... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Aksi Protes terhadap UU Anti-Muslim di India Terus Berlanjut

Foto: Aksi solidaritas untuk Rohingya di New Delhi pekan lalu (Reuters)

KIBLAT.NET, New Delhi – Polisi di ibu kota India membubarkan aksi protes terhadap undang-undang anti-Muslim pada Selasa (24/03/2020). Aksi diikuti oleh puluhan orang, banyak dari mereka perempuan, yang melawan ketakutan akan virus corona.

Ratusan polisi dengan pakaian anti huru hara mengepung para pengunjuk rasa di lingkungan Shaheen Bagh, yang telah menjadi titik fokus aksi menentang hukum yang mendiskriminasi umat Islam.

Beberapa pengunjuk rasa menghadapi polisi dan setidaknya sembilan orang telah ditahan, enam di antaranya perempuan,” kata komisioner gabungan polisi Delhi DC Srivastava, seraya menambahkan bahwa penangkapan tanpa kekerasan. Siaran televisi menunjukkan polisi menurunkan tenda dan baliho di lokasi protes dengan buldoser.

Ibukota India telah menjadi fokus kerusuhan terhadap Citizenship Amendment Act (CAA). Undang-undang itu membuat non-Muslim dari tiga negara tetangga yang didominasi Muslim lebih mudah untuk mendapatkan kewarganegaraan India. Protes pecah di India sejak undang-undang itu diberlakukan pada Desember, yang menyebabkan sedikitnya 78 orang tewas dalam bentrokan dengan polisi.

Kekerasan itu membuat Muslim terbunuh dan masjid terbakar oleh gerombolan Hindu dalam kekerasan sektarian yang dipicu oleh kebijakan anti-Muslim pemerintah yang sedang berlangsung. Umat Muslim menyebut polisi membantu gerombolan Hindu dalam bentrokan, termasuk membakar masjid dan tempat suci.

Komisaris Tinggi PBB telah menyuarakan “keprihatinan besar” atas undang-undang kewarganegaraan India yang diubah, dan laporan-laporan tentang “ketidakhadiran polisi” dalam menghadapi serangan komunal di Delhi.

India, dengan populasi lebih dari 1,3 miliar, terdiri 80% Hindu dan 14% Muslim. Artinya negara ini menjadi salah satu populasi Muslim terbesar di dunia. Ada banyak pertanyaan yang muncul tentang sikap pemerintah, yang dipimpin oleh partai nasionalis Hindu Perdana Menteri Narendra Modi, terhadap 172 juta Muslim India. Serangan terhadap minoritas, terutama Muslim, telah meningkat tajam di seluruh India dalam beberapa tahun terakhir di bawah kepemimpinan Modi.

Sejak kembali berkuasa dalam pemilihan umum Mei lalu, Modi secara agresif melakukan agenda nasionalis Hindu; dari menanggalkan Kashmir yang bergolak, satu-satunya wilayah mayoritas Muslim di India, dari negara bagiannya, hingga mendukung keputusan Mahkamah Agung yang mengizinkan sebuah kuil Hindu untuk dibangun di situs masjid era Mughal yang diruntuhkan oleh gerombolan Hindu pada tahun 1992.

Undang-undang kewarganegaraan dipandang sebagai pendahulu bagi Daftar Warga Nasional (NRC) yang akan mendeportasi orang asing, sehingg menguatkan para pengikutnya. Massa yang mengamuk, yang sebagian besar Hindu menyerang rumah-rumah Muslim dan tempat-tempat ibadah, adalah pengingat tentang meningkatnya ketegangan agama di bawah Modi.

Sumber: Daily Sabah
Redaktur: Ibas Fuadi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Sinergi Foundation Siap Salurkan 80.000 Masker dan Mob Cap untuk Tenaga Medis

Sinergi Foundation siap membagikan 80.000 masker, 80.000 mob cap, dan 10.000 minuman peningkat imun tubuh.

