... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Karantina Wilayah: Perlu tapi Pemerintah Belum Siap

Foto: Jalanan di Kawasan Sudirman, Jakarta menjadi lebih lengang sejak wabah corona menyerang Indonesia. (Foto: Antara)

KIBLAT.NET, Bandung – Badai pandemi corona masih belum berakhir. Total kasus per 30 Maret 2020 adalah 1.285 orang dengan rincian 1.107 dalam perawatan, 114 meninggal, dan 64 sembuh. Infeksi virus corona atau Covid-19 juga telah menyebar ke 24 provinsi di Indonesia. Kasus terbanyak masih dipegang oleh DKI Jakarta dengan total kasus 675 dengan rincian 562 dalam perawatan, 68 meninggal, dan 45 sembuh.

Menanggapi trend yang terus bertambah, beberapa pihak mulai meminta pemerintah untuk mengevaluasi skenario penanggulangan virus corona yang telah berjalan dan segera membuat opsi skenario yang lebih tepat untuk menekan penyebaran virus. Salah satunya dengan memberlakukan karantina wilayah.

Netty Prasetiyani, anggota Komisi IX DPR-RI meminta pemerintah segera berlakukan karantina wilayah mengingat pandemi Covid-19 makin meluas. Ia juga mengkritisi langkah pemerintah yang dinilai lamban dalam menyiapkan instrumen hukum.

“Kenapa setelah keadaan makin parah, baru pemerintah seperti tergopoh-gopoh membuat rancangan peraturan pemerintah sebagai landasan hukum  karantina wilayah,” kata Netty dari kediamannya di Bandung pada Ahad (29/03/2020) kepada Kiblat.net melalui pesan WhatsApp.

Menurut Wakil Ketua Fraksi PKS DPR-RI ini, undang-undang tentang karantina kesehatan sudah berlaku sejak 2018, namun sampai saat ini pemerintah belum mengeluarkan peraturan pemerintah sebagai juklak implementasinya.

“Sejak awal wabah ini muncul di Wuhan dan kemudian mengakibatkan pemulangan WNI dari sana, saya sudah mengingatkan pemerintah terkait penyiapan instrumen hukum yang diperlukan saat harus memberlakukan karantina wilayah. Langkah antisipasi ini seharusnya sudah dilakukan jauh hari,” sesalnya.

Netty meminta pemerintah bersikap tegas dalam melindungi rakyat. “Jangan benturkan nasib rakyat dengan hukum atau konstitusi. Harus ada keberanian melakukan upaya terobosan di tengah situasi darurat,” ujarnya.

BACA JUGA  Imam Masjid yang Tewas di Kabul Pernah Suarakan Diakhirinya Invasi AS

Oleh karena itu, Netty menyarankan agar Presiden memberikan ijin dan dukungan pada kepala daerah yang bersiap melakukan karantina wilayah. “Wilayah zona merah yang rawan dan banyak mobilitas manusia seperti Jakarta, sudah saatnya diijinkan lakukan karantina wilayah. Jakarta saat ini sudah menjadi epicenter,” tandasnya.

Istri dari mantan Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan tersebut mengungkapkan karantina wilayah setidaknya akan membawa beberapa manfaat.

“Pertama, dapat meminimalisasi persebaran Covid-19. Kedua, membatasi pergerakan atau mobilitas masyarakat keluar masuk tanpa mengetahui statusnya apakah ODP atau PDP. Ketiga, mengurangi imported case ke daerah. Keempat, mempermudah tracking (pendataan, red.) atau kategorisasi kesehatan masyarakat. Kelima, mempercepat proses penanganan Covid-19,” ungkapnya.

Politisi PKS dapil Kokab Cirebon dan Indramayu ini pun berharap agar proses pemberlakuan karantina wilayah dilakukan dengan koordinasi sebaik mungkin antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI/Polri, dan unsur masyarakat.

“Pemerintah Daerah, misalnya, sebelum meminta ijin karantina wilayah, harus  sudah mempertimbangkan dengan matang terkait faktor  epidemiologis, ancaman, dukungan sumber daya, teknis operasional, dampak ekonomi, sosial, budaya, dan keamanan. Dan ini harus clear, jika tidak bisa berantakan,” ujarnya.

Namun Netty juga mengingatkan bahwa baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah mempunyai kewajiban terhadap masyarakat jika karantina wilayah diberlakukan. Yaitu menjamin kebutuhan dasar masyarakat selama karantina sebagaimana diatur UU Kekarantinaan Kesehatan serta memastikan distribusi logistik dan pangan aman di seluruh wilayah Indonesia, baik yang terdampak Covid-19 ataupun tidak. Pemerintah juga perlu memastikan kesiapan tenaga kesehatan di daerah, dikarenakan sebaran kasus sudah masuk ke berbagai daerah. Dan terakhir, negara harus memastikan keamanan dan keselamatan jiwa dan raga masyarakat.

BACA JUGA  Muhammadiyah Klaten Bantah Terkait dengan Teror Penyelenggara Diskusi FH UGM

Selain itu, Netty juga mengajak masyarakat untuk  mematuhi semua aturan karantina wilayah jika sudah diberlakukan “Masyarakat harus patuh untuk tidak keluar masuk wilayah. Jika  dilanggar maka ada sanksi pidana sebagaimana diatur dalam pasal 93 UU Kekarantinaan Kesehatan ini,” ujar Netty.

