... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Titian

Hukum Keluar dari Daerah yang Terkena Wabah COVID-19

Foto: Larangan Bepergian

KIBLAT.NET – Kasus pertama terjadi di Italia tercatat tanggal 16 Februari dimana seorang dari Italia Utara memiliki kontak dengan carrier pertama yang ia telah membawa virus COVID-19 dari teman koleganya asal China.

Jumlah penderita terus bertambah di Italia bagian Utara, dekat Milan. Total kasus yang tadinya lebih dari 5000 terjangkit virus Covid19 dalam semalam sekitar 10.000 orang keluar dari red zone menyebar ke penjuru Italia. Dalam kurang dari 30 hari seluruh Italia terpaksa di lockdown

Demikian yang terjadi di salah satu negeri Eropa sana yang kabarnya memiliki sanitasi terbaik dan piramid tua (menandakan rendah angka kematian dan tinggi tingkat kesehatan) yang harapannya tidak dialami oleh negeri ini maupun negeri kaum muslimin lainnya.

Perhatikan bagian dengan bercetak tebal di atas 10.000 orang keluar dari red zone. Dalam syariat Islam bagian ini telah diatur, sebagaimana dalam Hadits Abdurrahman bin Auf رضي الله عنه bahwasanya Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda:

إذَا سَمِعْتُمْ بِهِ بِأَرْضٍ فَلَا تَقْدَمُوْا عَلَيْهِ، وَإِذَا وَقَعَ بِأَرْضٍ وَأنْتُمْ بِهَا فَلَا تَخْرُجُوْا فِرَارًا مِنْهُ

Jika kalian mendengarnya (wabah/tha’un) di suatu negeri maka jangan kalian masuk ke dalamnya, dan jika menyebar di suatu negeri sedangkan kalian berada di dalamnya maka janganlah keluar darinya” (HR Al-Bukhariy no 5730 dan Muslim no 2219).

Nabi صلى الله عليه وسلم melarang orang yang berada di daerah wabah untuk keluar, namun para ulama memang berbeda pendapat apakah larangan ini makruh saja atau haram? Para ulama terbagi menjadi dua pendapat :

BACA JUGA  Dianggap Langgar PSBB, Habib Bahar Kembali Ditahan

Makruh, terutama bagi orang yang kuat tawakkalnya, ini adalah pendapat Abu Musa Al-Asy’ariy dan Mughirah bin Syu’bah dari kalangan para Sahabat

Haram, ini adalah pendapat cukup banyak Salafusshalih dimana mereka berpendapat bahwa zhahir Hadits adalah menunjukkan haramnya dan ini pun dikuatkan oleh Hadits Aisyah رضي الله عنها dengan sanad yang dihasankan oleh Al-Hafizh Ibnu Hajar :

المقيم فيها كالشهيد، والفارّ منها كالفارّ من الزحف

“… Orang yang tinggal di daerah wabah seperti syahid dan orang yang lari dari daerah wabah seperti lari dari perang

Sedangkan lari dari perang ketika sedang berkecamuk merupakan dosa besar.

Maka – Wallahu a’lam – yang lebih kuat adalah pendapat haramnya hal tersebut karena zhahir hadits justru dikuatkan oleh dalil yang menegaskan keharamannya dan tidak dipalingkan dari zhahirnya, sedangkan Imam Ibnu Abdil Barr An-Namariy berkata :

قد سعد من تمسّك بالظاهر…

Sungguh bahagia orang yang berpegang dengan zhahir

Karena itu merupakan metode pendalilan yang kuat dalam Ushul Fiqh.

Dan haramnya pergi keluar – masuk daerah wabah, ini adalah pendapat yang dikuatkan oleh para Ulama Syafi’iyyah dan selain mereka, sebagaimana yang dihikayatkan oleh Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqalaniy dalam Fathul Bary.

Dan memang di antara hikmah dari larangan Nabi صلى الله عليه وسلم tersebut adalah agar wabah penyakitnya tidak merambah ke daerah yang lebih luas yang tadinya bersih dari wabah, lihat bukti nyata pada warga Italia yang mereka memang tidak beriman kepada Nabi صلى الله عليه وسلم, wabah malah semakin menyebar dan terpaksa seluruh Italia di-lockdown.

BACA JUGA  Editorial: Normalkah New Normal?

