... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Jumlah Positif Corona Meningkat, Politisi PKS: Pemerintah Harus Transparan

Foto: Anggota Komisi IX DPR-RI, Netty Prasetiyani.

KIBLAT.NET, Cirebon – Meningkatnya jumlah positif corona di Indonesia mendorong Presiden Jokowi untuk bertindak. Melalui Keppres Nomor 7 Tahun 2020, Jokowi membentuk gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 dengan Letjen Doni Monardo sebagai Ketua Pelaksana.

Meski dinilai agak terlambat, anggota Komisi IX DPR-RI, Netty Prasetiyani memandang pembentukan gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 oleh Presiden Jokowi sebagai langkah tepat.

“Gugus tugas harus bekerja progresif, fokus, memiliki indikator kerja, dan time line yang jelas. Harus langsung kerja ya, lakukan terobosan, dan jangan sampai terjebak pada urusan administrasi atau birokrasi,” ujar Netty melalui rilis yang diterima Kiblat.net pada Ahad (15/3/2020).

Netty mengakui bahwa sejak awal dirinya sudah mendesak pemerintah melalui Kementerian Kesehatan untuk tidak lamban dalam penanganan wabah corona.

“Saya menilai terlambat, implikasinya sudah kemana-mana. Kepanikan  menyebar di masyarakat sampai pada panic buying akibat kurangnya informasi yang tepat. Rumor dan hoax  bertebaran. Bahkan muncul pemain  masker yang mengambil kesempatan dengan mencari keuntungan  pribadi,” sesalnya.

Politisi PKS yang juga istri mantan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan tersebut juga meminta transparansi dari pemerintah tentang daerah sebaran Covid-19 agar masyarakat dapat berpartisipasi dalam melakukan antisipasi.

“Petakan dengan jelas dan informasikan pada masyarakat agar tidak terjadi kepanikan. Daerah yang menjadi entry point warga negara asing  seperti  Kualanamu, Manado, Bali, dan daerah lainnya harus mendapat perhatian khusus. Jika diprediksi makin meningkat, kondisi ini dapat dijadikan dasar untuk dilakukan lock down sebagai langkah pencegahan penyebaran lebih luas,” tandasnya.

BACA JUGA  MUI Resmi Tolak Sertifikasi Dai Kemenag

Netty juga memandang perlunya pembatasan mobilitas penduduk dari dan ke kota dengan pasien positif Covid-19. Termasuk dengan menunda semua event yang meibatkan banyak orang serta menerapkan sistem remote working.

Terkait penanganan orang dengan pengawasan (ODP) dan pasien dengan pemantauan (PDP), Netty agak menyesalkan bahwa tes terhadap spesimen pada PDP masih harus dilakukan di Balitbangkes Jakarta.

“Bagaimana keamanannya selama dibawa? Apakah Kemenkes tidak mampu menyiapkan laboratorium di setiap kota-kota besar?,” tanya Netty.

Oleh karena itu, Netty berharap gerakan pencegahan tangkal Covid-19 bisa melibatkan masyarakat secara masif. Terlebih waktu menjelang Ramadhan, yang dapat menjadi momen pas untuk mengokohkan kesadaran hidup bersih dan sehat dengan mendekatkan diri pada Allah SWT, gotong royong, dan saling kasih sayang.

“Tangkal Covid-19  dengan cara salam isyarat di dada, cuci tangan dengan sabun, penyediaan hand sanitizer, pengukuran suhu tubuh,  etika batuk dan bersin, serta penggunaan masker di tempat-tempat publik. Sebaiknya ini menjadi gerakan bersama semua elemen masyarakat,” pungkasnya.

Reporter: Azzam Diponegoro
Editor: Rusydan Abdul Hadi


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Artikel

Wabah: Mengiringi Kebangkitan Turki Usmani hingga Runtuhnya Kesultanan Aceh

Hal ini tentu menjadi pelajaran bagi kita di masa kini. Mampukah kaum pemuka agama (Islam) memberikan perspektif yang tepat pada masyarakat tentang bencana wabah seperti Corona? Ataukah malah terjebak narasi dan aksi yang keliru,

Ahad, 15/03/2020 09:13 0

News

Menteri Agama Himbau Masjid di Seluruh Indonesia Gulung Karpet

Ia menyebut himbauan itu merupakan arahan Presiden Joko Widodo.

Sabtu, 14/03/2020 14:26 0

Iran

Komandan Tinggi Garda Revolusi Iran Meninggal Akibat Corona

Ia saat ini menjabat sebagai wakil komandan markas besar "Tsa’rullah" yang khusus berada di ibu kota Teheran untuk urusan praktis.

Sabtu, 14/03/2020 08:08 0

China

China Tawarkan Bantuan untuk Atasi COVID-19

"Orang-orang China pasti akan menang atas epidemi COVID-19 dan juga pasti akan mewujudkan target yang dimaksudkan untuk pembangunan ekonomi dan sosial."

Jum'at, 13/03/2020 14:16 0

News

Istrinya Tunjukkan Gejala Flu, Perdana Menteri Kanada Masuk Isolasi

Trudeau akan membahas situasi coronavirus dengan Wakil Perdana Menteri Kanada, Chrystia Freeland.

Jum'at, 13/03/2020 11:45 0

Rusia

Akibat COVID-19, Rusia Tunda Misi Penjelajahan Mars Hingga 2022

Proyek yang dinamai ExoMars-2020 itu merupaan hasil kerjasama Rocosmos dengan Badan Antariksa Eropa.

Jum'at, 13/03/2020 11:02 0

Arab Saudi

Dewan Ulama Saudi: Penderita Corona Tak Boleh Hadiri Shalat Jumat

Jika dia tidak shalat Jumat, dia wajib melaksanakan shalat zuhur empat rekaat.

Jum'at, 13/03/2020 09:10 0

Inggris

Pelatih Mesut Ozil Dinyatakan Positif Corona

Klub sepak bola tempat Mesut Ozil bermain, Arsenal akhirnya menutup Colney Training Center di London setelah pelatih kepala mereka Mikel Arteta, dinyatakan positif corona pada Kamis (12/03/2020) malam waktu setempat.

Jum'at, 13/03/2020 08:18 0

Irak

Ketegangan AS dan Milisi Pro-Iran di Irak Meningkat, 3 Pasukan Koalisi Tewas

Sebanyak 26 anggota Al-Hasd Al-Syakbi Irak tewas dalam serangan udara di Suriah timur pada Rabu malam.

Jum'at, 13/03/2020 07:59 0

Kiblatorial

Editorial: Rajab, Bulan Menanam Amal

Rajab adalah bulan menanam, bulan Sya’ban adalah bulan menyirami , dan bulan Ramadhan adalah bulan memanen. Demikian seorang ulama salaf bernama Abu Bakar Al Warraq Al Balkhi rahimahullah menggambarkan.

Jum'at, 13/03/2020 06:26 0

Close