keadaan yang kita alami saat ini, dimana akibat merebaknya Covid-19 banyak orang yang mengalami kesulitan,” ujarnya.

BACA JUGA  Idul Fitri dan Pandemi Covid-19

Kesulitan tersebut terjadi karena kehidupan ekonomi masyarakat tidak berjalan sebagaimana biasanya. Hal itu disebabkan banyak orang yang tinggal di rumah dan tidak melakukan aktivitas di luar rumah, karena menghindari tertular oleh virus Corona yang sangat berbahaya. Akibatnya banyak orang yang ekonominya benar-benar terpukul sehingga untuk memenuhi kebutuhan pokok hidup sehari-harinya saja mereka tidak mampu.

“Di sinilah kita melihat relevansi dari hadis-hadis di atas, dimana kita dituntut untuk melakukan satu upaya yaitu menciptakan satu sistem solidaritas kekerabatan yang dimulai dan dibangun dari levelnya yang paling rendah yaitu keluarga dan tetangga. Dalam sistem ini kita dituntut untuk saling memperhatikan dan saling membantu agar kebutuhan pokok dari tetangga kita bisa terpenuhi,” kata pria yang juga Sekjen MUI tersebut.

Untuk menghadapi implikasi ekonomi yang berat akibat wabah Covid-19, Anwar mengajak untuk membangun dan mengembangkan solidaritas serta kebersamaan dalam level yang paling bawah, yaitu solidaritas dalam level keluarga dan tetangga. Menurutnya, jika hal itu bisa lakukan maka dampaknya akan sangat besar karena solidaritas di masyarakat juga akan kuat.


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

News

Google Bisa Tahu Tingkat Kepatuhan Warga Negara terhadap Aturan Lockdown

KIBLAT.NET, Washington – Google Alphabet Inc telah menerbitkan grafik yang menunjukkan bahwa virus corona telah...

Sabtu, 04/04/2020 10:07 0

Suriah

Turki: Bukan Corona, Masalah Utama Pengungsi Suriah adalah Kebutuhan Pokok

KIBLAT.NET, Idlib – Pandemi virus corona bukan menjadi masalah utama yang dihadapi warga sipil di...

Sabtu, 04/04/2020 08:51 0

Feature

Corona, Antara Uang dan Relasi

Kalau berangkat ke Rumah Sakit rujukan, gak kebayang antriannya, juga resikonya. Antriannya pasti mengular. Resiko jadi ODP atau malah PDP di depan mata. Belum lagi biayanya. Belum lagi stigmanya.

Jum'at, 03/04/2020 21:42 0

Analisis

Darurat Sipil di Tengah Wabah Corona dan Kegagalan Mao Zedong

Mungkin mereka berpikir, mana ada penguasa yang tega mengorbankan rakyatnya demi kekuasaan di zaman modern seperti sekarang?

Jum'at, 03/04/2020 20:37 0

Arab Saudi

Ibadah Haji Pernah Ditiadakan, Ini Riwayat dan Alasannya

Ibadah Haji Pernah Ditiadakan, Ini Riwayat dan Alasannya

Jum'at, 03/04/2020 16:44 0

News

Akibat Corona, Kementerian Agama Minta Masyarakat Tunda Akad Nikah

Pelaksanaan akad nikah hanya dilayani bagi calon pengantin yang sudah mendaftarkan diri sebelum 1 April 2020.

Jum'at, 03/04/2020 15:31 2

Palestina

Abaikan Corona, Tentara Israel Masih Tangkapi Warga Palestina

KIBLAT.NET, Gaza – Tentara Israel melanjutkan agresi dan penangkapannya di wilayah Palestina yang diduduki selama...

Jum'at, 03/04/2020 11:26 0

Turki

Tes Antibodi Dinilai Dapat Menekan Dampak Ekonomi Akibat Covid-19

KIBLAT.NET, Ankara – Pandemi virus corona telah membuat negara-negara di seluruh dunia melakukan penutupan penuh...

Jum'at, 03/04/2020 10:25 0

Amerika

Sekjen PBB Sebut Pandemi Covid-19 Krisis Terburuk Sejak 1945

Alasannya, jelas Guterres, pandemi ini menyatukan dua elemen: yang pertama adalah penyakit yang menimbulkan ancaman bagi semua orang di dunia, dan yang kedua adalah dampak ekonomi yang akan mengarah pada resesi, yang mungkin belum pernah kita lihat sebelumnya.

Kamis, 02/04/2020 08:35 0

Arab Saudi

Wabah Corona, Saudi Belum Memastikan Penyelenggaran Haji Tahun Ini

KIBLAT.NET, Riyadh – Arab Saudi meminta umat Islam untuk menunggu informasi lebih lanjut tentang pelaksanaan...

Rabu, 01/04/2020 14:27 0

Close