... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Penjualan Senjata ke Timteng Meningkat Tajam, AS Pemasok Utama

Foto: Senjata-senjata AS

KIBLAT.NET, Stockhlom – Institut Penelitian Perdamaian Internasional Stockholm (SIPRI) melaporkan bahwa penjualan senjata ke Timur Tengah meningkat tajam dalam lima tahun terakhir.

Dalam laporannya yang dilansir AFP pada Senin (09/03/2020) itu, lembaga yang didedikasikan untuk meneliti konflik, persenjataan, kontrol senjata dan pelucutan senjata ini mengatakan bahwa penjualan senjata di dunia meningkat sejak 2003 sebesar 5,5% dalam hal kuantitas selama periode 2015-2019, dibandingkan dengan 2010-2014.

“Secara total, penjualan senjata meningkat dan permintaan tinggi di negara-negara pengimpor dan ada peningkatan juga,” jelas Peter Weizmann, peneliti SIPRI.

Ia menambahkan, impor senjata ke Timur Tengah meningkat 61% selama periode itu dan menyumbang 35% dari total impor senjata dunia selama lima tahun terakhir.

Arab Saudi menjadi importir senjata paling banyak di dunia, di atas India, dengan peningkatan jumlah 130%.

Amerika Serikat adalah pemasok pertama ke Arab Saudi dengan 73% dari impor negara ini, diikuti oleh Inggris dengan 13%. Ini terjadi meskipun “keprihatinan besar” terkait dengan intervensi militer Saudi di Yaman.

Weizmann menekankan bahwa jumlah senjata yang diekspor ke Timur Tengah adalah “sumber keprihatinan”, terutama karena kawasan itu menyaksikan “konflik, ketegangan, dan kemungkinan meningkatnya konflik baru.”

Prancis menempati peringkat ketiga di antara negara-negara pengekspor senjata.

Dalam lima tahun terakhir, pasar senjata Prancis mewakili 7,9% dari total penjualan di dunia, meningkat 72% dibandingkan periode 2010-2014.

BACA JUGA  Setelah 5 Tahun, Azan di Jerman Kembali Berkumandang

“Ekspor Perancis mencapai tingkat tertinggi sejak 1990 dan industri senjata Prancis diuntungkan oleh permintaan di Mesir (26% dari ekspornya), di Qatar (14%), dan di India (14%),” kata lembaga itu dalam laporannya.

Pengiriman pesawat tempur Rafale ke tiga negara ini menyumbang sekitar seperempat dari seluruh ekspor senjata Prancis.

Amerika Serikat terus mendominasi pasar dengan 36% saham di depan Rusia, yang penjualannya turun 18% menjadi 21% selama 2015-2019.

Asia dan Oseania mempertahankan peringkat pertama dalam hal mengimpor senjata selama periode yang sama, di mana 41% dari impor global senjata konvensional terkonsentrasi.

Ini terjadi terlepas dari penurunan impor senjata di India, yang pada masa lalu pengimpor terbesar di dunia, sebesar 32%, serta di negara tetangga Pakistan, di mana penurunan mencapai 39%.

Dalam laporan itu, para peneliti menjelaskan bahwa kedua kekuatan nuklir ini “telah lama menetapkan tujuan untuk memproduksi senjata mereka sendiri … tetapi mereka masih banyak bergantung pada impor.”

Sumber: AFP
Redaktur: Sulhi El-Izzi


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

JDN Indonesia: Penyebaran Corona Melambat di Bulan Maret

Terkait penanganan wabah corona, Pemerintah Indonesia diharapkan untuk tidak berhenti pada penunjukan dr. Achmad Yurianto sebagai Juru bicara Penanganan Covid-19. Founder & Chairman Junior Doctors Network (JDN) Indonesia,  dr Andi Khomeini Takdir memandang pemerintah perlu membuat Komite Nasional Tanggap dan Cegah Wabah Corona untuk menghadapi penyebaran Covid-19 di Indonesia.

Senin, 09/03/2020 16:31 0

Video News

dr. Andi: Jangan Panik Hadapi Corona

VIRUS Corona positif masuk ke Indonesia. Lantas apa yang harus kita lakukan agar tercegah dari virus tersebut?

Senin, 09/03/2020 15:54 0

Artikel

Isu Wahabi dan Ukhuwah Islamiah

Aksi anarkis pembubaran pengajian dan perebutan Masjid Agung Al-Makmur Kota Banda Aceh yang dikenal dengan Masjid Oman pada hari Senin (27/01/2020) malam oleh sekelompok orang yang mengaku aswaja dengan menggunakan isu wahabi telah menarik perhatian banyak pihak, baik di Aceh maupun luar Aceh. Pasalnya, para pengisi pengajian dan BKM masjid ini dituduh berpaham wahabi.

Senin, 09/03/2020 15:37 0

Indonesia

Penulis Buku Yusuf Mansur Obong: Kalau Merasa Benar, Buktikan!

Bedah buku 'Yusuf Mansur Obong' digelar di Yogyakarta.

Senin, 09/03/2020 14:46 1

Indonesia

Soal Corona, Netty Heryawan: Ada Keterlambatan Komunikasi dari Pemerintah

Anggota Komisi IX DPR-RI Netty Prasetiyani Heryawan menilai ada keterlambatan manajemen edukasi dan komunikasi dari pemerintah dalam menangani masuknya virus corona (Covid - 19) di Indonesia.

Senin, 09/03/2020 14:09 0

Video News

Habib Hanif Alatas: Umat Islam Ketika Minoritas Mereka Mengalami Penindasan

Umat Islam Indonesia mengadakan aksi solidaritas untuk mendesak Pemerintah India agar segera menghentikan kekejaman dan pelanggaran HAM berat yang dilakukan kelompok Hindu radikalis, ekstrimis, dan intoleran di India.

Ahad, 08/03/2020 11:56 0

Video News

Sobri Lubis Seru Boikot India

Dalam Aksi Bela Muslim India yang digelar pada hari Jum'at (6/3) ketua DPP FPI, Ahmad Sobri Lubis memberikan pesan kepada jamah yang hadir dalam aksi tersebut untuk boikot India.

Sabtu, 07/03/2020 19:03 0

Indonesia

Potensi Bencana Jateng Tinggi, Bukhori Yusuf: Lembaga BNPB Perlu Diperkuat

Anggota Komisi VIII DPR RI, Bukhori Yusuf menyatakan bahwa Jawa Tengah termasuk wilayah dengan potensi bencana yang tinggi.

Sabtu, 07/03/2020 13:19 0

Indonesia

Presiden Jokowi Didesak Bela Muslim India

Humas Masyarakat Pecinta Bendera Tauhid (MARTABAT), Endro Sudarsono tutur menyayangkan terkait kekerasan terhadap Muslim di India.

Sabtu, 07/03/2020 12:09 0

Video News

FPI Desak Pemerintah Seret PM India ke Mahkamah Internasional

Umat Islam Indonesia mengadakan aksi solidaritas untuk Muslim India di depan Gedung Kedubes India di Kuningan, Jakarta Selatan, setelah Sholat Jum’at (6/3/2020).

Sabtu, 07/03/2020 01:22 0

Close
CLOSE
CLOSE