... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Kasus Remaja Bunuh Balita, PKS Tegaskan Pentingnya Ketahanan Keluarga

Foto: Sejumlah karakter fiksi horor yang digambar oleh tersangka NF (15) dalam gelar perkara di Mapolrestro Jakarta Pusat, Sabtu (07/03/2020). (Foto: Antara)

KIBLAT.NET  – Kasus pembunuhan balita oleh seorang remaja perempuan berinisial NF sempat menimbukan keresahan di masyarakat. Pasalnya sang pelaku dikabarkan tanpa perasaan bersalah ketika melaporkan perbuatannya sendiri ke kepolisian.

Dikutip dari detik.com, NF diamankan polisi setelah membuat pengakuan mengejutkan pada Jumat (07/03/2020). Kepada polisi, dia mengaku telah membunuh balita berinisial A, tetangganya sendiri. Pihak kepolisian kemudian menggeledah rumahnya di Sawah Besar, Jakarta Pusat. Ternyata benar saja, jenazah korban ditemukan di dalam lemari terbungkus kain.

Fakta-fakta lain yang terungkap di balik aksi pembunuhan tersebut. NF yang menggambar kartun Slenderman di bukunya itu diketahui menulis status soal pembunuhan di akun Facebook-nya.

Ada dua status FB yang viral di media sosial. Status pertama berisi tulisan:

Balita tak bernyawa itu masih di lemari bajuku..banyak warga mencarinya..pak rw selaku polisi dan pak rt yang memeriksa rumah ku seluruhnya tak ada satupun dari mereka yang menemukan nya..tak ada satupun yang tau aku pelakunya. Oke besok siap berserah diri.

Status kedua berisi foto yang sepertinya diambil dari sudut pandang penumpang yang duduk di bagian belakang mobil. Foto itu memberi gambaran ada dua orang polisi di bagian depan mobil. Caption fotonya: ‘Pak polnya baik hehe’.

Masih dari sumber yang sama, Kapolres Jakpus Kombes Heru Novianto membenarkan dua status itu ditulis oleh pelaku. Status pertama ditulis sebelum yang bersangkutan menyerahkan diri.

Pentingnya Ketahanan Keluarga

Menanggapi peristiwa tersebut, Wakil Ketua Fraksi PKS DPR-RI, Netty Prasetiyani menekankan perihal pentingnya ketahanan keluarga. Hal itu disampaikan Netty ketika bersilaturahim dengan para tokoh perempuan Indramayu di Rumah Makan Sekar Wangi, Indramayu pada Ahad (08/03/2020), dikutip dari fraksi.pks.id.

BACA JUGA  Diisukan Gangguan Jiwa, Penusuk Syekh Ali Jaber Ternyata Punya Akun Instagram

“Silaturahim ini penting untuk dilakukan mengingat tokoh perempuan yang hadir ini merupakan orang yang concern dalam pendampingan masyarakat, terutama ketahanan keluarga. Apalagi beberapa hari terakhir, kita digegerkan oleh peristiwa pembunuhan yang dilakukan oleh seorang remaja perempuan berusia 15 tahun kepada seorang anak berusia 5 tahun. Benar-benar memilukan”, ujar Netty.

Netty yang merupakan salah satu pengusul RUU Ketahanan Keluarga tersebut memandang kejadian ini kembali menjadi alarm bagi kita semua, terlebih keluarga.

“Anomali yang terjadi di masyarakat, muara awalnya pasti dari keluarga. Pengawasan orang tua dan pengasuhan keluarga menjadi penting. Tokoh perempuan Indramayu harus mengaktivasi masyarakat agar dapat mendeteksi permasalahan anak dan keluarga sejak dini sehingga kejahatan dapat dicegah”, tuturnya.

Oleh karena itu, Netty menambahkan filosofis lahirnya Rancangan Undang-Undang Ketahanan Keluarga ini adalah bahwa keluarga adalah institusi sentral dan agung yang harus mendapatkan perlindungan dan fasilitas dari Negara.

“Tanggung jawab Negara ini menjamin keluarga untuk tumbuh dan berkembang secara optimal dengan segenap potensinya. Jadi, Negara tidak bisa tinggal diam,” tegasnya.

Sementara itu anggota Komisi VIII DPR RI, Bukhori Yusuf, mengaku prihatin dan juga mendesak agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi. Ia menambahkan bahwa perilaku agresif anak juga turut dipengaruhi oleh realitas yang ada di sekitarnya sehingga peran keluarga menjadi sangat utama dalam membentuk kepribadian anak.

Komisi VIII DPR RI, lanjut Bukhori, sebagai lembaga pemerintah yang mengawasi kinerja Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KP3A) dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) turut mengambil bagian dalam upaya mendorong usaha optimal pemerintah dalam melindungi anak Indonesia dari berbagai kekerasan.

BACA JUGA  Angka Positif Covid Tembus 200 Ribu, Bukhori Yusuf: Akibat Penanganan Absurd

“Peristiwa yang terjadi di Sawah Besar menjadi preseden buruk untuk kesekian kalinya,”  ungkap Bukhori kepada Kiblat.net melalui siaran persnya, Selasa (10/03/2020)

Untuk mencegah peristiwa serupa, menurut Bukhori, diperlukan langkah sistematis dari pelbagai pihak, khususnya melalui pelibatan aktif peran keluarga.

