... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Wapres Minta MUI Buat Fatwa Bolehkan Petugas Medis Sholat Tanpa Wudhu

Foto: KH Ma'ruf Amin. (Muhammad Jundii/Kiblat.net)

KIBLAT.NET, Jakarta – Sekretaris Komisi Fatwa MUI Pusat, KH. Asrorun Niam Sholeh mengatakan bahwa Komisi Fatwa sedang membahas dua fatwa yang diajukan oleh Wakil Presiden RI, KH. Ma’ruf Amin.

Kiai Ma’ruf di Jakarta, Senin (23/03/2020) mengatakan bahwa dirinya meminta MUI dan ormas Islam di Indonesia membahas dua fatwa terkait corona.

Fatwa pertama, adalah tentang penanganan jenazah penderita Covid-19 bila terjadi kekurangan petugas atau kondisi yang tidak memungkinkan, seperti tidak memungkinkan memandikan jenazah.

“Untuk mengantisipasi ke depan, saya juga meminta MUI dan ormas Islam mengeluarkan fatwa kalau terjadi kesulitan mengurusi jenazah penderita corona. Ini karena kurang misalnya petugas medisnya atau karena situasi yang tidak memungkinkan,” ujar Ma’ruf Amin dalam rilis MUI yang diterima Kiblat.net pada Senin (23/03/2020).

“Kami ingin meminta supaya MUI dan ormas Islam membuat fatwa sehingga tidak kesulitan kalau itu terjadi,” imbuhnya.

Fatwa kedua yang diminta Kiai Ma’ruf adalah terkait kebolehan sholat tanpa wudhu dan tanpa tayamum sehingga bisa menenangkan petugas medis. Menurutnya, selama bertugas menangani corona ini, para petugas medis tidak diperkenankan membuka pakaiannya sampai delapan jam, sehingga tidak kemungkinan bertayamum atau wudhu.

“Kemungkinan dia tidak bisa melakukan, kalau mau sholat tidak bisa wudhu, tidak bisa tayamum, saya mohon ada fatwanya misalnya tentang kebolehan orang sholat tanpa wudhu, tanpa tayamum, ini menjadi penting sehingga petugas bisa tenang,” paparnya.

BACA JUGA  Jokowi Naikkan Iuran BPJS, GNPF-Ulama: Bentuk Pelanggaran Hukum Sangat Serius

Kejadian-kejadian seperti itu, menurutnya, sudah dialami oleh para petugas medis di lapangan.

Terkait wabah corona ini, Komisi Fatwa MUI Pusat sendiri sebelumnya sudah mengeluarkan Fatwa No. 14 Tahun 2020. Fatwa itu berisi tentang penyeleggaraan ibadah dalam situasi terjadi wabah Covid-19. Pada poin ke tujuh, disebutkan bahwa pengurusan jenazah terpapar Covid-19, terutama dalam memandikan dan mengkafani harus dilakukan sesuai protokol medis dan dilakukan oleh pihak yang berwenang, dengan tetap memperhatikan ketentuan syariat. Sedangkan untuk menshalatkan dan menguburkannya dilakukan sebagaimana biasa dengan tetap menjaga agar tidak terpapar Covid-19.

Pengurusan jenazah Covid-19 dalam fatwa tersebut, belum membahas bila terjadi kekurangan petugas untuk mengurus jenazah atau situasi menjadi tidak memungkinkan.

Reporter: Muhammad Jundii
Editor: Muhammad Jundii


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Artikel

10 Pelajaran Hidup dari Wabah Covid-19

KIBLAT.NET – Selama sebulan terakhir, kehidupan telah berubah secara drastis di seluruh dunia. Wabah virus corona...

Selasa, 24/03/2020 11:30 0

Manhaj

Hukum Keluar dari Daerah yang Terkena Wabah COVID-19

Nabi صلى الله عليه وسلم melarang orang yang berada di daerah wabah untuk keluar, namun para ulama memang berbeda pendapat apakah larangan ini makruh saja atau haram?

Selasa, 24/03/2020 10:32 0

Afghanistan

Menlu AS Gagal Damaikan Sengketa Politik di Afghanistan

"Amerika Serikat kecewa dengan mereka (para pemimpin Afghanistan) dan apa artinya perilaku mereka bagi Afghanistan dan untuk kepentingan kita bersama," kata Pompeo.

Selasa, 24/03/2020 08:57 0

Arab Saudi

Kasus Corona di Qatif Menurun Signifikan Usai Lockdown Dua Pekan

Jumlah kasus virus corona baru di kota Qatif di Saudi timur telah turun secara drastis setelah dilakukan tindakan ketat untuk pencegahan.

Senin, 23/03/2020 13:22 0

Afghanistan

Rezim Kabul dan Taliban Gelar Diskusi Pertama Bahas Pertukaran Tahanan

Diskusi ini digelar melalui teleconference yang difasilitasi oleh Utusan Khusus AS untuk Afghanistan Zalmy Khalilzad dan pihak Qatar.

Senin, 23/03/2020 06:47 0

Analisis

Peluang di Balik Wabah Corona, Pelajaran dari Jatuhnya Konstantinopel

Apa artinya jet tempur canggih, rudal dan kapal selam nuklir, jika pilot dan awaknya terkena wabah mematikan seperti Corona? Apa artinya ratusan ribu pasukan bersenjata lengkap jika wabah menyebar dan melemahkan kekuatan fisiknya?

Ahad, 22/03/2020 10:26 0

Palestina

Otoritas Gaza Umumkan Dua Kasus Positif Covid-19

KIBLAT.NET, Gaza – Pihak berwenang di Gaza mengkonfirmasi dua kasus pertama virus corona baru pada...

Ahad, 22/03/2020 08:37 0

Artikel

Menyikapi Corona: Antara Aqidah, Fiqih dan Adab

Dalam Islam, virus seperti Covid-9 atau Corona masuk dalam kategori al-Wabaa' / Wabah, karena persebarannya yang begitu cepat dan meluas serta penularannya sangat mudah

Sabtu, 21/03/2020 14:18 2

Editorial

Editorial: Corona, Iman, dan Imunitas Kita

Wabah corona akhirnya masuk Indonesia, bahkan kini terasa seperti sedang menunggu di depan jendela rumah kita. Ketika jendela terbuka maka ia akan menyerang dan menjangkiti kita beserta seisi rumah kita. Kelakar Mahfud MD soal birokrasi Indonesia yang berbelit akan mencegah corona masuk Indonesia, atau guyonan Budi Karya soal nasi kucing membuat tubuh kita tak mudah terserang corona, nyatanya tak terjadi, bahkan nama terakhir malah menjadi menteri pertama yang dinyatakan positif terinfeksi corona atau Covid - 19.

Sabtu, 21/03/2020 09:55 0

Afghanistan

Penyusup Tewaskan 24 Tentara Afghanistan dan Bawa Kabur Senjata Satu Truk

Para penyerang melarikan diri dengan mobil Humvee, dua kendaraan militer dan sebuah truk penuh senjata dan amunisi.

Sabtu, 21/03/2020 08:51 0

Close