... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Warga Suriah Demo Patroli Bersama Turki-Rusia di Idlib

KIBLAT.NET, Idlib – Warga dan pejuang oposisi Suriah, Ahad (15/03/2020), mendemo patrol bersama Turki dan Rusia di jalan internasional di provinsi Idlib. Mereka menutup jalan internasional yang dilalui patrol itu sebagai bentuk penolakan atas kesepakatan gencatan terbaru yang disepakati Turki-Rusia.

Seperti dilansir Reuters, patroli itu digelar jalan internasional yang dikenal M4 di provinsi Idlib. Patrori tersebut hasil dari perjanjian gencatan senjata yang disimpulkan pada tanggal 5 Maret antara Moskow dan Ankara, yang mendukung pihak-pihak yang bertikai dalam perang yang telah berlangsung di Suriah selama sembilan tahun itu. Gencatan senjata sebagian besar telah berlangsung sejak tanggal tersebut.

Berdasarkan perjanjian, pasukan Turki dan Rusia akan membangun koridor keamanan di kedua sisi jalan raya M4 dan melakukan patroli bersama di sepanjang jalan.

Tetapi pada hari Ahad, ratusan warga sipil dan pejuang oposisi memotong jalan, menolak kehadiran pasukan Rusia dan apa yang mereka sebut sebagai perjanjian yang tidak menjamin warga bisa pulang ke rumah masing-masing.

Osama Rahal, komandan militer Tentara Nasional Suriah (faksi militer oposisi yang didukung oleh Turki), mengatakan bahwa jika patroli dilakukan tanpa membuat warga bisa kembali ke kampung halaman, akan mendapat pertentangan.

Saksi mata mengatakan bahwa para pengunjuk rasa, beberapa di antaranya mengibarkan bendera Tentara Nasional Suriah, naik tank Turki atau berdiri di jalan mereka. Gambar-gambar yang dirilis oleh lembaga pengawas HAM (SOHR) menunjukkan orang-orang menyalakan api jalan dan membentuk rantai manusia.

BACA JUGA  Rusia Kirim Kloter Kedua Jet MiG-29 untuk Suriah

“Kami berselisih dengan Rusia yang telah membunuh kami selama enam tahun dan mengebom kami dari udara. Jadi kami menentang mereka memasuki kota kami,” kata Ahmed Shehadeh (22).

Badan Informasi Rusia mengutip Kementerian Pertahanan yang mengatakan bahwa patrol hari Ahad dipersingkat karena “provokasi” lawan bersenjata yang menggunakan warga sipil sebagai perisai manusia, memaksa patroli untuk mengambil jalan yang lebih pendek.

Kementerian menambahkan bahwa Ankara diberi lebih banyak waktu untuk menetralisir para militan yang melakukan provokasi ini.

Kementerian Pertahanan Turki mengatakan bahwa patroli pertama selesai dengan partisipasi dari udara dan darat. Toto-foto yang diterbitkan menunjukkan kendaraan militer Rusia dan Turki bergerak di jalan raya dan petugas mendiskusikan peta.

Kemenhan Turki menambahkan bahwa kedua belah pihak, dengan berkoordinasi bersama, melakukan langkah-langkah yang diperlukan untuk mencegah potensi provokasi dan membahayakan penduduk sipil di wilayah tersebut.

Sumber: Reuters
Redaktur: Sulhi El-Izzi


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Hoax Buster

[HOAX] Minum Vodka Bisa Cegah Terinfeksi Corona

Di tengah kekacauan akibat wabah corona, muncul kabar bahwa minum vodka dapat mencegah infeksi corona.

Ahad, 15/03/2020 20:37 0

Indonesia

Jumlah Positif Corona Meningkat, Politisi PKS: Pemerintah Harus Transparan

Meningkatnya jumlah positif corona di Indonesia mendorong Presiden Jokowi untuk bertindak. Melalui Keppres Nomor 7 Tahun 2020, Jokowi membentuk gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 dengan Letjen Doni Monardo sebagai Ketua Pelaksana.

Ahad, 15/03/2020 19:42 0

Indonesia

Delapan Belas Warga Palu Masuk ODP Virus Corona

Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah mengumumkan dugaan penyebaran Virus Covid-19 di Sulteng.

Ahad, 15/03/2020 18:11 0

Artikel

Wabah: Mengiringi Kebangkitan Turki Usmani hingga Runtuhnya Kesultanan Aceh

Hal ini tentu menjadi pelajaran bagi kita di masa kini. Mampukah kaum pemuka agama (Islam) memberikan perspektif yang tepat pada masyarakat tentang bencana wabah seperti Corona? Ataukah malah terjebak narasi dan aksi yang keliru,

Ahad, 15/03/2020 09:13 0

Indonesia

ACT: Bantuan ke Korban Konflik India Tak Terkait Politik

Ketua Dewan Pembina Aksi Cepat Tanggap (ACT), Syuhelmaidi Syukur membantah bahwa pihaknya terlibat konflik politik dan konflik internal negara dalam melakukan aksi kemanusiaan.

Sabtu, 14/03/2020 16:35 0

Indonesia

Mardani Ali Sera Minta Pemerintah Bentuk Satgas Corona

Legislator Fraksi PKS, Mardani Ali Sera desak Presiden Joko Widodo membentuk Satuan Tugas (Satgas) penanganan virus covid-19 atau corona

Sabtu, 14/03/2020 16:10 0

Indonesia

2 Balita Positif COVID-19, KPAI Dorong Pemerintah Liburkan Sekolah

Retno mendorong diliburkannya sekolah agar penyebaran virus ke peserta didik dapat diminimalkan.

Sabtu, 14/03/2020 13:06 0

Indonesia

MUI Imbau Umat Islam Indonesia Bantu Muslim India

Wasekjen MUI, Najmuddin Ramli menegaskan bahwa MUI mengutuk keras tindakan biadab dan terorisme yang dilakukan oleh para ekstrimis Hindu

Sabtu, 14/03/2020 01:10 0

Indonesia

Pemerintah Langgar Hukum Jika Tak Transparan Soal Corona

Virus Corona telah ditetapkan sebagai penyakit pandemi oleh WHO, dan Indonesia merupakan salah satu negara terjangkit.

Sabtu, 14/03/2020 00:59 0

Indonesia

Tiga Pesan Ustadz Abdul Somad Saat Tabligh Akbar di Ponpes Assalam

Pesantren Islam Assalam mengadakan tabligh akbar yang bertemakan "Menjadi Muslim Rahmatan lil'alamin Menuju Indonesia Damai" dengan menghadirkan dai kondang Ustadz Abdul Somad

Sabtu, 14/03/2020 00:49 0

Close