... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Ini Dua “Kartu” Jokowi untuk Masyarakat Hadapi Corona

Foto: Presiden RI, Joko Widodo.

KIBLAT.NET, Jakarta – Pemerintah RI menetapkan virus corona dari Wuhan, China sebagai jenis penyakit dengan faktor risiko yang menimbulkan kedaruratan kesehatan masyarakat, karenanya pemerintah menetapkan status kedaruratan kesehatan masyarakat.

Presiden Joko Widodo dalam konferensi persnya pada Rabu (01/04/2020) menyampaikan program yang disiapkan pemerintah untuk masyarakat lapisan bawah. Program pertama adalah Program Keluarga Harapan(PKH), keluarga penerima manfaat.

Jokowi menyebut PKH akan ditingkatkan dari 9,2 juta menjadi 10 juta keluarga penerima manfaat. Sedangkan besaran manfaatnya akan dinaikkan 25 persen, misalnya komponen ibu hamil naik dari Rp 2,4 juta menjadi Rp 3 juta per tahun, komponen anak usia dini Rp 3 juta per tahun, komponen disabilitas Rp 2,4 juta per tahun dan kebijakan ini efektif mulai bulan April 2020.

“Kedua, kartu sembako. Jumlah penerima akan dinaikkan dari 15,2 juta penerima menjadi 20 juta penerima manfaat dan nilainya naik 30 persen dari Rp150 ribu menjadi Rp200 ribu dan akan diberikan selama 9 bulan,” ujar Jokowi.

Program ketiga adalah tentang Kartu Prakerja. Jokowi menyebut anggaran Kartu Prakerja dinaikkan dari Rp 10 triliun menjadi Rp 20 triliun. Jumlah penerima manfaat menjadi 5,6 juta orang terutama ini adalah untuk pekerja informal serta pelaku usaha mikro dan kecil yang terdampak Covid-19 dan nilai manfaatnya adalah Rp 650 ribu sampai Rp 1 juta per bulan selama empat bulan ke depan.

BACA JUGA  Konser BPIP Dinilai Tidak Menghargai Kemuliaan Ramadhan

Kemudian, program selanjutnya adalah tentang tarif listrik. Jokowi menyebut bahwa pemerintah akan menggratiskan pelanggan listrik 450 VA yang jumlahnya sekitar 24 juta pelanggan selama tiga bulan ke depan yaitu untuk bulan April, Mei, dan bulan Juni 2020.

“Sedangkan untuk pelanggan 900 VA yang jumlahnya sekitar 7 juta pelanggan akan didiskon lima puluh persen, artinya hanya membayar separuh saja untuk bulan April, Mei, dan bulan Juni 2020,” ujar Jokowi.

Program kelima, perihal antisipasi kebutuhan pokok. Pemerintah mencadangkan Rp 25 triliun untuk pemenuhan kebutuhan pokok serta operasi pasar dan logistik.

Keenam, perihal keringanan pembayaran kredit. Bagi para pekerja informal, baik itu ojek online, sopir taksi, dan pelaku UMKM (usaha mikro, kecil, dan menengah), nelayan dengan penghasilan harian, dengan kredit di bawah Rp 10 miliar, OJK (Otoritas Jasa Keuangan) telah menerbitkan aturan mengenai hal tersebut dan dimulai berlaku bulan April ini.

“Telah ditetapkan prosedur pengajuannya tanpa harus datang ke bank atau perusahaan leasing, cukup melalui email atau media komunikasi digital seperti WA (WhatsApp, red.). Saya rasa itu yang bisa saya sampaikan pada kesempatan yang baik ini,” tutupnya.

Reporter: Muhammad Jundii
Editor: Rusydan Abdul Hadi


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

One comment on “Ini Dua “Kartu” Jokowi untuk Masyarakat Hadapi Corona”

  1. nano

    jumlah angka yang disebutin boleh trilinan, tapi duitnya mana? janji kosong lagi..

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Arab Saudi

Wabah Corona, Saudi Belum Memastikan Penyelenggaran Haji Tahun Ini

KIBLAT.NET, Riyadh – Arab Saudi meminta umat Islam untuk menunggu informasi lebih lanjut tentang pelaksanaan...

Rabu, 01/04/2020 14:27 0

Myanmar

Terbitkan Hasil Wawancara Dengan Pemberontak, Jurnalis Ini Malah Dikenai UU Anti-Terror

Nay Myo Lin ditahan karena menerbitkan hasil wawancara dengan juru bicara pemberontak Arakan.

Rabu, 01/04/2020 12:52 0

News

Aplikasi Zoom Diselidiki Kejaksaan Agung New York, Ada Apa?

James jugamenyampaikan keprihatinan atas lambatnya respon perusahaan Zoom terhadap lemahnya keamanan aplikasi.

Rabu, 01/04/2020 12:05 0

Amerika

Puluhan Prajurit AS di Atas Kapal Induk Terinfeksi Covid-19

"Kasus positif tambahan telah ditemukan pada Covid-19," kata Komandan Operasi Angkatan Laut Laksamana Mike Guilday dalam sebuah pernyataan, Kamis lalu.

Rabu, 01/04/2020 09:31 0

Afghanistan

Tim Teknis Taliban untuk Pertukaran Tahanan Tiba di Kabul

"Tim teknis anggota kami yang berjumlah tiga orang akan membantu dalam proses pembebasan tahanan dengan mengidentifikasi dan memindahkan tahanan,"

Rabu, 01/04/2020 08:08 0

Arab Saudi

Saudi Minta Umat Islam Tak Buru-buru Urus Perjalanan Haji Tahun Ini

Kerajaan Saudi mencatat sepuluh kematian dari 1.563 kasus coronavirus, yang menginfeksi sekitar 800.000 orang dan menewaskan lebih dari 38.000 di seluruh dunia.

Rabu, 01/04/2020 07:35 0

News

Soal Darurat Sipil, Pengamat Hukum: Sekarang Virus War , Bukan Civil War

Pengamat Hukum, Dr. Suparji Ahmad, SH, MH menegaskan bahwa wacana penetapan darurat sipil sebaiknya tidak direalisasikan.

Selasa, 31/03/2020 13:19 0

Info Event

Bantu Mereka yang Tak Bisa #DiRumahAja Saat Wabah Corona

Mari bantu orang-orang yang karena tuntutan keadaan tak bisa #DiRumahAja saat terjadi wabah virus Corona

Selasa, 31/03/2020 12:21 0

Turki

Wabah Corona, Turki Gerakkan Narapidana Produksi APD

KIBLAT.NET, Ankara – Tahanan Turki di enam penjara berbeda menghasilkan 1,5 juta masker sekali pakai...

Selasa, 31/03/2020 11:36 0

Afghanistan

Taliban Serbu Sejumlah Lokasi Militer Rezim Afghanistan

Taliban belum menyetujui gencatan senjata dengan pasukan pemerintah. Serangan pun terus berlanjut meskipun Taliban tidak mengumumkan dimulainya Operasi Musim Semi, seperti yang biasa yang digelar setiap tahun.

Selasa, 31/03/2020 07:56 0

Close