... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Soal Penanganan Corona, Bukhori Yusuf: Pemerintah Terkesan Tidak Siap

Foto: Anggota Komisi VIII DPR-RI, Bukhori Yusuf.

KIBLAT.NET, Jakarta  – Pasca ditetapkannya wabah corona sebagai pandemi oleh WHO, Jokowi meminta kepada kepala daerah untuk dapat menentukan status daerah yang dipimpinnya terkait dengan penyebaran virus corona.

Jokowi juga meminta agar kepala daerah berkonsultasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) ihwal rencana penetapan status wilayahnya tersebut. Namun, langkah Jokowi tersebut menuai sejumlah kritik.

Salah satu kritikan tajam datang dari anggota Komisi VIII DPR-RI, Bukhori Yusuf. Bukhori memandang bahwa Jokowi bertanggungjawab penuh mengambil alih komando dalam penanganan kasus Covid-19. Ia menambahkan, Jokowi perlu menjadi garda terdepan dalam memberi kepastian rasa aman bagi publik di tengah situasi genting sehingga peran komando ini seyogyanya dilakukan oleh figur setingkat Presiden, bukan Menteri apalagi Kepala Daerah.

“Jauh sebelum situasi ini terjadi (27 Februari 2020, red.), kami telah mengingatkan pemerintah agar siaga dalam menghadapi ancaman Covid-19. Mengingat situasi global saat itu mulai mengkhawatirkan, tetapi sangat disayangkan bahwa masih ada sebagian pihak yang justru mem-bully sikap kami kala itu,” ungkap Bukhori dalam rilis yang diterima Kiblat.net pada Ahad( 15/3/2020).

Namun, Bukhori juga mengapresiasi langkah Jokowi yang akhirnya mengambil tindakan, tepatnya pada tanggal 2 Maret 2020, dengan memberikan keterangan pers perihal kesimpangsiuran informasi  zero case corona di Indonesia.

“Akhirnya, dengan segala keprihatinan, terbukti bahwa ada dua warga negara Indonesia yang positif terjangkit virus Corona saat itu,” tambahnya.

BACA JUGA  Prosedur Pembukaan Rumah Ibadah Saat Pandemi ala Kemenag

Lebih lanjut, Bukhori juga menyesalkan sikap Presiden Jokowi yang terkesan “cuci tangan” dengan melimpahkan status bencana corona ke daerah. Menurutnya, kepala daerah seharusnya  tidak dibiarkan memberikan ijtihad-nya masing-masing dalam merespon penyebaran virus yang semakin meluas ke sejumlah kota di Indonesia. Harus ada arahan jelas dan komando yang terukur dan terpusat dari Presiden dengan tetap memperhatikan tindakan pre-emtif sebagai upaya mitigasi meluasnya bencana

“Berkaca dari perkembangan terkini kasus corona, saya menyayangkan sikap pemerintah yang terkesan tidak siap, bahkan gagap dalam menghadapi penyebaran virus corona. Sederhana saja, lihat betapa rapuhnya sistem deteksi dini di istana sehingga berakibat salah satu menteri positif terjangkit corona,” ujarnya.

Dengan menimbang kejadian tersebut, lanjut Bukhori, sepatutnya Jokowi menarik kembali keputusannya untuk menyerahkan status bencana corona ke masing-masing daerah dan mulai mengambil alih komando secara terpusat.

“Sebab, penanganan penyebaran virus corona membutuhkan pendekatan integralistik antar wilayah mengingat interaksi antar manusia begitu luas dan multi segmen,” pungkas politisi PKS tersebut.

Reporter: Azzam Diponegoro
Editor: Rusydan Abdul Hadi


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

India

Penganut Hindu di India Minum Urin Sapi untuk Tangkal Covid-19

Orang di negara berpenduduk mayoritas Hindu yang berpenduduk 1,3 miliar menganggap sapi suci.

Senin, 16/03/2020 14:30 0

Palestina

Masjid Al-Aqsa Ditutup Akibat Virus Corona

Pelaksanaan shalat berjamaah tetap digelar namun dilaksanakan halaman masjid di area terbuka lebar di sekitar dua masjid dan tempat-tempat sholat lainnya di Bukit Bait Suci.

Senin, 16/03/2020 09:47 0

Suriah

Warga Suriah Demo Patroli Bersama Turki-Rusia di Idlib

"Kami berselisih dengan Rusia yang telah membunuh kami selama enam tahun dan mengebom kami dari udara. Jadi kami menentang mereka memasuki kota kami,” kata Ahmed Shehadeh (22).

Senin, 16/03/2020 08:33 0

Hoax Buster

[HOAX] Minum Vodka Bisa Cegah Terinfeksi Corona

Di tengah kekacauan akibat wabah corona, muncul kabar bahwa minum vodka dapat mencegah infeksi corona.

Ahad, 15/03/2020 20:37 0

Artikel

Wabah: Mengiringi Kebangkitan Turki Usmani hingga Runtuhnya Kesultanan Aceh

Hal ini tentu menjadi pelajaran bagi kita di masa kini. Mampukah kaum pemuka agama (Islam) memberikan perspektif yang tepat pada masyarakat tentang bencana wabah seperti Corona? Ataukah malah terjebak narasi dan aksi yang keliru,

Ahad, 15/03/2020 09:13 0

News

Menteri Agama Himbau Masjid di Seluruh Indonesia Gulung Karpet

Ia menyebut himbauan itu merupakan arahan Presiden Joko Widodo.

Sabtu, 14/03/2020 14:26 0

Iran

Komandan Tinggi Garda Revolusi Iran Meninggal Akibat Corona

Ia saat ini menjabat sebagai wakil komandan markas besar "Tsa’rullah" yang khusus berada di ibu kota Teheran untuk urusan praktis.

Sabtu, 14/03/2020 08:08 0

China

China Tawarkan Bantuan untuk Atasi COVID-19

"Orang-orang China pasti akan menang atas epidemi COVID-19 dan juga pasti akan mewujudkan target yang dimaksudkan untuk pembangunan ekonomi dan sosial."

Jum'at, 13/03/2020 14:16 0

News

Istrinya Tunjukkan Gejala Flu, Perdana Menteri Kanada Masuk Isolasi

Trudeau akan membahas situasi coronavirus dengan Wakil Perdana Menteri Kanada, Chrystia Freeland.

Jum'at, 13/03/2020 11:45 0

Rusia

Akibat COVID-19, Rusia Tunda Misi Penjelajahan Mars Hingga 2022

Proyek yang dinamai ExoMars-2020 itu merupaan hasil kerjasama Rocosmos dengan Badan Antariksa Eropa.

Jum'at, 13/03/2020 11:02 0

Close