4 Alasan Kenapa Infeksi Virus Corona Begitu Besar di Italia

KIBLAT.NET, Milan – Virus corona telah menginveksi Italia selama beberapa minggu terakhir dan telah membunuh ratusan orang. Negara Eropa selatan itu sekarang memiliki jumlah kasus terbesar di luar China, di mana wabah dimulai akhir tahun lalu.

Laporan hari Senin menunjukkan 1.807 orang lainnya terinfeksi, sehingga totalnya menjadi 9.172. Kasus-kasus virus telah dikonfirmasi di semua wilayah Italia.

Pemerintah Italia memperpanjang langkah-langkah darurat virus corona pada hari Senin, meliputi pembatasan perjalanan dan larangan pertemuan publik, ke seluruh negara.

Dengan jumlah total kasus virus corona yang dikonfirmasi mencapai 10.000, mengapa Italia sangat terpengaruh?

Satu: Virus Corona Mungkin Tidak Terdiagnosis selama Berbulan-bulan

Para ahli percaya satu alasan yang mungkin terkait tingkat infeksi yang tinggi, yaitu bahwa virus corona mungkin telah menyebar ke seluruh negeri jauh sebelum terdeteksi secara resmi.

Bahkan, pejabat kesehatan mengatakan infeksi itu mungkin tidak terdeteksi di negara itu sejak akhir Januari.

Orang pertama yang dites positif di utara Italia dan belum pernah ke China dipastikan terinveksi virus corona pada 21 Februari.

Pada tahap itu, pria berusia 38 tahun itu telah menginfeksi istri dan beberapa dokter, perawat, dan pasien di rumah sakit tempat ia datang dengan gejala mirip flu tiga hari sebelumnya.

Para ahli sekarang berpikir virus itu mungkin ada dan menyebar di Italia utara sejak setidaknya paruh kedua Januari.

BACA JUGA  Ustadz Abu Bakar Baasyir Bebas Jumat Pekan ini

Dua: Banyak Lansia

Pada hari Senin, angka kematian akibat virus corona di Italia naik menjadi 463. Tingkat kematian negara saat ini mencapai 5% – lebih tinggi dari perkiraan 3-4% di tempat lain.

Salah satu alasan tingginya angka kematian di Italia adalah populasi masyarakat yang menua di daerah yang terkena dampak terburuk.

Negara ini memiliki populasi tertua di dunia setelah Jepang, dan sebagian besar dari mereka yang meninggal adalah lansia dengan masalah kesehatan sebelumnya.

Profesor Marina Della Giusta, dari University of Reading, mengatakan, “Sedikit yang kita ketahui sejauh ini dari virus ini adalah bahwa ia memiliki tingkat kematian yang jauh lebih tinggi untuk orang tua, setidaknya itulah yang tampak dari data China sejauh ini.”

“Italia adalah negara tertua di Eropa mungkin sehingga tidak akan mengejutkan. Demografis yang terpengaruh jauh lebih besar daripada di banyak tempat lain.”

Tiga: Budaya Peluk dan Cium

Menurut Profesor Della Giusta, penyebaran cepat juga dapat dikaitkan dengan sifat sosial budaya Italia.

Orang Italia umumnya menikmati alam bebas dan bertemu satu sama lain, dan interaksi sering kali lebih menyentuh daripada di bagian lain dunia.

“Ruang fisik interpersonal di Italia jauh lebih pendek daripada di Inggris,” tambah Profesor Della Giusta. “Kebiasaan mereka adalah mencium satu sama lain ketika kamu menyapa.”

BACA JUGA  Pria Palestina Ini Dipenjara Israel Selama 39 Tahun

“Lagi pula ada kontak fisik yang lebih tinggi di sekitar Laut Tengah antara orang-orang dan orang-orang di luar ruangan lebih banyak daripada di bagian lain Eropa, di mana masih sedikit lebih dingin.”

Empat: Mengabaikan Imbauan Darurat

Para ahli percaya bahwa imbauan kesehatan dari pemerintah dan internasional tentang isolasi diri mungkin tidak diperhatikan ketika kasus pertama dinyatakan di Italia bulan lalu.

Profesor Della Giusta percaya bahwa perpindahan antar daerah tidak berhenti ketika sekolah-sekolah pertama kali ditutup di daerah utara beberapa minggu yang lalu. Banyak orang tidak mengambil langkah-langkah isolasi diri.

“Ketika sekolah ditutup di Lombardy, banyak orang membawa anak-anak mereka dan pergi berlibur di pegunungan dan di tepi laut di daerah lain.”

“Mereka pikir mereka membuat anak-anak mereka aman dengan membawa mereka pergi, tetapi perilaku semacam ini benar-benar sangat merusak.”

Sumber: Yahoo
Redaktur: Ibas Fuadi

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat