... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

DK PBB Resmikan Perjanjian AS dan Taliban

KIBLAT.NET, New York – Dewan Keamanan (DK) PBB, dengan suara bulat, menyetujui rancangan resolusi AS yang mengabadikan perjanjian pada 29 Februari antara Amerika Serikat dan Taliban Afghanistan. Ini merupakan langkah yang jarang dilakukan oleh DK PBB karena perjanjian itu dibuat antara negara asing yang berdaulat dan gerakan bersenjata.

Seperti dilansir dari AFP, keputusan itu juga mengejutkan karena DK PBB menyetujui sebuah perjanjian yang berisi dua lampiran rahasia terkait memerangi terorisme yang tidak boleh dilihat oleh para anggotanya.

Menurut para diplomat, keputusan ini dapat menjadi preseden bagi negara-negara lain di masa depan, dan itu juga dapat merusak kredibilitas DK PBB jika gerakan pemberontak tidak mematuhinya.

Perjanjian tersebut mengatur penarikan pasukan Amerika dari Afghanistan sebagai imbalan atas janji Taliban menjauhi tindakan “terorisme” dan bersedia negosiasi dengan pemerintah Kabul, yang sejauh ini masih belum ada kesepakatan dari kedua pihak untuk duduk.

Dalam resolusi tersebut, DK PBB mendesak pemerintah Afghanistan memajukan proses perdamaian, khususnya dengan berpartisipasi dalam negosiasi antara partai-partai Afghanistan dengan tim negosiasi yang beragam dan komprehensif yang mencakup para pemimpin politik dan masyarakat sipil, termasuk perempuan.

Resolusi yang telah dinegosiasikan di antara anggota DK PBB selama seminggu itu menyerukan Kabul untuk melakukan negosiasi dengan Taliban untuk mencapai “gencatan senjata permanen dan komprehensif.”

BACA JUGA  Perjanjian Dagang, Alasan Trump Tak Sanksi Berat Cina terkait Muslim Uighur

Resolusi itu menyambut baik kesepakatan yang disimpulkan antara Washington dan Taliban pada 29 Februari. Semua negara diseru memberikan dukungan penuh pada perundingan perjanjian damai yang komprehensif dan abadi yang mengakhiri perang demi kepentingan semua warga Afghanistan.

Meskipun draf pertama dari rancangan resolusi AS tidak menyebutkan perempuan, resolusi yang diadopsi berbicara tentang mereka beberapa kali.

Dalam konteks ini, resolusi tersebut menekankan pentingnya partisipasi yang efektif dan bermakna dari perempuan, pemuda dan minoritas dalam negosiasi. Resolusi itu juga menegaskan bahwa penyelesaian politik apa pun harus melindungi hak-hak semua warga Afghanistan, termasuk perempuan, pemuda, dan minoritas.

Akhirnya, Dewan Keamanan menyatakan dalam resolusi kesiapannya setelah negosiasi dimulai antara pihak-pihak Afghanistan untuk mempertimbangkan kembali sanks” yang diberlakukan oleh PBB terhadap individu atau kelompok Afghanistan sejak 2011 “untuk mendukung proses perdamaian”

Sumber: AFP
Redaktur: Sulhi El-Izzi


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Begini Penjelasan dr. Corona Terkait Upaya Muhammadiyah Cegah Corona

Kecenderungan meningkatnya jumlah pasien positif corona (Covid–19) di Indonesia tentunya membutuhkan dukungan dari semua pihak untuk mengatasinya.

Selasa, 10/03/2020 17:45 0

Suara Pembaca

Menyibak Topeng Kesusastraan Indonesia

Membahas perkembangan sastra Indonesia sejurus dengan berbagai polemik yang menyertainya, dari zaman Hindia Belanda, pendudukan Jepang, hingga militerisme Orde Baru.

Selasa, 10/03/2020 17:26 0

Indonesia

Pasien Positif Corona Bertambah, Politisi PKS: Pemerintah Harus Lebih Sigap

Anggota Komisi IX DPR-RI, Netty Prasetiyani meminta pemerintah lebih sigap dalam menangani wabah corona atau Covid-19.

Selasa, 10/03/2020 16:40 0

Indonesia

19 WNI Positif Corona, IPW Minta Polisi Ikut Awasi TKA Cina

Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane memaparkan jumlah WNI positif virus Corona di Indonesia sudah mencapai 19 orang.

Selasa, 10/03/2020 15:03 0

Indonesia

IKADI Berikan ACT Penghargaan Sebagai NGO Terbaik

Aksi Cepat Tanggap kembali mendapatkan penghargaan sebagai lembaga non-pemerintah favorit.

Selasa, 10/03/2020 14:37 0

Indonesia

Bamsoet: Takut Corona Jangan Sampai Sebabkan Ekonomi Lumpuh

Takut dan cemas karena meluasnya penyebaran wabah nCoV-19 jangan sampai menyebabkan lumpuhnya perekonomian nasional.

Selasa, 10/03/2020 14:32 0

Indonesia

IKADI Dorong Pemerintah Proaktif Sikapi Pelanggaran HAM Terhadap Umat Islam

Sekjen IKADI, Ahmad Kusyairi Suhail, MA mengatakan bahwa Rakornas kali ini membahas beberapa isu aktual keumatan, kebangsaan dan kemanusiaan.

Selasa, 10/03/2020 14:23 0

Indonesia

Putusan MA Batalkan Perpres Kenaikan BPJS Penuhi Rasa Keadilan

Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini menyambut baik Putusan Mahkamah Agung yang membatalkan Perpres Kenaikan Iuran BPJS.

Selasa, 10/03/2020 13:25 0

Indonesia

JDN Indonesia: Penyebaran Corona Melambat di Bulan Maret

Terkait penanganan wabah corona, Pemerintah Indonesia diharapkan untuk tidak berhenti pada penunjukan dr. Achmad Yurianto sebagai Juru bicara Penanganan Covid-19. Founder & Chairman Junior Doctors Network (JDN) Indonesia,  dr Andi Khomeini Takdir memandang pemerintah perlu membuat Komite Nasional Tanggap dan Cegah Wabah Corona untuk menghadapi penyebaran Covid-19 di Indonesia.

Senin, 09/03/2020 16:31 0

Video News

dr. Andi: Jangan Panik Hadapi Corona

VIRUS Corona positif masuk ke Indonesia. Lantas apa yang harus kita lakukan agar tercegah dari virus tersebut?

Senin, 09/03/2020 15:54 0

Close