Rabu, 25/03/2020 13:52 0

Artikel

Peran Alim Ulama di Tengah Wabah Corona

Pandemi Covid-19 memang hal yang sepantasnya menimbang pendapat ilmiah dari para pakar medis. Tetapi bukan berarti ulama kehilangan perannya. Justru ketika kita melihat fenomena pemimpin yang tak sigap, kepanikan di masyarakat, cara pandang beragama yang menafikan sains atau cara pandang alam yang menafikan agama, disitulah ulama sebenarnya sangat dibutuhkan.

Rabu, 25/03/2020 11:16 0

Indonesia

Dampak Corona, Kemenag Perpanjang Tenggat Pelunasan Biaya Haji 2020

Jamaah juga dihimbau untuk memanfaatkan layanan pelunasan non teller melalui transfer sehingga tidak perlu datang ke bank.

Selasa, 24/03/2020 19:42 0

Indonesia

Kemensos: Ahli Waris Korban Covid-19 Terima Santunan 15 Juta

Kementerian Sosial (kemensos) Republik Indonesia menyampaikan bahwa pihaknya akan menyalurkan dana santunan sebesar Rp 15 juta untuk ahli waris dari tiap korban meninggal dunia akibat Covid-19.

Selasa, 24/03/2020 19:12 0

Suara Pembaca

Covid-19, Menghantui Ramadhan dan Ekonomi Bangsa

Bulan Ramadhan sudah di depan mata. Bulan yang paling dinanti-nanti oleh seluruh umat muslim di dunia, tak terkecuali umat muslim di Indonesia. Semua berharap melewati Ramadhan dengan penuh kekhusyukan ibadah kepada Allah Yang Maha Kuasa. Namun, apakah di tahun ini harapan tersebut akan menjadi nyata?

Selasa, 24/03/2020 17:54 0

Indonesia

Waspada! Anak Muda Berpotensi Besar Tulari Covid-19 ke Manula

Juru Bicara Pemerintah untuk penanganan Covid-19, Achmad Yurianto mengatakan bahwa anak muda memiliki potensi besar sebagai pembawa (carrier) mikroorganisme SARS-CoV-2 yang menyebabkan Covid-19 dan menularkan kepada orang tua atau manusia usia lanjut (manula).

Selasa, 24/03/2020 17:04 0

Indonesia

Kemensos Klaim Siapkan Cadangan Beras Bagi Daerah Terdampak Covid-19

Kementerian Sosial (Kemensos) Republik Indonesia menyiapkan cadangan beras pemerintah bagi para kepala daerah yang wilayahnya terdampak wabah Covid-19. Cadangan beras tersebut disiapkan agar kebutuhan keluarga miskin dan rentan yang mengalami kesulitan dalam memenuhi nafkah tetap terpenuhi.

Selasa, 24/03/2020 16:43 0

Indonesia

Kapasitas Overload, Komisi III Ingatkan Kemenkumham Agar Lapas Siap Hadapi Covid-19

Anggota Komisi III DPR-RI, Aboe Bakar Al-Habsyi mengingatkan agar Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) perlu mengambil langkah cepat untuk menata lapas agar siap menghadapi persebaran Covid-19. Ia mengatakan, seperti yang kita ketahui bersama mayoritas lapas di Indonesia mengalami over kapasitas.

Selasa, 24/03/2020 16:26 0

Indonesia

Wapres Minta MUI Buat Fatwa Bolehkan Petugas Medis Sholat Tanpa Wudhu

Sekretaris Komisi Fatwa MUI Pusat, KH. Asrorun Niam Sholeh mengatakan bahwa Komisi Fatwa sedang membahas dua fatwa yang diajukan oleh Wakil Presiden RI, KH. Ma’ruf Amin.

Selasa, 24/03/2020 16:05 0

Artikel

10 Pelajaran Hidup dari Wabah Covid-19

KIBLAT.NET – Selama sebulan terakhir, kehidupan telah berubah secara drastis di seluruh dunia. Wabah virus corona...

Selasa, 24/03/2020 11:30 0

Close