... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Masyarakat Masih Nekat Berkumpul, MIUMI Aceh: Meremehkan Himbauan Medis dan Ulama Menyalahi Syariat

Foto: Ketua MIUMI Aceh Dr. Muhammad Yusran Hadi, LC, MA

KIBLAT.NET, Banda Aceh – Badai pandemi corona masih belum berakhir. Total kasus per 30 Maret 2020 adalah 1.285 orang dengan rincian 1.107 dalam perawatan, 114 meninggal, dan 64 sembuh. Infeksi virus corona atau Covid-19 juga telah menyebar ke 24 provinsi di Indonesia. Kasus terbanyak masih dipegang oleh DKI Jakarta dengan total kasus 675 dengan rincian 562 dalam perawatan, 68 meninggal, dan 45 sembuh.

Meningkatnya kasus infeksi setiap harinya bahkan menginfeksi dan menewaskan sejumlah dokter dan perawat mendatangkan keprihatinan dari Ketua Majelis Intelektual & Ulama Muda Indonesia (MIUMI) Provinsi Aceh, Dr. Muhammad Yusran Hadi, Lc., MA. Ia Sangat menyayangkan tindakan orang-orang yang meremehkan virus corona sejak awal muncul, khususnya para pemimpin dan pejabat, dan tindakan orang-orang yang tidak patuh himbauan untuk menghindari kerumunan atau perkumpulan dalam bentuk apapun.

“Termasuk kegiatan keagamaaan di masjid, gereja, tempat ibadah lainnya, dan untuk menetap atau tinggal di rumah selama wabah ini berjangkit serta mengikuti prosedur kesehatan yang telah disampaikan oleh pihak medis,” ujar Yusran kepada Kiblat.net pada Senin (30/03/2020).

Para ahli medis, ulama dan pemerintah telah menghimbau masyarakat agar melakukan sosial distancing (menjaga jarak sosial) dengan menghindari kerumunan atau perkumpulan dan menetap di rumah saat ini, kecuali urusan sangat mendesak dengan mengikuti prosedur kesehatan. Namun, masih banyak orang menghadiri kerumunan atau perkumpulan seperti acara perkawinan, kumpul keluarga, kumpul di warung kopi dan di mall, pawai tolak bala, kegiatan ibadah berjama’ah di masjid, gereja, vihara, dan lainnya, ceramah, majelis zikir, tempat hiburan, dan tempat-tempat umum lainnya.

BACA JUGA  Habib Bahar Tersangka Lagi, Pengacara: Ini Kriminalisasi

Tindakan bandel dan keras kepala mereka ini, lanjut Yusran, telah memperburuk keadaan dengan mempercepat penyebaran virus corona ke seluruh daerah dan Indonesia.

“Akibatnya, korban semakin bertambah setiap harinya. Bahkan para dokter dan perawat yang menangani pasien corona ikut menjadi korban keganasan virus ini baik terinfeksi maupun meninggal dunia. Padahal para medis ini paham benar tentang virus ini dan selalu menjaga diri darinya. Namun, akibat mengobati pasien corona mereka menjadi korban,” ujarnya.

Yusran menyayangkan sikap mereka yang meremehkan virus corona serta himbauan pemerintah, para ahli medis, dan ulama dengan hanya menyandarkan kepada takdir atau tawakkal, tanpa ada ikhtiar untuk menghindari kerumunan yang dapat menyebarkan virus dengan cepat kepada semua orang.

“Tindakan mereka ini bertentangan dengan syariat Islam yang mewajibkan ikhtiar dan patuh pemimpin dan ulama, di samping doa dan tawakkal, dan melarang perbuatan yang membahayakan diri sendiri dan orang lain,” tuturnya.

Menurut Yusran, mereka biasanya merasa sehat dan aman dari virus, padahal membawa virus tanpa sadar. Mereka bagian dari orang-orang yang ditularkan dan menularkan kepada keluarganya dan orang lain.

“Ini sangat berbahaya karena bisa membunuh banyak orang tanpa sadar. Itu sebabnya para ulama besar sedunia termasuk MUI telah menfatwakan kebolehan meninggalkan shalat jum’at dan berjama’ah di masjid selama wabah penyakit berjangkit. Bahkan mengharamkannya bagi orang yang terinfeksi corona, termasuk orang yang diduga terinfeksi (ODP dan PDP, red.),” ungkapnya.

