... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Fraksi PAN: Penerapan Darurat Sipil Kurang Tepat

Foto: Wakil Ketua Fraksi PAN DPR-RI, Saleh Partaonan Daulay. (Foto: Dok. FPAN)

KIBLAT.NET, Jakarta – Wakil Ketua Fraksi PAN DPR-RI, Saleh Partaonan Daulay menilai kurang tepat apabila pemerintah mengambil kebijakan pembatasan sosial berskala besar untuk mengendalikan penularan Covid-19 bersamaan dengan penerapan darurat sipil.

“Pilihan penerapan darurat sipil kurang tepat karena dasar hukumnya adalah Perppu tentang keadaan bahaya. Kelahiran perppu ini pada masa revolusi sebagai respons terhadap situasi pada saat itu yang sifatnya sementara dan temporal,” kata Saleh dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa (31/03/2020), dikutip dari Antara.

Darurat Sipil sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1959 tentang Keadaan Bahaya, diyakini tidak begitu tegas karena pimpinan operasi masih ditangani oleh sipil.

Menurut Saleh, darurat sipil dipergunakan kemungkinan karena pemerintah menganggap bahwa keadaan darurat yang ada skalanya masih rendah. Oleh karena itu, darurat sipil dikombinasikan dengan pembatasan sosial berskala besar.

“Kedua, perppu itu lahir sebelum diberlakukannya otonomi daerah. Oleh karena itu, jika itu diterapkan, belum tentu sesuai dengan situasi dan sistem politik yang ada pada saat ini,” ujarnya.

Ketiga, lanjut Saleh, Perppu itu ditetapkan bilamana keamanan atau tertib hukum terancam, salah satunya bisa diakibatkan bencana alam. Ia menilai bencana ini adalah bencana nonalam. Selain itu, pada saat ini sudah ada BNPB dan gugus tugas yang bekerja sama dengan 33 kementerian.

BACA JUGA  Syekh Ali Jaber Ditusuk Saat Isi Pengajian di Lampung

“Keempat, penggunaan darurat sipil juga bertentangan dengan asas hukum lex specialis derogat legi generalis (hukum yang khusus dapat menyampingkan hukum yang umum, red.),” tuturnya.

Menurut dia, Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan lebih khusus membahas tentang kesehatan dan lebih sesuai dengan bencana saat ini.

Daripada pemerintah menggunakan kebijakan darurat sipil, kata Anggota Komisi IX DPR RI itu, lebih baik menetapkan darurat kesehatan masyarakat sebagaimana amanat Pasal 10 Ayat (1) Undang-undang tentang Kekarantinaan Kesehatan.

“Saya bukan ahli hukum. Namun, itu bisa ditanyakan dan diskusikan dengan mereka yang lebih paham. Ini penting diingatkan sebagai bentuk kehati-hatian dalam pengambilan payung hukum,” ungkapnya.

Dengan melihat kondisi saat ini, jumlah korban Covid-19 yang terus bertambah, lanjut Saleh, sebaiknya pemerintah lebih tepat memilih opsi karantina wilayah. Dengan karantina wilayah, warga masyarakat bisa diatur agar lebih taat dan tertib. Hal ini adalah kunci dari keberhasilan social distancing dan physical distancing.

“Karantina wilayah sepertinya bukan mejadi opsi utama pemerintah karena membutuhkan banyak biaya, termasuk untuk membiayai kebutuan pokok masyarakat yang terdampak kebijakan tersebut. Hal itu nilainya tentu tidak sedikit,” ujar Saleh.

Oleh karena itu, Saleh berharap pemerintah memikirkan ulang pilihan-pilihan kebijakan yang akan diambil. Kalaupun mau menerapkan darurat sipil, infonya masih memerlukan aturan tambahan lainnya sehingga tentu akan memakan waktu yang lebih lama lagi.

BACA JUGA  Wamenag: Dai Harus Terbebas dari Paham Radikal

Sumber: Antara
Editor: Rusydan Abdul Hadi

 

 


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Turki

Wabah Corona, Turki Gerakkan Narapidana Produksi APD

KIBLAT.NET, Ankara – Tahanan Turki di enam penjara berbeda menghasilkan 1,5 juta masker sekali pakai...

Selasa, 31/03/2020 11:36 0

Afghanistan

Taliban Serbu Sejumlah Lokasi Militer Rezim Afghanistan

Taliban belum menyetujui gencatan senjata dengan pasukan pemerintah. Serangan pun terus berlanjut meskipun Taliban tidak mengumumkan dimulainya Operasi Musim Semi, seperti yang biasa yang digelar setiap tahun.

Selasa, 31/03/2020 07:56 0

News

Terus Melonjak, Jumlah Infeksi Corona di Seluruh Dunia Lampaui Angka 700.000

Virus yang bersal dari Wuhan, Cina ini telah menyebar ke setidaknya 177 negara di seluruh dunia dan telah merenggut lebih dari 33.500 nyawa warga dunia.

Senin, 30/03/2020 17:55 0

Suriah

Narapidana di Penjara SDF Berontak, Sejumlah Tahanan ISIS Kabur

Banyak pihak menyebutkan para tahanan anak-anak dan yang lainnya ditangkap dengan tuduhan palsu atau karena menolak kebijakan perekrutan wajib militer SDF.

Senin, 30/03/2020 08:56 0

Suara Pembaca

Penanganan Corona Memang Santuy, Tapi Pemerintah Sama Sekali Tidak Salah

Santuy, itulah kata yang pantas disematkan kepada pemerintah dalam menangani wabah corona yang hari ini (29/03/2020) kasusnya telah menembus angka seribu. Atau paling tidak, itulah yang bisa kita simpulkan dari kritikan yang disampaikan oleh para oposan terkhusus Fraksi Partai Keadilan Sejahtera.

Ahad, 29/03/2020 15:53 0

Artikel

Heal the World, Make it Better Place

Mari sembuhkan bumi, membuatnya jadi tempat yang lebih baik. Sang penyanyi telah meninggal, namun sepenggal lagu tentang bumi mengingatkan kita, manusia, akan satu hal besar yang terlupakan.

Ahad, 29/03/2020 12:17 0

Artikel

Lockdown, Simalakama bagi Jokowi

Meski tak dijelaskan spesifik, Jokowi seolah menyatakan bahwa lockdown tak sesuai dengan karakter bangsa Indonesia.

Sabtu, 28/03/2020 19:20 0

Suara Pembaca

Ibu Bercita-cita Mulia

Covid-19 bukan hanya berdampak pada para pekerja, atau kondisi ekonomi saja, akan tetapi para siswa-siswi dari segala jenjang pendidikan pun kena imbasnya. Mereka dengan terpaksa diliburkan dan menjalankan tugas sekolah dari rumah masing-masing dengan bantuan para orang tua. Adanya perpanjangan masa libur oleh pihak sekolah membuat beberapa orang tua mengeluh.

Sabtu, 28/03/2020 16:46 0

Afrika

Pertempuran di Libya Memanas di Tengah Ancaman Pandemi Corona

UEA, Mesir, dan Rusia mendukung Tentara Nasional Libya secara militer, sementara pemerintah Kesepakatan Nasional mendapat dukungan dari Turki.

Sabtu, 28/03/2020 09:59 0

Suara Pembaca

Merindukan Imam Nawawi Bersama Sri Mulyani

Oleh: Azzam Diponegoro KIBLAT.NET – Di tengah penanganan wabah corona yang mulai menuai kritik, pemerintah...

Sabtu, 28/03/2020 06:55 0

Close