Para Peneliti Berhasil Petakan Respon Kekebalan Tubuh Manusia Terhadap Virus Corona

KIBLAT.NET, Melbourne – Disaat para ilmuwan lain berusaha mengembangkan vaksin untuk virus Corona, para peneliti di Institut Peter Doherty untuk Penelitian Infeksi dan Imunitas, Australia justru berusaha dan berhasil memetakan respon kekebalan tubuh manusia terhadap virus Corona. Hal ini merupakan langkah penting untuk memahami virus yang telah menginfeksi lebih dari 168.000 orang di seluruh dunia itu.

Respon imunitas atau kekebalan yang diteliti oleh para ilmuwan tersebut adalah milik salah satu pasien virus Corona pertama di Australia. Dengan memeriksa hasil darah dari seorang pasien wanita berusia 40-an tahun, mereka menemukan bahwa sistem kekebalan tubuh manusia merespons virus corona dengan cara yang sama seperti melawan flu.

“Temuan ini merupakan langkah penting dalam pengembangan vaksin dan langkah perawatan,” kata Menteri Kesehatan Australia, Greg Hunt pada Selasa (17/03/2020).

Virus Corona tipe baru sendiri diketahui telah menginfeksi lebih dari 168.000 orang di seluruh dunia dan menewaskan sedikitnya 6.610 jiwa.

Sementara menurut perkiraan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sebagian besar korban infeksi virus yang berasal dari Wuhan, Cina itu hanya mengalami gejala ringan. Sedangkan yang mengalami gejala berat atau kritis hanya sebesar 20% dengan angka kematian akibat virus sebesar 3,4%.

Para peneliti mengatakan, temuan ini membantu para ilmuwan memahami mengapa beberapa pasien dapat pulih, sementara pasien yang lain sakitnya berkembang hingga menjadi masalah pernapasan yang lebih serius.

“Orang-orang dapat menggunakan metode kami untuk memahami tanggapan kekebalan dalam kohort COVID-19 yang lebih besar, dan juga memahami apa yang kurang pada mereka yang memiliki hasil fatal,” kata Katherine Kedzierska, Profesor Mikrobiologi dan Imunologi di University of Melbourne yang juga ikut serta dalam penelitian tersebut.

 

Sumber: Aljazeera

Editor: Guntur Aji

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat