Dua Tentara AS Tewas Saat Gerebek Kamp Militer ISIS di Irak

KIBLAT.NET, Kabul – Setidaknya dua tentara AS tewas pada Ahad (08/03/2020) selama operasi militer menyerbu tempat persembunyian anggota organisasi Daulah Islamiyah (ISIS) di Irak utara. Militer AS terlibat dalam operasi itu dalam kerangka memberi saran dan mengawal pasukan keamanan Irak, demikian lapor koalisi internasional pimpinan AS pada Senin (09/03/2020).

“Dua tentara Amerika tewas oleh pasukan musuh selama misi untuk menghancurkan teroris ISIS di wilayah pegunungan,” kata koalisi dalam sebuah pernyataannya seperti dilansir AFP.

Dalam pernyataan terpisah, Komando Operasi Gabungan Irak mengumumkan pasukan khusus anti-teroris menggelar operasi militer menargetkan “sisa-sisa ISIS” di daerah Khanouka di perbukitan Hamrin.

Pernyataan itu menambahkan, pasukan ini berkoordinasi dengan pesawat-pesawat tempur koalisi internasional dan melakukan pendaratan di daerah Pegunungan Qura Jug, selatan distrik Makhmour. Pertempuran sengit pun meletus. Baku tembak sengit berlangsung sejak subuh kemarin (Ahad) hingga subuh hari ini (Senin) dengan serangan udara berturut-turut

“Operasi tersebut mengakibatkan terbunuhnya 25 teroris dan sembilan terowongan hancur, serta kamp pelatihan,” klaim Komando Operasi Gabungan Irak.

Operasi ini digelar di saat AS menghadapi ketegangan dengan Iran di Irak. Serangkaian serangan roket menghantam kamp-kamp militer Irak yang menampung tentara AS. Washington menuduh milisi Syiah pro-Iran dibalik serangan itu.

Sejak akhir Oktober, serangan roket terhadap tentara Amerika, diplomat dan instalasi di Irak telah menewaskan seorang kontraktor Amerika dan seorang prajurit Irak.

Ketegangan antara Washington dan Teheran meningkat baru-baru ini di tanah Irak, ketika Amerika Serikat membunuh jenderal berpengaruh Iran Qassem Soleimani di Baghdad, yang mendorong tanggapan dari Iran, yang membom rudal balistik, pangkalan militer Irak yang menampung tentara Amerika.

Dalam tanggapan yang marah terhadap serangan AS, parlemen Irak mengadakan siding pada 5 Januari di mana memberikan suara pada mandat pemerintah untuk mengakhiri kehadiran pasukan asing di negara itu, termasuk sekitar 5.200 tentara Amerika.

Sumber: AFP
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat