... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Anak 5 Tahun Dibunuh Remaja, Bukhori Yusuf Ingatkan Pentingnya Peran Keluarga

Foto: Anggota Komisi VIII DPR, Buchori Yusuf

KIBLAT.NET, Jakarta – Anggota Komisi VIII DPR RI, Bukhori Yusuf, prihatin atas kejadian remaja 15 tahun yang membunuh bocah 5 tahun. Ia juga mendesak agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi.

Ia menambahkan bahwa perilaku agresif anak juga turut dipengaruhi oleh realitas yang ada di sekitarnya sehingga peran keluarga menjadi sangat utama dalam membentuk kepribadian anak.

“Komisi VIII DPR RI sebagai lembaga pemerintah yang mengawasi kinerja Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KP3A) dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) turut mengambil bagian dalam upaya mendorong usaha optimal pemerintah dalam melindungi anak Indonesia dari berbagai kekerasan. Peristiwa yang terjadi di Sawah Besar menjadi preseden buruk untuk kesekian kalinya,”  ungkap Bukhori kepada Kiblat.net melalui siaran persnya, Selasa (10/3/2020)

“Sehingga diperlukan langkah sistematis dari pelbagai pihak dalam mencegah peristiwa serupa, khususnya melalui pelibatan aktif peran keluarga,” sambungnya.

Menurut Bukhori, Fraksi PKS di DPR RI saat ini tengah menggodok RUU Ketahanan Keluarga dan sudah masuk daftar program legislasi nasional (prolegnas) tahun 2020. Tujuan dari RUU ini sebagaimana tercantum dalam pasal 4 salah satunya adalah mengoptimalkan fungsi keluarga dalam mendidik, mengasuh, membina tumbuh kembang, menanamkan nilai religius dan moral, serta membentuk kepribadian dan karakter anak.

Ia menyebut, RUU ini juga disusun sebagai respon atas banyaknya angka kegagalan keluarga yang terjadi di Indonesia. Data dari Laporan Tahunan Mahkamah Agung (MA) pada 2019 mencatat, hakim di Pengadilan Negeri maupun di Pengadilan Agama telah memutus perceraian sebanyak 485.223 pasangan di seluruh Indonesia.

BACA JUGA  Polisi Diminta Tak Buru-buru Vonis Gila Penusuk Syekh Jaber

Artinya, dalam kurun 1 tahun ada sekitar setengah juta keluarga yang mengalami kegagalan dalam berumah tangga. Menurutnya, indikator kegagalan dalam keluarga tercermin dari meningkatnya kasus kekerasan pada anak dari waktu ke waktu dan peningkatan angka perceraian pasangan.

“Berangkat dari keprihatinan tersebut dibutuhkan langkah sistematis dari segenap pihak untuk memberikan kesempatan dan dukungan bagi keluarga Indonesia untuk berkembang secara mandiri. Harapannya, RUU ini menjadi instrumen hukum yang kelak memperkuat fungsi keluarga sekaligus jaminan perlindungan bagi anak agar di waktu mendatang kita tidak lagi mendapati kasus serupa yang terjadi di Sawah Besar,” pungkas politisi PKS.

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: Izhar Zulfikar


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Turki

Delegasi Militer Turki dan Rusia Bertemu Bahas Idlib

"Pertemuan dibuka sekitar pukul 20:00 waktu setempat, di kantor Kementerian Pertahanan," kata pertanyaan Dephan Turki tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

Rabu, 11/03/2020 14:10 0

News

Imbas Virus Corona, PBB Sampai Tutup Kantor Pusatnya di New York

Dujarric juga mengatakan bahwa belum ada kabar mengenai adanya kasus infeksi yang menimpa staf PBB di New York.

Rabu, 11/03/2020 14:04 0

Afghanistan

Usai Negosiasi, 5.000 Pejuang Taliban Segera Dibebaskan

Presiden telah menandatangani dekrit yang akan memfasilitasi pembebasan para tahanan Talibanuntuk dimulainya negosiasi antara Taliban dan pemerintah Afghanistan

Rabu, 11/03/2020 09:24 0

Afghanistan

AS Mulai Kosongkan Dua Pangkalan Militer di Afghanistan

Ini merupakan realisasi tahap pertama perjanjian antara AS dan Taliban yang ditandatangani pada 29 Februari lalu di Doha.

Rabu, 11/03/2020 08:30 0

Amerika

DK PBB Resmikan Perjanjian AS dan Taliban

Keputusan itu juga mengejutkan karena DK PBB menyetujui sebuah perjanjian yang berisi dua lampiran rahasia terkait memerangi terorisme yang tidak boleh dilihat oleh para anggotanya.

Rabu, 11/03/2020 08:15 0

Suara Pembaca

Menyibak Topeng Kesusastraan Indonesia

Membahas perkembangan sastra Indonesia sejurus dengan berbagai polemik yang menyertainya, dari zaman Hindia Belanda, pendudukan Jepang, hingga militerisme Orde Baru.

Selasa, 10/03/2020 17:26 0

Turki

Kejam! Seorang Pencari Suaka Disiram Air Panas Saat Hendak Lintasi Perbatasan

Saat itu Abdulmuttalib sedang melintasi perbatasan darat Yunani melalui provinsi Edirne, Turki.

Selasa, 10/03/2020 15:00 0

Arab Saudi

Tak Laporkan Info Kesehatan Diri saat Masuk Saudi, Denda Rp1,9 Miliar Menanti

Arab Saudi menutup sementara akses perjalanan dari sembilan negara termasuk negara-negara tetangga Arab.

Selasa, 10/03/2020 13:22 0

Afghanistan

Amerika Serikat Mulai Tarik Pasukan dari Afghanistan

Seorang pejabat AS lainnya mengatakan ratusan tentara telah keluar dari negara itu seperti yang direncanakan sebelumnya dan mereka tidak akan diganti.

Selasa, 10/03/2020 12:43 0

Suriah

Turki: Rezim Assad Langgar Perjanjian Gencatan Senjata

Pasukan rezim Bashar Assad Suriah melanggar perjanjian gencatan senjata terbaru antara Turki dan Rusia, 10 menit setelah diimplementasikan.

Selasa, 10/03/2020 11:31 0

Close