... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Suara Pembaca

Wabah Corona dan Lemahnya Komunikasi Pemerintah

Foto: corona (ilustrasi)

KIBLAT.NET – Komunikasi menjadi hal penting dalam berkehidupan. Ia menjadi jembatan bagi tiap orang yang ingin bertukar gagasan atau pikiran. Lewat komunikasi, seseorang bisa menyampaikan pesan kepada orang lain dengan tujuan tertentu.

Di lingkup yang paling kecil, yaitu keluarga pun komunikasi adalah hal yang penting. Apalagi dalam spektrum negara, para pejabat harus menguasai tips dan trik komunikasi publik. Maka, komunikasi adalah koentji.

Dalam kasus wabah Covid-19 atau virus Corona, pemerintah juga perlu melakukan komunikasi publik yang baik. Mentang-mentang dikenal sebagai negara santuy (baca:santai), alih-alih memberikan edukasi kepada publik, di awal kasus ini muncul pemerintah justru memberikan pernyataan yang kontraproduktif.

Menteri Perhubungan, Budi Karya contohnya. Pada 17 Februari lalu, ia berkelakar bahwa Corona tidak akan masuk ke Indonesia karena masyarakat Indonesia sering makan Nasi Kucing. Kata Menhub, statemen itu hanya guyon (lelucon.red).

Menkopolhukam sempat memposting lelucon di akun twitternya. Dalam cuitan itu, ia menyebut bahwa 234 WNI yang pulang dari Wuhan dinyatakan bebas Corona. Mahfud pun mengutip pernyataan Menko Perekonomian Airlangga yang mengatakan bahwa, karena perizinan di Indonesia berbelit-belit, maka virus Corona tak bisa masuk.

Saat Corona sudah merebak, komunikasi pemerintah masih saja berantakan. Kali ini, bukan membuat publik tertawa tapi membuat masyarakat heran. Seorang pria yang meninggal di Cianjur awalnya diumumkan negatif Corona. Namun, belakangan pernyataan juru bicara pemerintah untuk penanganan corona, Achmad Yurianto itu dibantah Ridwan Kamil. Bahkan, anak dan istri lelaki tersebut juga positif.

BACA JUGA  PDIP Lancang Mensejajarkan Khilafah dengan Komunisme

Bahkan, Presiden Joko Widodo pun masih menyatakan statemen bernada guyonan. Saat Presiden dan Istri selesai melakukan tes virus Corona, ia mengatakan “Hasilnya tanya yang ngetes”.

Selain itu, Pemerintah lewat Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 hari ini meluncurkan situs web covid19.go.id sebagai sumber informasi resmi penanggulangan virus corona. Dalam situs tersebut, dipampang situasi virus Corona baik global atau di Indonesia. Namun, saat tulisan ini dibuat, website tersebut ternyata tidak update secara jumlah kasus meninggal.

Di koferensi pers yang terakhir siang ini, juru bicara pemerintah untuk penanganan corona, Achmad Yurianto mengungkapkan bahwa yang meninggal akibat Corona ada 19 orang. Sebelumnya pada tanggal 17, korban meninggal ada lima orang. Menurut Yuri, sejak tanggal 12 Maret hingga tanggal 17 Maret ada rumah sakit yang tidak melaporkan jumlah kematian sehingga ada kesalahan dalam pendataan.

Apa yang salah dalam penyampaian data kasus Corona? Komunikasi. Seharusnya, pemerintah aktif dalam menggali data, bukan menunggu data dari rumah sakit. Negara dalam situasi demikian tidak bisa berperilaku pasif. Harus bekerja dua kali, tiga kali bahkan sepuluh kali lebih keras dibanding biasanya.

Komunikasi yang terkesan ‘guyonan’ harus ditinggalkan. Masalah komunikasi hanya satu dari sekian masalah yang ada. Pengadaan peralatan medis, minimnya jumlah perawat, ketidaksiapan rumah sakit masih jadi PR besar negara ini dalam menghadapi Corona.

BACA JUGA  Perlukah Seorang Muslim Mengadopsi Pikiran Feminisme?

Maka, untuk meringankan beban masyarakat, sebaiknya pemerintah berkomuniksi kepada publik dengan lebih indah. Stop bikin gerah dengan pernyataan unfaedah (baca: tidak berfaedah).

Penulis: Taufiq Ishaq


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Update Kasus Corona: 227 Orang Positif, 19 Meninggal

Juru Bicara Pemerintah untuk penanganan virus Corona, Achmad Yurianto mengungkapkan bahwa ada peningkatan yang cukup signifikan kasus positif corona

Rabu, 18/03/2020 16:28 0

Iran

Lagi, Pasien Berusia 103 Tahun Sembuh dari Corona

Seorang wanita Iran berusia 103 tahun berhasil pulih setelah tertular virus corona baru, yang telah merenggut ribuan nyawa di seluruh dunia sejak awal tahun ini.

Rabu, 18/03/2020 16:22 0

Indonesia

Sekolah Libur, Masyarakat Tetap Diminta Jauhi Keramaian

Wakil Ketua Fraksi PKS DPR RI, Netty Prasetiyani mengatakan bahwa negara harus berperan optimal guna melindungi rakyat dari bencana yang lebih luas.

Rabu, 18/03/2020 15:25 0

Indonesia

Rizal Ramli: Tanpa Corona, Ekonomi Kita Tetap Anjlok

Ekonom Rizal Ramli menegaskan bahwa tanpa adanya virus corona di Indonesia akan tetap anjlok. Ia memaparkan

Rabu, 18/03/2020 15:13 0

News

Propaganda China Usai Wabah Virus Corona Mendunia

Ketika Eropa berusaha untuk memperlambat penyebaran virus corona, China mulai menunjukkan tanda-tanda untuk terlepas dari masalah itu.

Rabu, 18/03/2020 13:44 0

Asean

WHO: Asia Tenggara Harus Lebih Agresif Atasi Corona

Asia tenggara sedang menghadapi gelombang infeksi virus Corona.

Rabu, 18/03/2020 13:20 0

Indonesia

Ditunggu Hakim dan Penggugat, Pihak Yusuf Mansur Tak Hadir

Pengacara penggugat Yusuf Mansur telah tiba di Pengadilan Negeri Tangerang sejak pukul 09.00 WIB.

Rabu, 18/03/2020 13:00 0

China

China Tak Mau Disebut sebagai Negara Asal Virus Corona

China menolak negara mereka disebut sebagai asal virus corona baru yang merebak di dunia. Klaim ini dibuat China pada awal Maret lalu.

Rabu, 18/03/2020 10:53 0

Indonesia

WHO Surati Jokowi: Lakukan Tes Corona Sebanyak Mungkin!

WHO menyarankan agar semua negara lebih banyak melakukan tes atau screening virus corona. Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menyebut wabah tak bisa dilawan dengan cara sengaja menutup mata.

Rabu, 18/03/2020 10:44 0

Indonesia

RSPI Sulianti Saroso Kewalahan Tes Virus Corona

Penanganan kepada pasien di pos pemantauan pun, kata Dyani, akan dilakukan berdasarkan prioritas. Apalagi dengan jumlah 1.134 orang yang datang ke pos membuat pihak rumah sakit cukup kewalahan, terlebih dengan sumber daya yang tak banyak.

Rabu, 18/03/2020 10:33 0

Close