... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Pembelajaran Daring Dikeluhkan Orang Tua, KPAI: Guru Gagal Paham Home Learning

Foto: Komisioner KPAI Bidang Pendidikan, Retno Listyarti.

KIBLAT.NET, Jakarta- Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menerima sejumlah aduan dari orang tua murid yang mengaku bahwa anak mereka stres karena mendapatkan berbagai tugas setiap harinya dari para guru selama program belajar dari rumah (home learning).

“Kemungkinan besar, para guru memahami home learning adalah dengan memeberikan tugas-tugas secara online, dan pengumpulannya pun online. Alhasil para siswa dan orang tua mengeluh,” ungkap Komisioner KPAI bidang pendidikan, Retno Listyari dalam rilisnya Selasa (17/03/2020).

Retno memaparkan bahwa seiring dengan 14 hari belajar di rumah, ternyata tugas yang harus dikerjakan anak-anak sangat banyak. Sebab, semua guru bidang studi memberikan tugas yang butuh dikerjakan lebih dari 1 jam. Akibatnya, tugas menumpuk dan anak-anak jadi kelelahan.

“Padahal, maksud belajar dari rumah sesungguhnya ialah memberikan aktivitas belajar rutin kepada siswa agar tetap terbiasa belajar dan menjaga keteraturan. Karena keteraturan itu penting bagi anak-anak, agar ketika masuk sekolah kembali semangat belajarnya tidak padam serta materi pembelajaran tidak tertinggal,” ujar Retno.

Retno mengaku, KPAI menyayangkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta dinas-dinas pendidikan karena tidak melakukan edukasi terlebih dulu kepada guru dan sekolah, sehingga ketika ada kebijakan belajar di rumah selama 14 hari, mestinya ada petunjuk teknis dan petunjuk pelaksana seperti apa belajar di rumah dengan metode daring.

Ia mencontohkan, dalam memberi tugas kepada siswa, harus terukur dan dikerjakan maksimal 30 menit. Kemudian tugas diberikan secara tidak berbarengan, tetapi rumpun mata pelajaran bersepakatan menetukan hari pemberian tugas agar siswa tidak kewalahan.

BACA JUGA  Kemendagri Nilai Pemblokiran Jalan Atasi Corona Kurang Efektif

Retno juga menyarankan agar para guru memberi tugas tidak selalunya dalam bentuk soal, melainkan penugasan yang menyenangkan, seperti membaca novel tertentu atau buku cerita lalu menuliskan resumenya. Atau penugasan praktik berupa percobaan membuat hand sanitizer dengan guru terlebih dahulu memberikan cara dan bahan-bahan yang dibutuhkan, lalu proses dan hasilnya di foto.

“Bisa juga anak-anak SD diminta untuk mengurus satu tanaman dan menceritakan nama tanamannya, bentuk dan warna daun serta spesiesnya. Penugasan tersebut dapat mengasah rasa ingin tahu anak-anak untuk mencari jawabannya. Guru harus kreatif dalam memberikan penugasan, ” jelasnya.

KPAI mendorong Dinas Pendidikan setempat dan Kepala Sekolah untuk melakukan evaluasi metode guru dalam memberikan tugas kepada para siswa. Retno mengatakan, home learning dan online learning yang diharapkan ialah para guru dan siswa berinteraksi secara virtual. Yaitu adanya interaksi seperti hari-hari biasa normal.

“Bedanya, interaksinya sekarang ini secara virtual. Itu saja. Bukan sekedar memberi tugas-tugas online. Bukan itu yang diharapkan siswa dan orang tua. Para guru harus keluar dari kebiasaan bahwa tugas ke siswa sama dengan memberi soal. Banyak kreativitas lain yang justru menimbulkan semangat dan mengasah rasa ingin tahu anak-anak,” urainya.

Retno mengungkapkan bahwa KPAI juga mendorong pemerintah daerah dan pemerintah provinsi untuk merumahkan guru juga selama 14 hari. Jangan peserta didiknya belajar di rumah, tetapi para gurunya tetap masuk untuk memenuhi absen.

BACA JUGA  Pandemi Corona, Mukernas VI Parmusi Digelar Secara Online

“Merumahkan anak harus disertai merumahkan gurunya serta kepala sekolahnya. Sehingga ketika 14 kemudian, dapat diketahui yang sehat dan yang mungkin tertular sehingga harus dalam pengawasan dan yang bersangkutan tidak ke sekolah dahulu, tetapi berkonsentrasi menyebuhkan diri,” pungkasnya.

Reporter: Fanny Alif
Editor: Rusydan Abdul Hadi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Asia

Favipiravir Buatan Jepang Disebut Efektif Obati Corona

Zhang mengatakan pasien yang memakai favipiravir dites negatif setelah rata-rata empat hari.

Kamis, 19/03/2020 14:41 0

News

Uji Coba Pertama Vaksin Virus Corona Dimulai

Meski berhasil, dibutuhkan waktu setidaknya 12 hingga 18 bulan agar vaksin tersebut dapat tersedia untuk penggunaan umum.

Kamis, 19/03/2020 12:01 0

Iran

Wamenkes Iran: Setiap Jam, 3 Warga Meninggal Akibat Virus Wuhan

Ia menyeru warga Iran untuk tinggal di rumah selama liburan Tahun Baru Iran (Nowruz). Haririji ditunjuk wakil menteri kesehatan setelah berhasil sembuh dari Virus Wuhan.

Kamis, 19/03/2020 11:55 0

Amerika

PBB Peringatkan Krisis Ekonomi Global Akibat Wabah Virus Wuhan

Mengurangi akses ke pekerjaan berarti "kehilangan besar penghasilan bagi pekerja."

Kamis, 19/03/2020 07:26 0

Opini

Wabah Corona dan Lemahnya Komunikasi Pemerintah

Dalam kasus wabah Covid-19 atau virus Corona, pemerintah juga perlu melakukan komunikasi publik yang baik. Mentang-mentang dikenal

Rabu, 18/03/2020 18:00 0

Iran

Lagi, Pasien Berusia 103 Tahun Sembuh dari Corona

Seorang wanita Iran berusia 103 tahun berhasil pulih setelah tertular virus corona baru, yang telah merenggut ribuan nyawa di seluruh dunia sejak awal tahun ini.

Rabu, 18/03/2020 16:22 0

News

Propaganda China Usai Wabah Virus Corona Mendunia

Ketika Eropa berusaha untuk memperlambat penyebaran virus corona, China mulai menunjukkan tanda-tanda untuk terlepas dari masalah itu.

Rabu, 18/03/2020 13:44 0

Asean

WHO: Asia Tenggara Harus Lebih Agresif Atasi Corona

Asia tenggara sedang menghadapi gelombang infeksi virus Corona.

Rabu, 18/03/2020 13:20 0

China

China Tak Mau Disebut sebagai Negara Asal Virus Corona

China menolak negara mereka disebut sebagai asal virus corona baru yang merebak di dunia. Klaim ini dibuat China pada awal Maret lalu.

Rabu, 18/03/2020 10:53 0

Arab Saudi

Seluruh Masjid di Saudi Ditutup, Kecuali Masjidil Haram dan Nabawi

kaidah syariat menyebutkan bahwa: “Tidak ada bahaya atau membahayakan” dan “Bahaya harus dicegah semaksimal mungkin".

Rabu, 18/03/2020 08:47 0

Close