Pemerintah Membuka Donasi

Sementara itu, ketika ditanya soal rencana pemerintah untuk membuka rekening khusus untuk donasi penanganan Covid-19. Netty menilai pada hakikatnya sah-sah saja negara membuka rekening khusus bagi masyarakat yang ingin berdonasi untuk penanganan corona sebagai wujud dan aksi bela negara.

Namun Netty memberi catatan bahwa hal ini tentu saja ditujukan bagi kelompok masyarakat yang selama ini menikmati keuntungan dari pendayagunaan SDA Indonesia, konglomerat, para pengusaha yang mendapat kemudahan izin berusaha.

“Bukan bagi masyarakat yang masuk kategori tidak mampu, pra sejahtera, atau kelompok masyarakat pekerja bukan penerima upah yang sehari-hari sudah kesulitan menghidupi diri dan keluarganya,” pungkasnya.

Sebelumnya, pemerintah melalui Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan rencana Pemerintah untuk membuka account khusus bagi masyarakat yang ingin menyumbangkan donasi untuk percepatan penangan pandemi corona.

Menurut Sri, meskipun pemerintah sebetulnya siap untuk mendukung proses percepatan penanganan pandemi virus corona di dalam negeri. Namun opsi ini dibuka, untuk membantu meringankan beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pemerintah.

Reporter: Azzam Diponegoro
Editor: Rusydan Abdul Hadi


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Suara Pembaca

Penanganan Corona Memang Santuy, Tapi Pemerintah Sama Sekali Tidak Salah

Santuy, itulah kata yang pantas disematkan kepada pemerintah dalam menangani wabah corona yang hari ini (29/03/2020) kasusnya telah menembus angka seribu. Atau paling tidak, itulah yang bisa kita simpulkan dari kritikan yang disampaikan oleh para oposan terkhusus Fraksi Partai Keadilan Sejahtera.

Ahad, 29/03/2020 15:53 0

Artikel

Heal the World, Make it Better Place

Mari sembuhkan bumi, membuatnya jadi tempat yang lebih baik. Sang penyanyi telah meninggal, namun sepenggal lagu tentang bumi mengingatkan kita, manusia, akan satu hal besar yang terlupakan.

Ahad, 29/03/2020 12:17 0

Artikel

Lockdown, Simalakama bagi Jokowi

Meski tak dijelaskan spesifik, Jokowi seolah menyatakan bahwa lockdown tak sesuai dengan karakter bangsa Indonesia.

Sabtu, 28/03/2020 19:20 0

Suara Pembaca

Ibu Bercita-cita Mulia

Covid-19 bukan hanya berdampak pada para pekerja, atau kondisi ekonomi saja, akan tetapi para siswa-siswi dari segala jenjang pendidikan pun kena imbasnya. Mereka dengan terpaksa diliburkan dan menjalankan tugas sekolah dari rumah masing-masing dengan bantuan para orang tua. Adanya perpanjangan masa libur oleh pihak sekolah membuat beberapa orang tua mengeluh.

Sabtu, 28/03/2020 16:46 0

Afrika

Pertempuran di Libya Memanas di Tengah Ancaman Pandemi Corona

UEA, Mesir, dan Rusia mendukung Tentara Nasional Libya secara militer, sementara pemerintah Kesepakatan Nasional mendapat dukungan dari Turki.

Sabtu, 28/03/2020 09:59 0

Suara Pembaca

Merindukan Imam Nawawi Bersama Sri Mulyani

Oleh: Azzam Diponegoro KIBLAT.NET – Di tengah penanganan wabah corona yang mulai menuai kritik, pemerintah...

Sabtu, 28/03/2020 06:55 0

Turki

Mantan Pasien Corona: Penyakit Ini Bisa Dimenangkan

KIBLAT.NET, Ankara – Orang-orang dari berbagai belahan dunia, yang tertular penyakit virus corona asal China,...

Kamis, 26/03/2020 16:10 0

Selandia Baru

Setahun Berlalu, Pelaku Penembakan Masjid Selandia Baru Akhirnya Mengaku Bersalah

Tarrant mengaku bersalah atas 51 tuduhan pembunuhan, 40 percobaan pembunuhan, dan tuduhan terorisme.

Kamis, 26/03/2020 14:23 0

Video Kajian

Sikap Zuhud di Tengah Wabah Corona

Di tengah wabah corona ini mari kita sejenak merenung, sejenak kita melihat ke dalam diri kita, barang kali kita mendapati dalam jiwa kita ada ketakutan - ketakutan.

Kamis, 26/03/2020 11:27 1

Tarbiyah Jihadiyah

Bertahan di Tengah Wabah Corona dengan Zuhud

Di tengah wabah corona, muncul ketakutan dan kekhawatiran. Ada ketakutan anak dan istri tidak makan dengan layak, ada kekhawatiran harga-harga melambung tinggi, khawatir kehilangan pekerjaan dan kekurangan pendapatan.

Kamis, 26/03/2020 07:22 0

Close