... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Pasien Positif Corona Bertambah, Politisi PKS: Pemerintah Harus Lebih Sigap

Foto: Anggota Komisi IX DPR-RI, Netty Prasetiyani.

KIBLAT.NET, Cirebon – Pemerintah RI melalui jubir untuk urusan virus corona, Achmad Yurianto pada Senin (09/03/2020) mengumumkan bahwa jumlah pasien positif corona di Indonesia melonjak dari 6 menjadi 19. Dari 19 kasus tersebut, dua di antaranya merupakan Warga Negara Asing.

Menanggapi hal tersebut, anggota Komisi IX DPR-RI, Netty Prasetiyani meminta pemerintah lebih sigap dalam menangani wabah corona atau Covid-19.

“Pengumuman ini cukup mengagetkan. Saya  berempati dan turut mendoakan agar pasien segera sembuh dengan penanganan yang baik.  Mari kita dukung dengan  pikiran dan jiwa positif, mulai dari  dukungan keluarga dan masyarakat. Prevalensi kesembuhan Covid-19 di seluruh dunia jauh lebih banyak dibandingkan yang meninggal,” ujar Netty di sela kegiatan Temu Tokoh Perempuan Kota Cirebon di Hotel Zamrud, Cirebon pada Senin (09/03/2020).

Pendapat Netty tersebut didasarkan pada data yang dirilis oleh John Hopkins CSSE per 8 Maret, dimana jumlah kasus Covid-19 tercatat 107.726 kasus terkonfirmasi di seluruh dunia, dan 3.656 kasus meninggal, serta kesembuhan tercatat 60.660 kasus.

Politisi PKS dari Dapil Jabar VIII yang meliputi Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon dan Kabupaten Indramayu tersebut mengungkapkan bahwa pada masa reses ini,dirinya akan terus mensosialisasikan dan melakukan pemantauan perkembangan kasus corona terutama di Cirebon dan Indramayu.

“Kemarin saya sudah meninjau kesiapan RS Gunung Jati sebagai salah satu RS rujukan penanganan corona di Jawa Barat,” ungkapnya.

BACA JUGA  Hari Santri, KH Luthfi Basori: Umat Islam Harus Punya Jiwa Jihad Fisabilillah

Netty yang juga istri mantan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan tersebut juga berharap mekanisme penanganan kasus corona di Indonesia tetap dilakukan sesuai protokol.

“Meski pemerintah telah membuat protokol pengawasan mulai dari protokol komunikasi publik, protokol kesehatan, protokol perbatasan, protokol area pendidikan dan transportasi publik, saya tetap meminta pemerintah lebih sigap dan tegas,” tuturnya.

Netty mencontohkan, keterlambatan penanganan protokol komunikasi publik misalnya, dapat berimplikasi ke banyak hal. Masyarakat menjadi tidak mendapat informasi yang utuh tentang Covid-19 dan penanganannya, masyarakat pun terjebak berita hoax dan panik. Maka terjadilah rush buying masker dan hand sanitizer.

“Seharusnya sejak awal kasus ini muncul dan pandemic dari WHO, pemerintah sudah mulai membuat protokol pencegahan. Dengan adanya kasus positif corona, maka protokolnya menjadi penanganan atau kuratif,” himbau Netty.

Bertambahnya kasus positif corona, lanjut Netty, harus menjadi alarm bagi pemerintah  untuk meningkatkan kewaspadaan. Selain itu, ia juga meminta  pemerintah lebih terbuka dalam memberi akses informasi pada masyarakat.

“Jangan karena  ingin menjaga stabilitas dan menghindari kepanikan masyarakat, hak masyarakat untuk tahu kebenaran jadi terhalangi. Akibatnya rakyat menjadi korban hoaks dan fake news tentang Covid-19,” pungkasnya.

Selain Indonesia, tercatat 107 negara terkonfirmasi kasus corona, di antaranya Korea Selatan, AS, Jepang, Jerman, Inggris, Singapura, dan Italia.

Reporter: Azzam Diponegoro
Editor: Rusydan Abdul Hadi


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Turki

Kejam! Seorang Pencari Suaka Disiram Air Panas Saat Hendak Lintasi Perbatasan

Saat itu Abdulmuttalib sedang melintasi perbatasan darat Yunani melalui provinsi Edirne, Turki.

Selasa, 10/03/2020 15:00 0

Arab Saudi

Tak Laporkan Info Kesehatan Diri saat Masuk Saudi, Denda Rp1,9 Miliar Menanti

Arab Saudi menutup sementara akses perjalanan dari sembilan negara termasuk negara-negara tetangga Arab.

Selasa, 10/03/2020 13:22 0

Afghanistan

Amerika Serikat Mulai Tarik Pasukan dari Afghanistan

Seorang pejabat AS lainnya mengatakan ratusan tentara telah keluar dari negara itu seperti yang direncanakan sebelumnya dan mereka tidak akan diganti.

Selasa, 10/03/2020 12:43 0

Suriah

Turki: Rezim Assad Langgar Perjanjian Gencatan Senjata

Pasukan rezim Bashar Assad Suriah melanggar perjanjian gencatan senjata terbaru antara Turki dan Rusia, 10 menit setelah diimplementasikan.

Selasa, 10/03/2020 11:31 0

Afrika

Kelompok Jihadis Mali Tegaskan Tak Ada Negosiasi Sebelum Pasukan Asing Pergi

JNIM menegaskan bahwa tidak ada pembicaraan sebelum semua pasukan Prancis dan pengikutnya meninggalkan Mali.

Selasa, 10/03/2020 08:10 0

Eropa

Penjualan Senjata ke Timteng Meningkat Tajam, AS Pemasok Utama

"Secara total, penjualan senjata meningkat dan permintaan tinggi di negara-negara pengimpor dan ada peningkatan juga," jelas Peter Weizmann, peneliti SIPRI.

Selasa, 10/03/2020 07:53 0

Irak

Dua Tentara AS Tewas Saat Gerebek Kamp Militer ISIS di Irak

“Operasi tersebut mengakibatkan terbunuhnya 25 teroris dan sembilan terowongan hancur, serta kamp pelatihan," klaim Komando Operasi Gabungan Irak.

Selasa, 10/03/2020 07:25 0

News

Darso Arief Jawab Pernyataan Yusuf Mansur Soal HRS

Yusuf Mansur mengklaim pernah bertemu Habib Rizieq untuk membahas buku berisi dugaan penipuan yang ditulis Darso Arief.

Senin, 09/03/2020 23:22 0

Video News

dr. Andi: Jangan Panik Hadapi Corona

VIRUS Corona positif masuk ke Indonesia. Lantas apa yang harus kita lakukan agar tercegah dari virus tersebut?

Senin, 09/03/2020 15:54 0

Artikel

Isu Wahabi dan Ukhuwah Islamiah

Aksi anarkis pembubaran pengajian dan perebutan Masjid Agung Al-Makmur Kota Banda Aceh yang dikenal dengan Masjid Oman pada hari Senin (27/01/2020) malam oleh sekelompok orang yang mengaku aswaja dengan menggunakan isu wahabi telah menarik perhatian banyak pihak, baik di Aceh maupun luar Aceh. Pasalnya, para pengisi pengajian dan BKM masjid ini dituduh berpaham wahabi.

Senin, 09/03/2020 15:37 0

Close