... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Puluhan WN China Masuk Kendari, Politisi PKS: Keteledoran yang Sangat Parah

Foto: Anggota Komisi I DPR-RI, Sukamta. (Foto: pks.id)

KIBLAT.NET, Jakarta – Anggota Komisi I DPR-RI, Sukamta memberikan apresiasi positif atas kebijakan Kementerian Luar Negeri yang dirilis pada Selasa (17/3/2020) untuk menunda penerbitan visa bagi pendatang warga asing selama satu bulan serta melarang seluruh pendatang yang dalam 14 hari terakhir mengunjungi Iran, Italia, Vatikan, Spanyol, Perancis, Jerman, Swiss, dan Inggris untuk masuk dan singgah ke Indonesia sebagai tindakan penanggulangan penyebaran wabah virus corona.

“Dalam kondisi pandemi Covid-19 yang masih meluas, langkah pemerintah untuk menutup akses masuk WNA ke Indonesia sangat diperlukan untuk melindungi masyarakat di wilayah Indonesia. Saya yakin semua pihak (negara lain, red.) akan memahami kebijakan ini, karena banyak negara juga melakukan hal yang sama dalam upaya pengendalian penyebaran virus ini,” ujar Sukamta melalui rilis yang diterima Kiblat.net pada Kamis (19/3/2020).

Lebih lanjut Wakil Ketua Fraksi PKS Bidang Polhukam tersebut juga meminta agar pemerintah juga memperketat semua pintu masuk ke wilayah Indonesia, tidak hanya di bandara tetapi juga pintu masuk di perbatasan darat dan juga pelabuhan-pelabuhan. Selain itu protokol penangan virus corona di setiap pintu masuk wilayah Indonesia harus benar-benar dilakukan secara disiplin.

“Wilayah perbatasan sangat luas, ada banyak pintu masuk ke Indonesia termasuk melalui pelabuhan. Kesembronoan pihak otoritas pelabuhan Tanjung Emas Semarang untuk mengizinkan MV. Columbus yang membawa 1.044 wisatawan dari berbagai negara tidak boleh diulangi lagi,” ungkapnya.

BACA JUGA  Keberangkatan Umrah Indonesia Masih Menunggu Izin Saudi

Sukamta menyebut jika berita terkait MV. Columbus terdengar konyol. Sebagaimana diberitakan bahwa pemeriksaan kesehatan oleh petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Tanjung Emas di atas kapal dilakukan selama empat jam terhadap 1.044 wisatawan dan dinyatakan tidak ada penumpang yang terjangkiti Covid-19.

“Ini kan konyol banget. Baru kemudian terungkap ada satu penumpang kapal tersebut yang masuk kategori PDP Covid-19 dan sekarang dirawat di RS. Kariadi. Saya berharap kesembronoan ini bisa diusut dan ditindak dengan tegas,” tutur Sukamta.

Sukamta juga menanggapi masuknya 49 WNA asal China ke Indonesia di Bandara Haluoleo Kendari pada 15 Maret 2020 yang sebelumnya transit di Thailand dan Soekarno-Hatta. Ia sangat menyesalkan hal tersebut dapat terjadi. Kejadian ini, menurut Sukamta merupakan bentuk keteledoran yang sangat parah dari petugas yang berwenang mengingat pemerintah telah mengeluarkan aturan secara khusus larangan masuk Indonesia untuk semua kedatangan dari wilayah China sejak 5 Februari 2020.

“Kami minta pemerintah mengusut secara tuntas kasus ini dan memberikan sanksi yang tegas kepada aparat-aparat yang terlibat atas keteledoran ini. Kami juga mendengar masih ada maskapai penerbangan yang membawa sejumlah penumpang yang isunya WNA dari China datang lagi ke Sulawesi Tenggara setelah kejadian sebelumnya, kami harap pihak Imigrasi bertindak tegas dan tidak boleh lagi kebobolan,” pungkas anggota DPR asal Yogyakarta ini.

BACA JUGA  Dua Pekan Luhut Tangani Covid-19: Tren Masih Meningkat

Reporter: Azzam Diponegoro
Editor: Rusydan Abdul Hadi


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

News

Uji Coba Pertama Vaksin Virus Corona Dimulai

Meski berhasil, dibutuhkan waktu setidaknya 12 hingga 18 bulan agar vaksin tersebut dapat tersedia untuk penggunaan umum.

Kamis, 19/03/2020 12:01 0

Iran

Wamenkes Iran: Setiap Jam, 3 Warga Meninggal Akibat Virus Wuhan

Ia menyeru warga Iran untuk tinggal di rumah selama liburan Tahun Baru Iran (Nowruz). Haririji ditunjuk wakil menteri kesehatan setelah berhasil sembuh dari Virus Wuhan.

Kamis, 19/03/2020 11:55 0

Amerika

PBB Peringatkan Krisis Ekonomi Global Akibat Wabah Virus Wuhan

Mengurangi akses ke pekerjaan berarti "kehilangan besar penghasilan bagi pekerja."

Kamis, 19/03/2020 07:26 0

Opini

Wabah Corona dan Lemahnya Komunikasi Pemerintah

Dalam kasus wabah Covid-19 atau virus Corona, pemerintah juga perlu melakukan komunikasi publik yang baik. Mentang-mentang dikenal

Rabu, 18/03/2020 18:00 0

Iran

Lagi, Pasien Berusia 103 Tahun Sembuh dari Corona

Seorang wanita Iran berusia 103 tahun berhasil pulih setelah tertular virus corona baru, yang telah merenggut ribuan nyawa di seluruh dunia sejak awal tahun ini.

Rabu, 18/03/2020 16:22 0

News

Propaganda China Usai Wabah Virus Corona Mendunia

Ketika Eropa berusaha untuk memperlambat penyebaran virus corona, China mulai menunjukkan tanda-tanda untuk terlepas dari masalah itu.

Rabu, 18/03/2020 13:44 0

Asean

WHO: Asia Tenggara Harus Lebih Agresif Atasi Corona

Asia tenggara sedang menghadapi gelombang infeksi virus Corona.

Rabu, 18/03/2020 13:20 0

China

China Tak Mau Disebut sebagai Negara Asal Virus Corona

China menolak negara mereka disebut sebagai asal virus corona baru yang merebak di dunia. Klaim ini dibuat China pada awal Maret lalu.

Rabu, 18/03/2020 10:53 0

Arab Saudi

Seluruh Masjid di Saudi Ditutup, Kecuali Masjidil Haram dan Nabawi

kaidah syariat menyebutkan bahwa: “Tidak ada bahaya atau membahayakan” dan “Bahaya harus dicegah semaksimal mungkin".

Rabu, 18/03/2020 08:47 0

Iran

Iran Bebaskan Sementara 85 Ribu Narapidana Akibat Corona

Penjara di Iran penuh sesak dengan tahanan.

Rabu, 18/03/2020 07:29 0

Close
CLOSE
CLOSE