BACA JUGA  Soal Vaksin Covid-19, Wapres Minta Masyarakat Dukung Pemerintah

Masyarakat yang masih membandel, menurut Yusran , hendaknya  belajar dari kasus corona di Italia sebagai negara tertinggi kasus dan kematian corona di dunia. Hal itu disebabkan rakyat Italia yang tidak patuh himbauan pemerintah dan medis untuk menetap di rumah sejak awal munculnya wabah.

Oleh karena itu, Yusran meminta masyarakat untuk bersabar menetap di rumah selama wabah ini, demi mencegah penyebaran virus dan menyelamatkan jiwa kita dan umat manusia.

“Bila kita melakukan ikhtiar dengan bersabar menetap di rumah dan berdoa serta bertawakkal, maka Allah SWT akan memberikan pahala kesabaran dan pahala syahid bagi kita yang masih hidup maupun yang meninggal saat ini,” tegas Yusran.

“Tidak cukup doa dan tawakkal saja, namun wajib ikhtiar. Inilah pemahaman ajaran Islam yang benar sesuai dengan paham Ahlussunnah wal Jama’ah,” pungkasnya.

Reporter: Azzam Diponegoro
Editor: Rusydan Abdul Hadi

 

 


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

News

Terus Melonjak, Jumlah Infeksi Corona di Seluruh Dunia Lampaui Angka 700.000

Virus yang bersal dari Wuhan, Cina ini telah menyebar ke setidaknya 177 negara di seluruh dunia dan telah merenggut lebih dari 33.500 nyawa warga dunia.

Senin, 30/03/2020 17:55 0

Suriah

Narapidana di Penjara SDF Berontak, Sejumlah Tahanan ISIS Kabur

Banyak pihak menyebutkan para tahanan anak-anak dan yang lainnya ditangkap dengan tuduhan palsu atau karena menolak kebijakan perekrutan wajib militer SDF.

Senin, 30/03/2020 08:56 0

Suara Pembaca

Penanganan Corona Memang Santuy, Tapi Pemerintah Sama Sekali Tidak Salah

Santuy, itulah kata yang pantas disematkan kepada pemerintah dalam menangani wabah corona yang hari ini (29/03/2020) kasusnya telah menembus angka seribu. Atau paling tidak, itulah yang bisa kita simpulkan dari kritikan yang disampaikan oleh para oposan terkhusus Fraksi Partai Keadilan Sejahtera.

Ahad, 29/03/2020 15:53 0

Artikel

Heal the World, Make it Better Place

Mari sembuhkan bumi, membuatnya jadi tempat yang lebih baik. Sang penyanyi telah meninggal, namun sepenggal lagu tentang bumi mengingatkan kita, manusia, akan satu hal besar yang terlupakan.

Ahad, 29/03/2020 12:17 0

Artikel

Lockdown, Simalakama bagi Jokowi

Meski tak dijelaskan spesifik, Jokowi seolah menyatakan bahwa lockdown tak sesuai dengan karakter bangsa Indonesia.

Sabtu, 28/03/2020 19:20 0

Suara Pembaca

Ibu Bercita-cita Mulia

Covid-19 bukan hanya berdampak pada para pekerja, atau kondisi ekonomi saja, akan tetapi para siswa-siswi dari segala jenjang pendidikan pun kena imbasnya. Mereka dengan terpaksa diliburkan dan menjalankan tugas sekolah dari rumah masing-masing dengan bantuan para orang tua. Adanya perpanjangan masa libur oleh pihak sekolah membuat beberapa orang tua mengeluh.

Sabtu, 28/03/2020 16:46 0

Afrika

Pertempuran di Libya Memanas di Tengah Ancaman Pandemi Corona

UEA, Mesir, dan Rusia mendukung Tentara Nasional Libya secara militer, sementara pemerintah Kesepakatan Nasional mendapat dukungan dari Turki.

Sabtu, 28/03/2020 09:59 0

Suara Pembaca

Merindukan Imam Nawawi Bersama Sri Mulyani

Oleh: Azzam Diponegoro KIBLAT.NET – Di tengah penanganan wabah corona yang mulai menuai kritik, pemerintah...

Sabtu, 28/03/2020 06:55 0

Turki

Mantan Pasien Corona: Penyakit Ini Bisa Dimenangkan

KIBLAT.NET, Ankara – Orang-orang dari berbagai belahan dunia, yang tertular penyakit virus corona asal China,...

Kamis, 26/03/2020 16:10 0

Selandia Baru

Setahun Berlalu, Pelaku Penembakan Masjid Selandia Baru Akhirnya Mengaku Bersalah

Tarrant mengaku bersalah atas 51 tuduhan pembunuhan, 40 percobaan pembunuhan, dan tuduhan terorisme.

Kamis, 26/03/2020 14:23 0

Close