Dan di antara hikmahnya juga adalah agar orang-orang yang sudah lemah dan tidak bisa lari dari daerah redzone tidak menjadi sedih karena ditinggalkan oleh orang-orang yang sehat dan kuat.

Di antara hikmahnya juga adalah yang disebutkan para dokter (pada abad ke 9 H) bahwasanya orang yang berada di daerah wabah, tubuhnya telah terbiasa dan beradaptasi dengan udara di daerah tersebut bagai orang sehat di daerah sehat. Jika ia pindah ke daerah sehat maka tubuh yang tadinya telah terbiasa dengan udara daerah wabah menjadi tidak terbiasa dan terjadi reaksi tidak bagus yang justru merusak badannya, bayangkan faidah kedokteran sedetail ini bisa dituangkan oleh seorang ulama yang dikenal dengan Ilmu Hadits nya pada abad ke 9 H.

Akhukum fillah Varian Ghani di kota Bekasi yang telah terjangkit wabah COVID-19 semoga Allah menjaganya dan menjaga negeri-negeri kaum muslimin.

Editor: Arju

 


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Afghanistan

Menlu AS Gagal Damaikan Sengketa Politik di Afghanistan

"Amerika Serikat kecewa dengan mereka (para pemimpin Afghanistan) dan apa artinya perilaku mereka bagi Afghanistan dan untuk kepentingan kita bersama," kata Pompeo.

Selasa, 24/03/2020 08:57 0

Indonesia

Terus Meningkat, 579 Orang Positif Corona

Pemerintah Indonesia mencatat jumlah kasus orang yang positif virus corona penyebab Covid-19 di Indonesia bertambah 65 kasus baru sehingga total hingga hari ini Senin (23/3) ada sebanyak 579 kasus.

Senin, 23/03/2020 18:50 0

Indonesia

PKS Tolak Rapid Test Corona Khusus Anggota DPR dan Keluarga

DPR RI rencananya akan melakukan rapid test corona kepada seluruh Anggota DPR dan keluarganya pada 26-27 Maret 2020 di Rumah Jabatan Anggota DPR.

Senin, 23/03/2020 17:29 0

Indonesia

Prabowo Serahkan Bantuan Tiongkok ke Gugus Tugas Covid – 19

Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto menyerahkan bantuan dari Pemerintah Republik Rakyat Tiongkok untuk penanganan Coronavirus disease 2019 atau Covid – 19 di Bandara Halim Perdana Kusuma

Senin, 23/03/2020 16:43 0

Indonesia

Muktamar Muhammadiyah Ditunda Karena Corona

PP Muhammadiyah dan Aisyiyah menunda muktamar ke 48. Semula, muktamar akan digelar pada 1-5 Juli 2020 di Surakarta.

Senin, 23/03/2020 16:21 0

Arab Saudi

Kasus Corona di Qatif Menurun Signifikan Usai Lockdown Dua Pekan

Jumlah kasus virus corona baru di kota Qatif di Saudi timur telah turun secara drastis setelah dilakukan tindakan ketat untuk pencegahan.

Senin, 23/03/2020 13:22 0

Afghanistan

Rezim Kabul dan Taliban Gelar Diskusi Pertama Bahas Pertukaran Tahanan

Diskusi ini digelar melalui teleconference yang difasilitasi oleh Utusan Khusus AS untuk Afghanistan Zalmy Khalilzad dan pihak Qatar.

Senin, 23/03/2020 06:47 0

Indonesia

Jazuli Juwaini Pimpin Gerakan Pembagian Masker dan Disinfektan Rumah Ibadah Gratis

Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini turun langsung memimpin gerakan pembagian masker dan disinfektan rumah ibadah gratis.

Ahad, 22/03/2020 21:44 0

Indonesia

MUI Imbau Salat Ghaib untuk Korban Wafat Akibat Covid-19

Majelis Ulama Indonesia mengeluarkan fatwa terkait pelaksanaan Sholat Jenazah pasien Corona Wuhan, mengingat pandemi ini telah menimbulkan korban

Ahad, 22/03/2020 20:59 0

Indonesia

Enam Dokter IDI Meninggal Dunia Akibat Corona

Enam dokter anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) meninggal karena terkena virus corona. Hal itu disampaikan Ketua Umum PB-IDI, dr. Daeng M. Faqih

Ahad, 22/03/2020 20:52 0

Close