Bukhori juga mengungkapkan, Fraksi PKS di DPR-RI saat ini tengah menggodok RUU Ketahanan Keluarga dan sudah masuk daftar program legislasi nasional (prolegnas) tahun 2020. Tujuan dari RUU ini sebagaimana tercantum dalam pasal 4 salah satunya adalah mengoptimalkan fungsi keluarga dalam mendidik, mengasuh, membina tumbuh kembang, menanamkan nilai religius dan moral, serta membentuk kepribadian dan karakter anak.

Ia menyebut, RUU ini juga disusun sebagai respon atas banyaknya angka kegagalan keluarga yang terjadi di Indonesia. Data dari Laporan Tahunan Mahkamah Agung (MA) pada 2019 mencatat, hakim di Pengadilan Negeri maupun di Pengadilan Agama telah memutus perceraian sebanyak 485.223 pasangan di seluruh Indonesia.

Artinya, dalam kurun waktu satu tahun ada sekitar setengah juta keluarga yang mengalami kegagalan dalam berumah tangga. Menurutnya, indikator kegagalan dalam keluarga tercermin dari meningkatnya kasus kekerasan pada anak dari waktu ke waktu dan peningkatan angka perceraian pasangan.

“Berangkat dari keprihatinan tersebut dibutuhkan langkah sistematis dari segenap pihak untuk memberikan kesempatan dan dukungan bagi keluarga Indonesia untuk berkembang secara mandiri. Harapannya, RUU ini menjadi instrumen hukum yang kelak memperkuat fungsi keluarga sekaligus jaminan perlindungan bagi anak agar di waktu mendatang kita tidak lagi mendapati kasus serupa yang terjadi di Sawah Besar,” pungkas politisi PKS.

Reporter: Azzam Diponegoro
Penulis: Azzam Diponegoro
Editor: Rusydan Abdul Hadi


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Afghanistan

Pemerintah Afghanistan Janjikan Pembebasan 1.500 Pejuang Taliban

Presiden Afghanistan Ashraf Ghani mengeluarkan dekrit pada Rabu (11/03/2020) pagi yang menjanjikan pembebasan 1.500 tahanan Taliban.

Rabu, 11/03/2020 15:01 0

Amerika

Pemanasan Global: Hutan Amazon Diprediksi Jadi Kering dalam 50 Tahun

Hutan hujan Amazon mendekati ambang batasnya. Salah satu ekosistem terbesar dan terkaya di dunia ini, menurut para ilmuwan akan berubah menjadi sabana kering dalam setengah abad.

Rabu, 11/03/2020 14:45 0

Suara Pembaca

Corona dan Delusi Paranoid

Virus corona hanyalah problem fisik. Belum menyangkut yang lebih terdalam, faktor psikis manusia. Jikapun tubuh manusia modern (milenial) diibaratkan sistem keamanan dalam tembok-tembok kerajaan yang rapuh, analogi seperti ini ada benarnya.

Rabu, 11/03/2020 14:23 0

Turki

Delegasi Militer Turki dan Rusia Bertemu Bahas Idlib

"Pertemuan dibuka sekitar pukul 20:00 waktu setempat, di kantor Kementerian Pertahanan," kata pertanyaan Dephan Turki tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

Rabu, 11/03/2020 14:10 0

News

Imbas Virus Corona, PBB Sampai Tutup Kantor Pusatnya di New York

Dujarric juga mengatakan bahwa belum ada kabar mengenai adanya kasus infeksi yang menimpa staf PBB di New York.

Rabu, 11/03/2020 14:04 0

Afghanistan

Usai Negosiasi, 5.000 Pejuang Taliban Segera Dibebaskan

Presiden telah menandatangani dekrit yang akan memfasilitasi pembebasan para tahanan Talibanuntuk dimulainya negosiasi antara Taliban dan pemerintah Afghanistan

Rabu, 11/03/2020 09:24 0

Afghanistan

AS Mulai Kosongkan Dua Pangkalan Militer di Afghanistan

Ini merupakan realisasi tahap pertama perjanjian antara AS dan Taliban yang ditandatangani pada 29 Februari lalu di Doha.

Rabu, 11/03/2020 08:30 0

Amerika

DK PBB Resmikan Perjanjian AS dan Taliban

Keputusan itu juga mengejutkan karena DK PBB menyetujui sebuah perjanjian yang berisi dua lampiran rahasia terkait memerangi terorisme yang tidak boleh dilihat oleh para anggotanya.

Rabu, 11/03/2020 08:15 0

Suara Pembaca

Menyibak Topeng Kesusastraan Indonesia

Membahas perkembangan sastra Indonesia sejurus dengan berbagai polemik yang menyertainya, dari zaman Hindia Belanda, pendudukan Jepang, hingga militerisme Orde Baru.

Selasa, 10/03/2020 17:26 0

Turki

Kejam! Seorang Pencari Suaka Disiram Air Panas Saat Hendak Lintasi Perbatasan

Saat itu Abdulmuttalib sedang melintasi perbatasan darat Yunani melalui provinsi Edirne, Turki.

Selasa, 10/03/2020 15:00 0

Close